Mantan CEO Aberdeen Keith Wyness mengungkapkan bahwa larangan suporter tandang dalam laga Old Firm antara Rangers dan Celtic justru berpotensi meningkatkan pendapatan kedua klub. Pertandingan derby ini akan dilangsungkan tanpa suporter tandang menyusul insiden kekerasan musim lalu.
“Jika tidak ada suporter tandang, kursi-kursi tersebut tidak akan kosong begitu saja. Kursi itu akan digantikan oleh tiket dengan hasil lebih tinggi dari suporter tuan rumah," ujar Keith Wyness.”
— Keith Wyness
Klub Rangers dan Celtic harus bekerja sama dengan Scottish Premiership untuk secara bertahap meningkatkan alokasi suporter tandang untuk pertandingan Old Firm selama beberapa tahun ke depan. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah yang memerlukan pendekatan bertahap setelah insiden kekerasan yang terjadi musim lalu.
Mantan kepala eksekutif Aberdeen, Keith Wyness, berbicara secara eksklusif kepada Football Insider mengenai situasi tersebut. Ia meyakini bahwa kembalinya suporter secara bertahap dan bertingkat adalah satu-satunya cara terbaik untuk menangani masalah keamanan yang timbul.
Situasi ini muncul setelah adanya keputusan bahwa suporter tandang dilarang hadir di setiap pertandingan derby Old Firm musim ini. Keputusan tersebut diambil menyusul kericuhan yang meletus setelah kemenangan Celtic di Ibrox pada ajang Scottish Cup musim lalu.
Kendati demikian, Wyness meyakini bahwa pertandingan derby tidak akan terasa sama tanpa kehadiran kedua kelompok suporter secara bersamaan. Namun, ia juga mengakui bahwa kedua klub kemungkinan besar akan mendapati pundi-pundi keuangan mereka meningkat akibat larangan tersebut.
Dinamika Finansial dan Kembalinya Suporter
Pertandingan derby Old Firm pertama pada musim kompetisi 2026-2027 dijadwalkan akan berlangsung di Ibrox akhir pekan ini dengan rekor kemenangan kedua tim yang sedang dipertaruhkan. Tim Rangers asuhan Derek McInnes telah memenangkan empat pertandingan beruntun setelah awal musim yang kurang mulus.
Sementara itu, Celtic di bawah kepemimpinan Martin O'Neill masih mempertahankan rekor seratus persen kemenangan dalam laga domestik. Di tengah performa tersebut, isu larangan suporter tandang tetap menjadi sorotan utama para pengamat sepak bola.
Wyness memperkirakan bahwa kedua klub kemungkinan akan mematok harga yang lebih tinggi kepada suporter tuan rumah untuk kursi yang sebelumnya dialokasikan bagi pendukung tim tamu. Ketiadaan suporter perjalanan juga memungkinkan lebih banyak kursi dibuka untuk dijual secara umum.
Selain itu, kebijakan ini secara signifikan mengurangi kebutuhan akan pengerahan kepolisian yang ketat serta sekat pengamanan di dalam stadion. Hal tersebut disampaikan oleh Wyness dalam siniar Inside Track terbitan Football Insider.
Read Also
Rangers Pasang Harga Lebih dari 10 Juta Poundsterling untuk Nicolas Raskin Setelah Tolak Tawaran Besiktas
Klub Liga Skotlandia Rangers secara resmi menolak tawaran pinjaman dari...
Juventus Hadapi Krisis Penjaga Gawang Jelang Musim 2026-2027
Juventus dihadapkan pada situasi pelik terkait posisi penjaga gawang utama...
Stefan Borson Menilai Amanda Staveley Berpeluang Alihkan Minat ke Everton
Mantan penasihat keuangan Manchester City, Stefan Borson, meyakini Amanda...
Erling Haaland Cetak Gol Tunggal, Manchester City Taklukkan Coventry 1-0
Gol sundulan Erling Haaland di babak pertama membawa Manchester City menang...
Pandangan Mengenai Atmosfer dan Tekanan Manajerial
Wyness menegaskan bahwa atmosfer pertandingan tidak akan sama tanpa kehadiran suporter tandang yang memberikan warna tersendiri dalam laga klasik tersebut. Ia mengenang bagaimana atmosfer Old Firm selalu menjadi sesuatu yang sangat spesial bagi para penonton.
Menurutnya, kedua klub tidak terlalu menentang kebijakan ini karena potensi peningkatan pendapatan dari penjualan tiket kandang dengan hasil yang lebih tinggi. "Klub tidak terlalu menentang ini karena jika tidak ada suporter tandang, kursi itu akan diisi tiket bernilai tinggi dari suporter kandang," ujarnya.
Ke depan, pemulihan alokasi suporter tandang harus dilakukan secara perlahan agar para suporter menyadari bahwa tindakan kekerasan adalah hal yang tidak dapat diterima. Kedua kelompok suporter dari kedua belah pihak dianggap memikul tanggung jawab atas insiden yang terjadi.
Selain membahas suporter, Wyness juga menyinggung tekanan yang dihadapi oleh manajer Rangers, Derek McInnes, menjelang pertandingan akhir pekan ini. Ia menekankan perlunya memberikan waktu yang cukup bagi proyek manajerial di Ibrox tanpa terburu-buru mengambil keputusan reaksioner.