Loading...

Tolak Ganti Nama Danau Ontario Aplikasi Ini Jadi Nomor 1 di AS

Tampilan aplikasi pemetaan MapQuest di smartphone

Tampilan aplikasi pemetaan MapQuest di smartphone

Share:

Perusahaan pemetaan digital MapQuest melonjak ke peringkat teratas di Apple App Store setelah menolak perintah Presiden AS Donald Trump untuk mengganti nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika.

“Lonjakan ini terjadi setelah keputusan MapQuest untuk mempertahankan nama-nama historis dan familiar untuk danau dan teluk di peta mereka," ujar pihak perusahaan.”

— MapQuest

Perusahaan pemetaan digital MapQuest mendadak menjadi aplikasi gratis teratas di Apple App Store di Amerika Serikat. Lonjakan popularitas ini terjadi setelah MapQuest secara terbuka menolak untuk mengganti nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika sesuai perintah Presiden AS Donald Trump.

Dalam keterangan resminya yang dikutip dari The Hill pada Selasa, pihak perusahaan menyatakan bahwa aplikasi selulernya menerima ratusan ribu unduhan baru setelah pengumuman tersebut. "Lonjakan ini terjadi setelah keputusan MapQuest untuk mempertahankan nama-nama historis dan familiar untuk danau dan teluk di peta mereka," kata perusahaan itu.

Pada Senin pagi, MapQuest telah naik ke peringkat pertama di antara aplikasi navigasi di App Store AS dan menempati posisi nomor empat di antara seluruh aplikasi non-game. Sementara itu, di Kanada yang berbagi wilayah perairan tersebut, aplikasi ini mencapai peringkat nomor dua secara keseluruhan selama akhir pekan.

Menurut data dari MapQuest, penggunaan aplikasi tersebut juga melonjak secara drastis hingga sekitar 50 kali lipat dari level normalnya akibat tingginya minat masyarakat yang mendukung langkah penolakan tersebut.

Latar Belakang Kebijakan dan Respons MapQuest

Perubahan nama kontroversial ini bermula ketika Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang secara resmi mengubah nama Danau Ontario di tengah meningkatnya ketegangan perang dagang dengan Kanada. Langkah tersebut diambil menyusul kegagalan negosiasi bilateral antara kedua negara.

MapQuest memberikan respons serupa terhadap kontroversi sebelumnya ketika Trump juga memerintahkan penggantian nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika pada hari pertama kembali menjabat. Perusahaan memilih untuk tetap berpegang pada nama yang sudah melekat di masyarakat.

Manajer Umum MapQuest, Doug Berger, menyatakan bahwa perusahaannya mengambil pendekatan yang konsisten dengan apa yang mereka lakukan pada kasus Teluk Meksiko. "Kami mengambil pendekatan yang sama seperti yang kami lakukan dengan Teluk Meksiko, menjadi bagian dari percakapan, dan memberi orang aplikasi yang menyimpan nama-nama yang sudah mereka kenal," kata Doug Berger.

Ia juga menambahkan bahwa ratusan ribu unduhan yang diterima selama akhir pekan memberikan sinyal kuat bahwa keputusan mempertahankan nama asli tersebut mendapat sambutan positif dari publik.

Kontras dengan Google dan Apple Serta Kebijakan Terkait

Langkah berani yang diambil oleh MapQuest ini sangat berkontras dengan pendekatan yang diambil oleh para pesaing utamanya di industri teknologi. Google Maps dilaporkan telah mulai menampilkan label Danau Amerika untuk pengguna di wilayah AS sejak Sabtu sebelumnya.

Sementara itu, warga Kanada akan terus melihat nama Danau Ontario secara konsisten, sejalan dengan penolakan keras dari para pemimpin Kanada terhadap perubahan sepihak tersebut. Pengguna di wilayah lain di luar AS dan Kanada akan melihat kedua nama secara bersamaan.

Menyusul langkah Google, raksasa teknologi Apple juga resmi memperbarui label untuk Danau Ontario menjadi Danau Amerika bagi para pengguna aplikasi peta mereka pada hari Selasa. Menteri Dalam Negeri AS Doug Burgum mengungkapkan bahwa Trump bahkan telah menghubungi pihak Apple secara langsung terkait perubahan nama tersebut.

Kontroversi penamaan geografis ini terus memicu perhatian luas di tengah memanasnya dinamika hubungan diplomasi dan perdagangan antara Amerika Serikat dan negara-negara tetangganya di kawasan Amerika Utara.

Leave a Comment