London Membara, Ribuan Massa Kepung Kantor PM Baru Inggris Desak Embargo Senjata Israel
- Ribuan demonstran memadati jalanan ibu kota London untuk memprotes serangan brutal Israel di Jalur Gaza yang telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina.
- Massa menuntut Perdana Menteri baru Inggris, Andy Burnham, untuk segera menghentikan pasokan senjata ke Tel Aviv begitu resmi menjabat.
- Aksi protes ini juga dihadiri oleh Duta Besar Palestina untuk Inggris Husam Zomlot dan mantan pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn.
Gelombang protes besar-besaran kembali mengguncang ibu kota Inggris, London. Ribuan masyarakat turun ke jalan untuk menyuarakan penentangan keras terhadap agresi militer Israel di Jalur Gaza yang dinilai sebagai tindakan genosida. Aksi unjuk rasa yang berlangsung pada hari Sabtu waktu setempat ini secara khusus ditujukan untuk memberikan tekanan politik kepada perdana menteri baru yang akan segera dilantik.
Para demonstran menuntut agar pemimpin baru Partai Buruh, Andy Burnham, yang dijadwalkan resmi menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris pada hari Senin esok, segera mengambil tindakan nyata. Mereka mendesak pemerintahan baru untuk memberlakukan embargo senjata total terhadap Israel. Selain itu, Burnham diminta menekan Tel Aviv agar segera mengakhiri blokade dan perang di Gaza yang telah menelan korban jiwa hingga lebih dari 73.000 warga Palestina sejak Oktober 2023.
Aksi demonstrasi ini juga mendapat dukungan penuh dari tokoh-tokoh diplomatik dan politik terkemuka. Duta Besar Palestina untuk Inggris, Husam Zomlot, bahkan turun langsung memimpin pergerakan massa di jalanan kota London sembari membawa plakat dukungan. "Tiga tahun genosida yang terus berlangsung, dan gerakan untuk keadilan serta akuntabilitas di Inggris dan di seluruh dunia kini tumbuh semakin keras dan kuat," ungkap Zomlot dalam sebuah pernyataan resmi melalui akun media sosial X miliknya.
Sebelumnya, Partai Buruh di bawah kepemimpinan mantan PM Keir Starmer menuai kritik tajam karena dinilai tidak tegas dan terus memasok persenjataan ke Israel meskipun bukti kejahatan perang sudah di depan mata. Pemerintahan sebelumnya dituding hanya melakukan langkah simbolis yang mandul, seperti menjatuhkan sanksi kepada menteri sayap kanan Israel, Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich. Kebijakan setengah hati ini memicu kemarahan publik dan eksodus besar-besaran anggota internal partai.
Mantan pemimpin Partai Buruh, Jeremy Corbyn, yang juga hadir dalam aksi tersebut, mendesak Burnham agar berani memutus rantai keterlibatan Inggris dalam tragedi kemanusiaan ini. Burnham kini dihadapkan pada ujian berat di awal masa jabatannya, mulai dari krisis biaya hidup domestik, utang mahasiswa yang menumpuk, hingga tuntutan internasional untuk menghentikan sokongan militer terhadap sekutu tradisionalnya di Timur Tengah.