Harga smartphone di berbagai belahan dunia melonjak rata-rata hingga 15% sepanjang tahun 2026 akibat kenaikan biaya komponen memori. Kendati demikian, konsumen tetap mencari berbagai cara cerdas seperti program tukar tambah untuk membeli ponsel kelas atas.
“Memori menjadi pendorong utama biaya BoM smartphone, mengubah harga di seluruh industri dan membuat OEM punya ruang terbatas untuk menyerap biaya lebih tinggi,"] ujar Direktur Riset Tarun Pathak.”
— Counterpoint Research
Harga perangkat smartphone di seluruh dunia dilaporkan mengalami lonjakan rata-rata mencapai 15% sepanjang tahun 2026. Kenaikan harga yang signifikan ini terjadi seiring dengan masih berlangsungnya peningkatan harga memori global yang mulai dirasakan sejak akhir tahun lalu.
Berdasarkan catatan lembaga riset Counterpoint, para produsen atau OEM terpaksa meneruskan pembengkakan biaya komponen tersebut langsung kepada para konsumen akhir. Lebih dari 40% model smartphone di pasaran tahun ini tercatat mengalami penyesuaian harga jual yang lebih tinggi.
Direktur Riset Tarun Pathak menjelaskan bahwa tekanan komponen memori membuat ruang gerak industri sangat terbatas dalam menyerap biaya tambahan. "Memori menjadi pendorong utama biaya BoM smartphone, mengubah harga di seluruh industri dan membuat OEM punya ruang terbatas untuk menyerap biaya lebih tinggi,"] ujar Direktur Riset Tarun Pathak dalam laporan resmi Counterpoint Research.
Sebagai dampak dari fenomena ini, kenaikan harga model baru berkisar antara 16% hingga 21% dibandingkan dengan generasi pendahulunya. Kondisi tersebut memaksa pasar global beradaptasi dengan lanskap harga perangkat genggam yang jauh lebih mahal.
Faktor Pendorong Kenaikan Harga dan Sebaran Wilayah
Lonjakan biaya material atau Bill of Materials menjadi pemicu utama mengapa produsen perangkat seluler tidak memiliki banyak pilihan selain menaikkan harga jual. Komponen utama seperti memori terus mengalami tren peningkatan harga yang membebani struktur produksi global secara menyeluruh.
Berdasarkan wilayah geografis, catatan Counterpoint menunjukkan bahwa kenaikan harga tertinggi secara global terjadi di negara India dengan persentase mencapai 21%. Angka tersebut disusul oleh kawasan Asia Pasifik serta Timur Tengah dan Afrika yang masing-masing mencatat kenaikan sebesar 19% dan 18%.
Wilayah-wilayah tersebut didominasi oleh volume penjualan dari segmen kelas bawah dan menengah, sehingga para produsen sangat terbatas dalam menanggung selisih biaya produksi yang kian membengkak.
Sementara itu, laju kenaikan harga ponsel terpantau lebih moderat di kawasan yang lebih matang, seperti China sebesar 10%, Eropa di angka 7%, serta Amerika Serikat yang mencatatkan kenaikan paling rendah sebesar 5%.
Read Also
Sejarah Digital Object Identifier Sistem Pengenal Objek Digital Global
Digital Object Identifier (DOI) adalah pengenal persisten yang digunakan...
Pakar Ungkap Gambaran Masa Depan Anak Krakatau dengan Menyoroti Peristiwa 2018
Pakar kebencanaan menyebut peristiwa tsunami 2018 dapat menjadi acuan...
Apple Resmi Merilis Jajaran Produk Terbaru Mulai iPhone 18 Pro Hingga iPhone Duo
Apple resmi memperkenalkan deretan produk terbarunya dalam ajang di Steve...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini...
Strategi Konsumen Menyikapi Lonjakan Harga Ponsel
Menghadapi lonjakan harga perangkat yang cukup ekstrem, para konsumen di berbagai belahan dunia mulai mengubah kebiasaan belanja mereka secara signifikan. Sebagian besar masyarakat memilih untuk menunda waktu peningkatan ponsel lama mereka ke model yang lebih baru.
Selain menunda pembelian, tidak sedikit konsumen yang memanfaatkan momen acara penjualan besar-besaran atau beralih mencari alternatif pasar barang bekas demi mendapatkan perangkat impian dengan harga miring.
Bagi kelompok konsumen yang tetap mengincar ponsel kelas premium, mereka umumnya mengandalkan berbagai penawaran khusus dan program tukar tambah yang disediakan oleh peritel resmi.
Program penawaran khusus dan tukar tambah tersebut terbukti menjadi solusi efektif bagi pembeli untuk mengakali tingginya biaya pengeluaran dalam mendapatkan smartphone impian mereka.