Geoff Hurst Bela Sikap Cuek Jude Bellingham Terhadap Kritik Thomas Tuchel
- Legenda Inggris Sir Geoff Hurst mendukung sikap percaya diri Jude Bellingham yang mengabaikan kritik pelatih Thomas Tuchel.
- Bellingham merespons kritik taktik Tuchel dengan ucapan santai setelah Inggris mengalahkan Norwegia di perempat final.
- Hurst meyakini kebersamaan skuad Inggris saat ini mirip dengan keharmonisan tim juara dunia saat mereka memenangi trofi pada 1966.
Legenda sepak bola Inggris, Sir Geoff Hurst, memberikan dukungan penuh kepada gelandang muda Jude Bellingham setelah reaksi santainya terhadap kritik pelatih Thomas Tuchel. Bellingham sempat merespons evaluasi keras Tuchel dengan ucapan acuh tak acuh setelah membawa Inggris menang atas Norwegia di babak perempat final Piala Dunia. Sikap percaya diri bintang Real Madrid ini dinilai Hurst sebagai hal yang positif di tengah persiapan tim menghadapi laga semifinal krusial melawan Argentina.
Pahlawan hattrick Inggris di Piala Dunia 1966 itu mengaku sangat terhibur dengan sikap acuh tak acuh Bellingham di hadapan media. Pria berusia 84 tahun itu justru tertawa mendengar jawaban singkat sang pemain yang seolah tidak memedulikan ketegangan taktis di dalam tim. 'Saya suka fakta bahwa Tuchel menyebut kami tidak tampil maksimal, itu menarik. Respons Bellingham yang mengatakan 'terserah' (whatever) membuat saya tertawa, itu sangat lucu,' ujar Hurst kepada Mirror.
Thomas Tuchel, yang dikenal memiliki standar tinggi, sebelumnya melontarkan kritik atas performa keseluruhan Inggris meski Bellingham tampil sebagai penyelamat saat melawan Norwegia. Hurst meyakini pelatih asal Jerman itu adalah sosok yang tepat untuk mengakhiri puasa gelar skuad Tiga Singa, meski belum pernah ada negara yang memenangi Piala Dunia dengan pelatih asing. 'Jika kita berhasil memenanginya bersama pelatih asal Jerman, kita akan memujinya sebagai yang terbesar sejak Sir Alf Ramsey 60 tahun lalu,' tambah Hurst.
Membandingkan skuad modern ini dengan generasi juara tahun 1966, Hurst menyoroti kesamaan dalam hal kebersamaan tim yang erat di bawah asuhan Tuchel. Menurutnya, keharmonisan dan atmosfer positif di ruang ganti saat ini sangat mirip dengan situasi yang ia rasakan lebih dari setengah abad silam. 'Mereka memiliki semangat tim yang sangat baik, dan itu adalah aspek paling mendasar dari apa yang kami miliki pada tahun 1966,' jelasnya.
Menatap laga semifinal yang sarat gengsi melawan Argentina, Hurst merasa optimis bahwa trofi juara Piala Dunia akan kembali ke pangkuan Inggris. Pertemuan kedua negara selalu menghadirkan rivalitas sengit yang bersejarah, termasuk tensi tinggi yang terjadi pada perempat final edisi 1966 silam. Hurst menegaskan bahwa para pemain harus tetap bersikap positif dan yakin bisa menembus babak final serta membawa pulang trofi sepak bola paling bergengsi tersebut.