Koefisien UEFA Liga Utama Skotlandia diperkirakan membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun untuk pulih menyusul performa buruk klub-klub Skotlandia di kompetisi Eropa. Situasi ini berdampak besar pada berkurangnya jatah tiket Liga Champions.
“The coefficient is a disaster for Scotland right now. It's the rolling average of five years of club results in Europe, and it's a problem,", ujar Keith Wyness.”
— Celtic dan Rangers
Koefisien UEFA Skotlandia diperkirakan akan memerlukan waktu dua hingga tiga tahun untuk pulih sepenuhnya menyusul serangkaian hasil buruk yang diraih oleh Celtic dan Rangers di kompetisi Eropa baru-baru ini. Situasi tersebut dinilai sebagai bencana besar bagi kelangsungan kompetisi Liga Utama Skotlandia.
Skotlandia kembali harus absen dari fase grup Liga Champions musim ini setelah Celtic dan Hearts tersingkir di babak kualifikasi pada musim panas lalu. Kekalahan mengejutkan Rangers serta tersingkirkannya Motherwell dan Hibernian semakin memperburuk situasi di kancah benua biru.
Mantan Chief Executive Aberdeen, Keith Wyness, mengungkapkan kepada Football Insider bahwa peringkat koefisien tersebut merosot tajam. Dampak buruknya, Liga Utama Skotlandia telah kehilangan satu tempat otomatis di ajang Liga Champions dan tambahan tiket Eropa.
Kondisi ini diprediksi memberikan implikasi jangka panjang yang masif bagi klub-klub Old Firm tersebut. Kedua klub raksasa itu dipastikan akan menghadapi jalan yang semakin terjal untuk bisa menembus fase utama Liga Champions.
Dampak Buruk Kinerja Klub di Kompetisi Eropa
Tim-tim dari Liga Utama Skotlandia menunjukkan performa yang sangat buruk di kompetisi Eropa selama bertahun-tahun terakhir. Keberhasilan Rangers melaju ke final Liga Europa pada tahun 2022 menjadi satu-satunya catatan positif yang menonjol.
Dalam dua musim terakhir, Celtic gagal melangkahkan kaki ke fase grup Liga Champions. Begitu pula dengan Rangers yang belum mampu mencapai babak utama tersebut sejak musim 2022-2023.
Wyness menjelaskan bahwa sistem koefisien dihitung berdasarkan rata-rata hasil pertandingan klub selama periode lima tahun. "The coefficient is a disaster for Scotland right now. It's the rolling average of five years of club results in Europe, and it's a problem,", ujar Wyness dalam siniar Football Insider.
Ia juga menambahkan bahwa situasi ini akan semakin memburuk pada tahun ini karena performa maksimal sekalipun tidak akan langsung mendongkrak poin secara signifikan.
Read Also
Enzo Le Fée Selamatkan Satu Poin untuk Sunderland Lewat Gol Penalti Kontra Brentford
Enzo Le Fée sukses menebus kegagalannya musim lalu dengan mencetak gol...
Awal Musim Sulit Matvei Safonov di PSG dan Ancaman Lucas Chevalier
Matvei Safonov, kiper PSG asal Rusia, mengawali musim ini dengan penampilan...
Stefan Borson Ungkap Sosok Pengganti Todd Boehly sebagai Ketua Chelsea
Mantan penasihat finansial Manchester City, Stefan Borson, mengungkapkan...
Paolo Vanoli Ungkap Kunci Kemenangan Fiorentina atas Venezia dan Fokus Perbaiki Mentalitas
Paolo Vanoli sukses membawa ACF Fiorentina meraih kemenangan gemilang 4-2...
Peringkat Saat Ini dan Tantangan ke Depan
Berdasarkan data terkini, Skotlandia saat ini berada di peringkat ke-19 dalam daftar koefisien UEFA. Total perolehan poin mereka berada di angka 26.250 dengan tambahan 2.100 poin yang diraih pada musim kompetisi berjalan.
Posisi tersebut menempatkan Skotlandia di bawah negara-negara seperti Yunani, Norwegia, Siprus, dan Hongaria. Negara lain seperti Kroasia dan Ukraina bahkan mulai mendekati perolehan poin mereka.
Agar bisa merebut kembali dua tempat di Liga Champions serta tambahan slot Eropa, Skotlandia wajib kembali menembus posisi 15 besar peringkat UEFA. Namun, pencapaian target tersebut dinilai sangat berat dalam waktu dekat.
Klub-klub juara liga nantinya harus memulai perjuangan dari dua babak kualifikasi untuk mencapai fase grup, jauh berbeda dari format tiket lolos otomatis sebelumnya.