Dongkrak Ketahanan Pangan, Lombok Timur Guyur Bantuan Benih Padi dan Jagung untuk Belasan Ribu Hektare
- Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menyalurkan bantuan benih unggul untuk lahan padi seluas 11.883 hektare dan lahan jagung seluas 4.796 hektare.
- Penyaluran benih padi diprioritaskan untuk wilayah utara dan tengah yang berkecukupan air, sedangkan benih jagung difokuskan di sentra produksi seperti Pringgabaya.
- Program ini dibarengi dengan pendampingan intensif oleh penyuluh pertanian lapangan dari masa tanam hingga panen demi mengurangi beban biaya petani.
Pemerintah terus bergerak cepat memperkuat ketahanan pangan daerah melalui intervensi sektor pertanian. Langkah nyata ini diwujudkan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, dengan menggelontorkan bantuan benih unggul secara masif kepada kelompok tani. Pada tahun anggaran ini, bantuan benih padi disalurkan untuk mencakup lahan seluas 11.883 hektare, sementara benih jagung menyasar area seluas 4.796 hektare.
Strategi pendistribusian bantuan ini dilakukan secara selektif guna memastikan efektivitas hasil panen di lapangan. Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur, Zukiadi, menjelaskan bahwa pembagian wilayah tanam disesuaikan dengan karakteristik geografis dan ketersediaan sumber daya air. Langkah pemetaan ini diambil agar stimulus yang diberikan negara tidak menjadi sia-sia.
"Bantuan benih ini kami arahkan ke wilayah yang memiliki potensi produksi tinggi. Untuk padi diprioritaskan di daerah yang memiliki ketersediaan air, sedangkan benih jagung difokuskan pada sentra produksi agar hasil yang diperoleh lebih optimal," ujar Zukiadi saat memberikan keterangan resminya.
Lebih lanjut, kawasan bagian utara dan tengah Lombok Timur menjadi zona utama penerima benih padi karena pasokan air yang melimpah. Sementara itu, untuk komoditas jagung, pemerintah memusatkan distribusinya di sentra-sentra produksi yang sudah mapan, salah satunya berada di Kecamatan Pringgabaya. Melalui langkah taktis ini, para petani diharapkan mulai beralih menggunakan benih unggul bersertifikat untuk memangkas pengeluaran produksi mandiri.
Pihak dinas menegaskan bahwa proyeksi swasembada ini tidak hanya berhenti pada pembagian benih gratis belaka. Pemerintah daerah telah menyiapkan skema pengawalan ketat melalui pengerahan para penyuluh pertanian lapangan untuk mendampingi petani secara berkala. Sarana pendukung produksi pertanian lainnya juga dipersiapkan demi meminimalisasi risiko gagal panen akibat serangan hama maupun kendala teknis.
"Pendampingan kepada petani terus kami lakukan mulai dari proses tanam hingga panen. Dengan dukungan benih unggul, penyuluhan, dan sarana produksi yang memadai, kami optimis target peningkatan produksi padi dan jagung di Lombok Timur dapat tercapai," kata Zukiadi memungkasi penjelasannya.