Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa perang antara Amerika Serikat dan Iran diperkirakan akan segera berakhir setelah pemilu paruh waktu pada November 2026.
“Saya rasa perang akan berakhir segera setelah pemilu karena mereka tidak bisa bertahan lebih lama lagi," ujar Trump.”
— Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperkirakan konflik perang antara negaranya dan Iran akan segera berakhir setelah pelaksanaan pemilu paruh waktu AS pada 3 November 2026. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Trump kepada para wartawan sebelum bertolak menuju Dallas, Texas.
Dalam keterangannya pada Rabu (9/9/2026), Trump meyakini bahwa pihak lawan tidak akan mampu bertahan lebih lama lagi menghadapi situasi yang ada. "Saya rasa perang akan berakhir segera setelah pemilu karena mereka tidak bisa bertahan lebih lama lagi," ujar Trump sebagaimana dikutip dari Anadolu Agency.
Selain membahas akhir masa konflik, Trump mengeklaim bahwa Teheran saat ini tengah berupaya memengaruhi jalannya dinamika politik serta pemilu di dalam negeri Amerika Serikat.
Pemerintah AS juga menegaskan bahwa mereka saat ini belum membuka kembali opsi perundingan baru dengan Teheran terkait program nuklir yang selama ini menjadi perdebatan.
Isu Nuklir dan Perkembangan Militer di Selat Hormuz
Persoalan diplomasi antara Washington dan Teheran tidak hanya berfokus pada program nuklir semata, melainkan mencakup berbagai isu strategis lainnya. Pemerintah AS menyatakan tetap akan menangani masalah nuklir tersebut secara tegas di samping agenda penting lainnya.
Dalam bidang pertahanan, militer AS belum lama ini melancarkan operasi serangan di kawasan strategis Selat Hormuz yang berdampak besar terhadap kekuatan logistik laut lawan. Operasi militer tersebut dilaporkan telah berhasil melumpuhkan sekitar sembilan kapal tanker milik Iran.
Pihak Gedung Putih mengindikasikan bahwa tindakan tegas terhadap armada laut tersebut akan terus berlanjut guna mengamankan jalur pelayaran internasional di kawasan Timur Tengah.
Analis pertahanan menilai eskalasi militer di Selat Hormuz ini menjadi salah satu titik penentu dalam menekan kemampuan tempur Iran di tengah ketegangan yang terus berlangsung.
Read Also
Mendagri Turunkan Tim Mediasi Usai Wacana Pemakzulan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu Bergulir
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menurunkan tim khusus ke Tapanuli Tengah...
Biografi Frederick Marquis Politikus dan Pengusaha Britania Raya
Frederick James Marquis adalah seorang pengusaha dan politikus terkemuka...
Dunia Pasca-multilateralisme dan Kebijakan Unilateralistik Amerika Serikat
Artikel kolom ini mengulas dinamika global pascamultilateralisme yang...
Daftar Kementerian dan Lembaga yang Minta Tambah Anggaran di Tahun 2027
Sejumlah kementerian dan lembaga negara mengajukan usulan penambahan...
Tanggapan Menlu AS Terkait Dugaan Bantuan Pihak Luar
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio secara tegas membantah berbagai laporan yang menyebutkan bahwa Iran mendapatkan dukungan pasokan dari pihak luar untuk mengubah jalannya perang. Sanggahan tersebut disampaikan Rubio di sela-sela agenda kunjungan resminya ke Ekuador.
Rubio menyebutkan bahwa berbagai informasi atau narasi mengenai bantuan asing tersebut tidak memiliki dasar fakta yang jelas dan bersumber dari pihak anonim. "Kami tidak percaya ada pihak yang memberikan sesuatu kepada Iran yang mengubah dinamika atau parameter dari situasi yang kita lihat saat ini," kata Rubio.
Pemerintah AS memastikan bahwa Iran akan terus menanggung konsekuensi militer dan diplomatik selama masih melancarkan serangan terhadap kapal-kapal Angkatan Laut Amerika Serikat.
Situasi geopolitik global saat ini masih memantau perkembangan hubungan kedua negara menjelang pelaksanaan pemilu paruh waktu Amerika Serikat pada bulan November mendatang.