Bunda PAUD Subang Ajak Orang Tua Sukseskan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah
- Bunda PAUD Kabupaten Subang Ega Anjani Reynaldy membuka MPLS di TK/PAUD Yos Sudarso untuk mendukung adaptasi anak usia dini yang menyenangkan.
- Masyarakat Subang didorong untuk menyukseskan Gerakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah guna memperkuat fondasi karakter anak sebelum masuk SD.
- Bunda PAUD menegaskan bahwa lembaga kursus seperti Bimba hanya bersifat tambahan dan tidak bisa menggantikan fungsi PAUD formal yang terdaftar di Dapodik.
Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Subang, Ega Anjani Reynaldy, secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) TK/PAUD Yos Sudarso Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Subang. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini dirancang untuk menyambut puluhan siswa baru dari berbagai tingkatan. Tercatat ada 72 peserta didik baru yang berpartisipasi, meliputi 14 siswa Kelompok Bermain (KB), 22 siswa TK A, dan 36 siswa TK B.
Dalam sambutannya, Ega menekankan pentingnya masa transisi yang nyaman bagi anak-anak yang baru pertama kali menginjakkan kaki di bangku sekolah formal. Lingkungan yang ramah dan suportif di awal sekolah dinilai menjadi kunci utama keberhasilan belajar anak ke depan. 'MPLS menjadi langkah awal, agar anak-anak dapat beradaptasi, mengenal lingkungan sekolah, dan merasa nyaman belajar,' ujar Ega Anjani Reynaldy di hadapan para siswa dan orang tua.
MPLS tahun ini mengusung tema 'Learning with Fun, Learning by Doing' yang menitikberatkan pada metode pembelajaran interaktif. Pendekatan belajar melalui praktik langsung dan suasana menyenangkan sengaja diterapkan agar anak-anak tidak merasa terbebani. 'Kami ingin proses belajar di usia dini, dimulai dengan keceriaan, bukan tekanan. Anak belajar sambil bermain dan melakukan langsung,' jelasnya menambahkan terkait konsep edukasi tersebut.
Lebih lanjut, Ega mengajak seluruh orang tua di Kabupaten Subang untuk berkomitmen menyukseskan Gerakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah. Fondasi pendidikan prasekolah dinilai sangat krusial karena masa usia dini merupakan masa keemasan (golden age) untuk membentuk kemandirian dan karakter anak. 'Saya mengajak orang tua memastikan anak mengikuti PAUD atau TK. Pendidikan prasekolah adalah fondasi penting bagi masa depan anak,' tegas Bunda PAUD.
Ega juga memberikan klarifikasi penting mengenai keberadaan lembaga kursus anak seperti Bimba yang marak di masyarakat. Ia meluruskan bahwa lembaga bimbingan membaca dan menulis tersebut tidak boleh disamakan atau dijadikan pengganti instansi pendidikan formal. 'Bimba bukan pengganti TK atau PAUD. Anak tetap harus sekolah di PAUD atau TK, dan Bimba bisa dijalankan di luar jam sekolah, sebagai tambahan sesuai arahan pemerintah pusat dan daerah,' pungkasnya menutup arahan.