Seluruh Tim Penangkapan ICE Kini Wajib Dilengkapi Kamera Tubuh Usai Dua Penembakan Fatal
- DHS mewajibkan minimal satu petugas di setiap tim penangkapan ICE mengenakan kamera tubuh saat bertugas di lapangan.
- Kebijakan ini diambil menyusul dua insiden penembakan fatal oleh agen ICE terhadap warga negara asing tanpa adanya rekaman kamera.
- ICE juga menginstruksikan penghentian sementara sebagian besar tindakan penghentian kendaraan selama operasi penegakan hukum berlangsung.
Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (DHS) mengumumkan kebijakan baru yang mewajibkan setiap tim penangkapan Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) untuk dilengkapi minimal satu petugas berkamera tubuh (body-worn camera). Langkah tegas ini diambil menyusul terjadinya dua insiden penembakan fatal dalam waktu berdekatan oleh agen imigrasi yang saat itu bertugas tanpa menggunakan kamera. DHS menegaskan langkah ini sebagai respons atas meningkatnya tensi kerja dan serangan fisik terhadap para petugas imigrasi di lapangan.
Pihak DHS menekankan bahwa perlindungan terhadap para petugas dan transparansi publik merupakan prioritas utama pemerintah Amerika Serikat saat ini. 'Memastikan seluruh petugas penegak hukum ICE kami memiliki kamera tubuh secara nasional adalah prioritas utama bagi DHS,' tulis departemen tersebut dalam pernyataan resminya. Mereka juga menambahkan bahwa langkah ini krusial untuk menangkal berbagai tudingan miring serta kampanye negatif yang sering kali disebarkan oleh media dan politisi oposisi pendukung kota perlindungan imigran (sanctuary cities).
Kebijakan pengetatan ini dipicu oleh tewasnya seorang pria asal Meksiko di Houston akibat tembakan agen ICE pekan lalu, yang disusul enam hari kemudian oleh tewasnya seorang pria Kolombia di Biddeford, Maine. Ironisnya, dalam kedua peristiwa tragis tersebut, tidak ada satu pun agen imigrasi yang terlibat mengenakan kamera tubuh untuk merekam jalannya penangkapan. Lambatnya pembagian kamera ini memicu kritik keras dari berbagai pihak, terutama dari kalangan politisi Partai Demokrat di kongres.
DHS berdalih bahwa keterlambatan pembagian kamera tubuh kepada seluruh unit kerja disebabkan oleh kendala anggaran akibat penutupan sebagian pemerintahan (government shutdown) yang sempat terjadi beberapa waktu lalu. Kongres AS sendiri baru-baru ini menyetujui tambahan anggaran sebesar USD 20 juta untuk pengadaan kamera setelah pemerintahan aktif kembali pada bulan April. Anggota DPR AS dari faksi Demokrat, Sylvia Garcia, mendesak agar seluruh agen di lapangan sudah mengantongi kamera tubuh sebelum akhir Juli ini guna meminimalkan penyalahgunaan wewenang.
Imbas dari rentetan kasus penembakan ini, pihak berwenang juga memerintahkan instruksi khusus untuk menghentikan sementara operasi pencegatan kendaraan di jalan raya secara nasional. Kebijakan jeda taktis ini akan diberlakukan hingga para agen ICE selesai mendapatkan pelatihan penanganan situasi krisis yang lebih mendalam. Pengecualian hanya diberikan untuk kasus penangkapan target kriminal tingkat tinggi yang dinilai sangat membahayakan keamanan nasional.