Perpustakaan Jakarta Perpustakaan Jakarta
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Entertainment
  • Bisnis
  • Budaya
  • Lingkungan
  • Teknologi
  • Amerika Serikat
  • Donald Trump
  • Kolombia
  • Bali
  • Inggris
  • Iran
  • Yogyakarta
  • Spanyol
  • Argentina
  • Surabaya
Kategori
Nasional Internasional Olahraga Ekonomi Hukum Entertainment Bisnis Budaya Lingkungan Teknologi
Tag
Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Bali Inggris Iran Yogyakarta Spanyol Argentina Surabaya

Walhi Beri Peringatan Keras, Proyek Ekstraktif Picu Ancaman Kepunahan Pulau Jawa

Tim Redaksi • 16 Juli 2026, 15:06 • Lingkungan
  • Walhi dari berbagai daerah di Pulau Jawa mengeluarkan peringatan bersama terkait daya dukung lingkungan yang telah melampaui ambang batas.
  • Bencana hidrometeorologi dan penurunan muka tanah di kota besar seperti Semarang menjadi bukti nyata kerusakan dari hulu hingga hilir.
  • Walhi mendesak pemerintah segera melakukan moratorium proyek ekstraktif dan mengevaluasi izin pertambangan demi keselamatan warga.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) dari berbagai daerah di Pulau Jawa memberikan peringatan bahaya terkait krisis ekologi yang saat ini sudah semakin kritis. Organisasi lingkungan hidup ini memperingatkan bahwa daya dukung dan daya tampung lingkungan di Pulau Jawa telah melampaui ambang batas. Hal itu terjadi akibat orientasi pembangunan yang hanya mengejar target investasi semata tanpa memedulikan aspek keadilan ekologis.

Di Jakarta, pembangunan berkedok kota global yang bersifat eksploitatif kini mulai digeser ke wilayah pesisir utara. Langkah ini diambil lantaran daratan Jakarta dinilai sudah tidak mampu lagi menampung beban aktivitas ekonomi yang masif. Pemindahan fokus pembangunan ini dinilai mengabaikan pemulihan lingkungan dan justru memperparah kerentanan ekosistem pesisir.

Kondisi serupa terjadi di Jawa Barat yang kini menempati peringkat ketiga nasional dalam hal kerentanan bencana. Kerusakan kawasan hutan dan non-hutan di wilayah tersebut dilaporkan telah mencapai satu juta hektar. Walhi Jawa Barat turut mengkritik kegagalan pemerintah dalam transisi energi, ditandai dengan batalnya pensiun dini PLTU batu bara di Cirebon dan Pelabuhan Ratu secara sepihak, serta penerapan skema co-firing biomassa yang dinilai melanggengkan penggunaan energi kotor.

Selanjutnya di Jawa Tengah, migrasi industri besar-besaran telah memicu perubahan tata ruang yang ekstrem dan menempatkan 13 kabupaten di pesisir utara dalam kondisi sangat rentan banjir. Bahkan, penurunan muka tanah (land subsidence) di Kota Semarang saat ini telah mencapai 8 sentimeter per tahun. Angka ini menjadikannya kota yang diprediksi tenggelam lebih cepat dibandingkan dengan Jakarta akibat eksploitasi wilayah hulu yang menyebabkan hilangnya 11.700 hektar tutupan hutan.

Sementara itu di Jawa Timur, Walhi mencatat terjadinya 735 bencana hidrometeorologi basah seperti banjir bandang dan tanah longsor sepanjang rentang November 2025 hingga Maret 2026. Situasi kritis ini diperparah oleh tekanan 20 Proyek Strategis Nasional serta pembangunan industri pariwisata KSPN di Bromo Tengger Semeru yang terbukti melanggar ritual adat masyarakat Tengger. Di sisi lain, Daerah Istimewa Yogyakarta juga menyoroti pembangunan Pembangkit Sampah menjadi Energi Listrik yang dinilai tidak realistis karena mengabaikan data lapangan bahwa 60 persen sampah merupakan sampah organik basah.

Menyikapi kehancuran ekologis yang merata di Pulau Jawa, Walhi mendesak pemerintah untuk segera melakukan moratorium dan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aktivitas tambang legal maupun ilegal. Penegakan hukum yang tegas dan penyelesaian konflik agraria harus diprioritaskan demi menghentikan perampasan ruang hidup rakyat. Walhi memperingatkan kepada seluruh masyarakat bahwa ambisi pertumbuhan ekonomi 8 persen dari rezim saat ini berpotensi mempercepat kepunahan Pulau Jawa yang diprediksi kehilangan hingga 50 persen wilayahnya pada tahun 2050.

Tags: Walhi Semarang Jakarta Yogyakarta Gunungkidul
Sumber: rri.co.id

Artikel Lainnya

Solidaritas Tanpa Batas, Komunitas Ojol Solusi Yogyakarta Patungan Bantu Driver Sakit 16 Jul 2026, 15:03
Bumi Diprediksi Masuk Periode Terpanas pada 2030, Pakar Lingkungan Desak Aksi Nyata 15 Jul 2026, 05:58
Bawa 24 Butir Psikotropika Tanpa Izin, Pria Asal Yogyakarta Diringkus di Bantul 16 Jul 2026, 05:20
Jaga Ketahanan Pangan, Bulog Yogyakarta Sukses Serap 100 Persen Beras Petani 15 Jul 2026, 15:42

Terbaru

Bikin Terharu, Pastor Johanis Mangkey Luncurkan Buku Refleksi dan Ziarah Makam Rayakan 45 Tahun Imamat 20 Jul 2026, 16:12
Dorong Perlindungan Karya Kampus, Universitas Bima Internasional MFH Resmi Luncurkan Sentra KI 20 Jul 2026, 16:11
Heboh Sekolah Sepi Peminat di Bantul, Efek Tren Anak Muda Tunda Nikah dan Punya Anak? 20 Jul 2026, 16:11
Terobosan Inklusif, RRI Padang Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026 Ramah Tunanetra 20 Jul 2026, 16:10
Dua Daerah Mundur Efek Anggaran, Cabor Cricket Porprov XII NTB Resmi Dimulai Pertandingkan 4 Emas 20 Jul 2026, 16:10
Heboh Rencana SPP SMA-SMK Ditolak Dedi Mulyadi, DPRD Jabar Tetap Lanjut Bahas! 20 Jul 2026, 16:09
Heboh Program 3 Juta Rumah Subsidi, REI Sidoarjo Bongkar Tantangan Besar Pengembang! 20 Jul 2026, 16:09

Kategori

Nasional 162 artikel
Internasional 138 artikel
Olahraga 133 artikel
Ekonomi 128 artikel
Hukum 65 artikel
Entertainment 59 artikel
Bisnis 41 artikel
Budaya 38 artikel
Lingkungan 35 artikel
Teknologi 21 artikel

Tag Populer

Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Bali Inggris Iran Yogyakarta Spanyol Argentina Surabaya
Perpustakaan Jakarta • Pusat Literasi dan Informasi Terpercaya
Privacy Policy • Cookie Policy • Legal Notice • Subscription Terms • Privacy Settings
2018 Perpustakaan Jakarta. All rights reserved.