Mantan kepala PGMOL Keith Hackett mendesak adanya peningkatan teknologi garis gawang Hawk-Eye dari sudut ke sudut menyusul dianulirnya gol Haissem Hassan saat Celtic melawan St Johnstone.
“"Seseorang sekarang perlu memajukan perjuangan agar teknologi Garis Gawang Hawk-Eye diperluas dari bendera sudut ke bendera sudut di seluruh panjang garis gawang," ujar Keith Hackett.”
— Keith Hackett
Teknologi garis gawang Hawk-Eye perlu diperluas dari bendera sudut ke bendera sudut menyusul dianulirnya gol Haissem Hassan dalam kemenangan 1-0 Celtic atas St Johnstone pada hari Rabu.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh mantan kepala PGMOL dan mantan wasit FIFA, Keith Hackett, yang secara eksklusif mengungkapkan kepada Football Insider bahwa teknologi kini harus berkembang untuk menghindari asisten wasit dari tindakan "menebak-nebak" apakah bola telah keluar lapangan atau belum.
Gol tunggal Mika Baur memastikan Celtic mengamankan tiga poin pada hari Rabu dalam pertandingan yang ketat di McDiarmid Park. Namun, kubu Hoops sempat mengira mereka berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0 ketika Hassan melepaskan tembakan ke dalam gawang.
Gol tersebut kemudian dianulir karena asisten wasit menilai bola telah keluar lapangan dari umpan silang awal ke dalam kotak penalti. VAR tidak dapat meninjau insiden tersebut karena bola berada di luar bingkai kamera, yang mengakibatkan keputusan asisten wasit menjadi keputusan akhir.
Pandangan Keith Hackett Mengenai Keterbatasan Keputusan Wasit
Berbicara secara eksklusif kepada Football Insider, Keith Hackett menjelaskan alasan mengapa ia percaya bahwa teknologi Hawk-Eye perlu diperluas. Ia menyatakan bahwa orang terbaik di stadion untuk menilai apakah bola telah keluar batas adalah asisten wasit.
Hackett mengungkapkan pengalamannya saat bekerja sama dengan Hawk-Eye dalam menetapkan kriteria teknologi garis gawang. "Saya tahu bahwa ketika Anda membuat penilaian apakah seluruh bagian bola telah melewati garis gawang, hal tersebut pada dasarnya adalah tebakan, terutama di mana bola berada di udara di lepas tanah," jelasnya.
Menurut Hackett, dalam situasi tersebut sepak bola harus mengandalkan keputusan akhir dari asisten wasit di lapangan. Ia juga menceritakan perjuangannya di masa lalu untuk mendapatkan persetujuan penggunaan teknologi garis gawang dari FIFA dan UEFA.
Ia menambahkan bahwa seseorang kini perlu memperjuangkan agar teknologi garis gawang Hawk-Eye diperluas ke seluruh panjang garis gawang. Meskipun hal ini memerlukan biaya yang substansial, klub-klub sepak bola seringkali enggan menanggung biaya operasional teknologi di area tersebut meskipun telah menghabiskan jutaan untuk pemain.
Read Also
Tottenham Hotspur: Desakan Penggemar agar Richarlison Kembali Bermain di Carabao Cup Melawan Liverpool
Pendukung Tottenham Hotspur menyuarakan agar Richarlison kembali diturunkan...
Daniel Maldini Masuk Rumah Sakit Usai Alami Kecelakaan Mobil di Milan
Pemain Cagliari Daniel Maldini dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami...
Berita Nottingham Forest dan Crystal Palace Ajukan Tawaran untuk Gelandang AC Milan Youssouf Fofana
Nottingham Forest dan Crystal Palace dikabarkan telah mengajukan tawaran...
West Ham United Mendapatkan Kabar Baik Terkait Pemulihan Cedera Tomas Soucek
West Ham United mendapat angin segar setelah Tomas Soucek kembali berlatih...
Tantangan bagi Martin O'Neill dan Tim Celtic ke Depan
Terlepas dari peningkatan hasil pertandingan akhir-akhir ini, manajer Martin O'Neill tetap berada di bawah tekanan untuk memenangkan kedua pertandingan Old Firm derby yang akan datang.
Para suporter tampaknya belum melupakan kegagalan tim dalam playoff Liga Champions. Meskipun Hoops berhasil memenangkan empat pertandingan secara berturut-turut, performa mereka secara keseluruhan masih menjadi sorotan.
Namun demikian, jika mereka mampu mengalahkan Rangers dalam pertandingan beruntun, hal tersebut akan memberikan dampak yang sangat positif bagi Celtic dan O'Neill sebelum memasuki jeda internasional.
Hingga saat ini, masih harus dilihat apakah skuad asuhan Martin O'Neill mampu mempertahankan konsistensi dan mencapai target kemenangan dalam laga-laga krusial selanjutnya.