Ancaman Ledakan Sampah TPA Cipayung, Damkar Depok Siaga Penyiraman Rutin
- Pemerintah Kota Depok menginstruksikan petugas pemadam kebakaran untuk menyiram TPA Cipayung minimal dua kali sehari guna mencegah kebakaran susulan.
- TPA Cipayung saat ini dilaporkan mengalami kelebihan muatan ekstrem dengan menampung hingga 2,9 juta ton sampah.
- Kebakaran sempat melanda kawasan TPA Cipayung pada Kamis malam sebelum akhirnya berhasil dipadamkan dan dilokalisasi petugas.
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok langsung mengambil langkah cepat usai kebakaran hebat melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Depok, Jawa Barat. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Depok kini diinstruksikan untuk rutin melakukan penyiraman di area TPA sebanyak dua kali dalam sehari. Upaya ini dilakukan demi mengantisipasi potensi kebakaran susulan di tengah cuaca panas yang ekstrem.
Kondisi TPA Cipayung saat ini memang sudah sangat mengkhawatirkan karena mengalami kelebihan muatan (overload). Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Reni Siti, mengungkapkan bahwa gunungan sampah di lokasi tersebut kini telah mencapai angka fantastis yakni 2,9 juta ton. Setiap harinya, volume sampah baru yang masuk ke TPA ini bisa berkisar antara 900 hingga 1.000 ton.
"Masih, kalau overload masih, bisa dilihat kan kondisinya. Kita sekarang ini ada 2,9 juta ton sampah yang ada di lingkungan TPA, ya berarti kan memang sehari kita timbulan yang dibuang ke TPA itu kurang lebih sekitar 900 sampai 1.000 ton," ujar Reni saat memberikan keterangan kepada wartawan pada Kamis (16/7/2026). Tingginya volume sampah yang menumpuk ini menghasilkan gas metana yang sangat rentan memicu percikan api.
Menyikapi situasi kritis tersebut, Reni langsung berkoordinasi dengan unit pelaksana teknis (UPT) pemadam kebakaran setempat untuk melakukan penyiraman secara berkala. Langkah preventif ini dinilai sangat krusial mengingat suhu udara yang tinggi dapat dengan mudah membakar tumpukan sampah yang kering. "Di sini sendiri tadi saya sudah minta tolong ke damkar yang ada di lokasi sini supaya satu hari itu minimal dua kali penyiraman untuk antisipasi karena memang cuaca kan sedang panas, ya," ungkapnya lebih lanjut.
Peristiwa kebakaran di TPA Cipayung itu sendiri dilaporkan pertama kali pecah pada Kamis (16/7) sekitar pukul 19.30 WIB, dengan titik api yang diduga berasal dari tumpukan sampah bagian bawah. Meskipun penyebab pasti kebakaran masih dalam proses investigasi mendalam, petugas damkar di lapangan telah berhasil melokalisir area sehingga api tidak meluas ke permukiman warga. Proses pendinginan (cooling down) juga terus dilakukan secara intensif hingga Jumat pagi guna memastikan tidak ada bara api tersembunyi yang tersisa di balik jutaan ton sampah tersebut.