Asosiasi Sepak Bola Skotlandia (SFA) dinilai tepat oleh mantan CEO Everton Keith Wyness karena melarang kehadiran suporter tandang dalam laga Old Firm menyusul insiden kericuhan suporter.
“Those scenes were pretty poor when both sets of fans invaded the pitch. You can’t have that in the Old Firm game because it’s already too volatile," ujar Keith Wyness.”
— Scottish Football Association
Asosiasi Sepak Bola Skotlandia (SFA) dinilai telah mengambil keputusan yang tepat dengan melarang seluruh suporter tandang Celtic dan Rangers untuk menghadiri pertandingan Old Firm musim ini. Kebijakan tegas ini dikeluarkan menyusul insiden bentrokan di atas lapangan yang melibatkan para suporter setelah pertandingan Piala Skotlandia pada bulan Maret lalu.
Pandangan tersebut disampaikan oleh mantan kepala eksekutif Everton, Keith Wyness, dalam wawancara eksklusif yang menilai bahwa badan pengatur sepak bola tersebut tidak memiliki pilihan lain selain mengambil tindakan serius demi keamanan. "Those scenes were pretty poor when both sets of fans invaded the pitch. You can’t have that in the Old Firm game because it’s already too volatile," ujar Keith Wyness.
Pengumuman resmi dari SPFL pekan lalu memastikan bahwa tidak ada tiket untuk suporter tandang yang akan disediakan dalam pertandingan Premiership maupun Premier Sports Cup antara Celtic dan Rangers musim ini. Langkah drastis ini menghentikan kesepakatan sebelumnya di mana kedua klub sempat menyetujui alokasi tiket suporter tandang sebesar lima persen.
Rangers dijadwalkan menjamu Celtic dalam ajang Premier Sports Cup akhir pekan ini, sebelum kedua tim kembali bertemu di Parkhead dalam lanjutan liga seminggu berselang. Absennya suporter tandang dalam dua laga sarat gengsi ini dipastikan akan mengubah atmosfer pertandingan secara signifikan.
Latar Belakang Kericuhan dan Tinjauan Independen
Keputusan pelarangan total ini berakar dari kericuhan suporter yang masuk ke dalam lapangan usai laga krisis pada bulan Maret lalu, yang kemudian memicu penyelidikan independen secara menyeluruh. Situasi yang tidak terkendali tersebut membuat otoritas sepak bola harus turun tangan mengevaluasi ulang aturan keamanan yang berlaku di stadion.
Mantan bos PGMOL, Keith Hackett, sebelumnya juga sempat mengungkapkan bahwa kepolisian setempat sudah siap untuk melarang suporter Celtic datang ke Ibrox demi mencegah potensi kerusuhan susulan. SFA akhirnya memutuskan untuk mengambil langkah pencegahan yang lebih jauh demi meredam tensi tinggi antar kedua kubu.
Meskipun sempat ada kesepakatan alokasi lima persen tiket bagi pendukung tamu di stadion masing-masing, situasi keamanan yang terlampau volatil memaksa pihak berwenang membatalkan kesepakatan tersebut. Keputusan ini diambil murni untuk memprioritaskan keselamatan para pemain, perangkat pertandingan, dan penonton di stadion.
Langkah ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi klub-klub di Liga Utama Skotlandia untuk memperketat pengawasan terhadap perilaku suporter di dalam maupun di luar arena pertandingan.
Read Also
Matias Fernandez-Pardo Bersinar di Laga Debut Bersama Newcastle United
Matias Fernandez-Pardo melakoni debut gemilang bersama Newcastle United...
Pape Matar Sarr Bergabung dengan Juventus dari Tottenham Hotspur dengan Status Pinjaman
Gelandang asal Senegal, Pape Matar Sarr, resmi merapat ke Juventus dari...
Shim Mheuka Langsung Pikat Staf Pelatihan Celtic Usai Jalani Debut Gemilang
Penyerang muda pinjaman Chelsea, Shim Mheuka, langsung memikat staf pelatih...
Gabriel Martinelli Gabung Al Hilal Rekor Penjualan Termahal Arsenal
Gabriel Martinelli resmi meninggalkan Arsenal dan bergabung dengan klub Arab...
Respons Beragam dari Tokoh Sepak Bola
Kebijakan pelarangan suporter tandang ini menuai reaksi keras dan rasa kecewa dari berbagai tokoh penting, termasuk manajer dari kedua klub rival tersebut. Martin O'Neill secara terbuka menyatakan kesedihannya karena atmosfer magis dalam laga derby diklaim sangat bergantung pada kehadiran suporter tandang yang memenuhi stadion.
Senada dengan O'Neill, pelatih Derek McInnes juga menyayangkan keputusan tersebut dengan menegaskan bahwa pertandingan sepak bola selalu terasa jauh lebih baik ketika pendukung setia bisa hadir langsung mendukung tim kesayangan mereka di kandang lawan.
Meskipun menuai kritik dari kalangan pelaku sepak bola, para pengamat menilai bahwa prioritas keamanan jangka pendek harus ditempatkan di atas hiburan semata mengingat tingginya risiko gesekan antar suporter.
Hingga kini, aturan ketat tersebut tetap diberlakukan secara penuh untuk sisa pertandingan Old Firm musim kompetisi berjalan tanpa ada pengecualian dari pihak operator liga.