Perpustakaan Jakarta Perpustakaan Jakarta
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hukum
  • Entertainment
  • Bisnis
  • Budaya
  • Lingkungan
  • Teknologi
  • Amerika Serikat
  • Donald Trump
  • Kolombia
  • Inggris
  • Iran
  • Bali
  • Prancis
  • Surabaya
  • Yogyakarta
  • Spanyol
Kategori
Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Hukum Entertainment Bisnis Budaya Lingkungan Teknologi
Tag
Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Inggris Iran Bali Prancis Surabaya Yogyakarta Spanyol

Gaza Masuk Siklus Kekacauan, Israel Sengaja Targetkan Pejabat Sipil dan Polisi

Mohammad Mansour • 15 Juli 2026, 19:03 • Internasional
  • Serangan udara Israel di kamp Jabalia menewaskan seorang direktur kantor polisi beserta beberapa anggotanya di tengah situasi gencatan senjata.
  • Data Kantor Media Pemerintah di Gaza mencatat terjadi 3.689 pelanggaran oleh militer Israel selama 275 hari masa gencatan senjata berjalan.
  • Analis menilai Israel sengaja menyasar fondasi birokrasi, akademisi, dan kepolisian untuk mendorong Gaza ke dalam siklus kekacauan tanpa akhir.

Serangan militer Israel di kamp pengungsi Jabalia, Gaza bagian utara, menewaskan seorang direktur kantor polisi setempat beserta beberapa anggotanya. Meski kesepakatan gencatan senjata telah berjalan selama berbulan-bulan, Israel terus meluncurkan operasi mematikan di wilayah Palestina tersebut. Pihak Tel Aviv berdalih bahwa serangan berkala itu menyasar para pejuang Hamas dan mengeliminasi ancaman yang dinilai dapat segera terjadi.

Sejak perjanjian gencatan senjata diberlakukan, para analis menilai Israel sedang mengondisikan masyarakat internasional untuk menerima pelanggaran harian sebagai sebuah kenormalan baru. Berdasarkan data dari Kantor Media Pemerintah di Gaza, terdapat 3.689 pelanggaran terukur yang dilakukan Israel selama 275 hari masa gencatan senjata. Rentetan serangan sepihak tersebut telah menewaskan sedikitnya 1.122 warga Palestina dan melukai 3.599 orang lainnya di dalam periode damai yang semu ini.

Kantor Hak Asasi Manusia PBB (OHCHR) melaporkan bahwa serangan Israel kini secara sistematis menargetkan petugas kepolisian yang bertugas menjaga ketertiban umum. Sejak Januari 2026, sedikitnya ada 12 serangan terarah yang menewaskan 35 personel polisi termasuk saat mereka sedang mengatur lalu lintas atau mengawasi pasar rakyat. Langkah ini dinilai melampaui tujuan militer dan secara langsung melumpuhkan kemampuan administratif serta proses pemulihan sosial kemasyarakatan di Gaza.

Analis politik asal Gaza, Ahmed al-Tanani, mengungkapkan bahwa dalih serangan Israel kini telah bergeser dari urusan keamanan menjadi pembunuhan yang disengaja atas dasar kecurigaan tanpa bukti dasar. 'Israel mengatakan dengan jelas bahwa masalah mereka di Jalur Gaza bukan hanya dengan Hamas, melainkan dengan seluruh struktur nasional di Gaza, dengan masyarakat, dan dengan setiap kemungkinan untuk pulih,' ujar Ahmed al-Tanani saat diwawancarai media. Menurutnya, rudal-rudal Israel sengaja dirancang untuk membawa wilayah tersebut ke dalam siklus kematian dan kekacauan internal.

Di sisi lain, kebijakan destruktif ini juga dikonfirmasi secara terbuka oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, yang menyebut penghancuran wilayah tersebut membawa rasa nyaman bagi dirinya. Pengamat urusan Israel, Mohannad Mustafa, menilai pernyataan tersebut mencerminkan sentimen umum di dalam pemerintahan Israel saat ini untuk menduduki kembali wilayah Gaza secara permanen. Strategi agresi ini pun pada akhirnya melumpuhkan efektivitas Dewan Perdamaian yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengawal transisi pascaperang.

Tags: Israel Gaza Hamas Donald Trump Palestina
Sumber: aljazeera.com

Artikel Lainnya

Donald Trump Kecam Henry Cuellar, Anggota Kongres yang Pernah Ia Ampuni 15 Jul 2026, 03:15
Demokrat Senat AS Blokir RUU Pertahanan Terkait Perang Iran dan Integrasi Israel 15 Jul 2026, 05:38
Donald Trump Batalkan Tarif 20 Persen di Selat Hormuz, Alihkan ke Kerja Sama Dagang 15 Jul 2026, 03:28
Veteran Operasi Entebbe Boikot Peringatan Bersama Netanyahu, Sebut Pemerintah Abaikan Sandera 15 Jul 2026, 10:32

Terbaru

Kisah WS Game Company, Coba Bikin Monopoly 'Made in USA' Demi Hindari Tarif Donald Trump 15 Jul 2026, 19:42
Kabar Baik Pengusaha SPBU Kolombia, SOLDICOM Perpanjang Otomatis Polis Asuransi RCE Mulai 1 Agustus 15 Jul 2026, 19:41
Piala Dunia 2026, Penjualan SPBU di Kolombia Naik hingga 4 Persen 15 Jul 2026, 19:41
RUU Perumahan AS Resmi Jadi Undang-Undang Tanpa Tanda Tangan Donald Trump 15 Jul 2026, 19:40
Persebaya Youthcon 2026, Wadah Kreativitas Generasi Muda Menyambut HUT ke-99 Bajol Ijo 15 Jul 2026, 19:40
Tren Kado Hari Anak 2026, Konsol Nintendo Switch 2 dan Mainan Edukasi Jadi Buruan Utama 15 Jul 2026, 19:38
Sah Resmi Berlaku, Jam Kerja di Kolombia Turun Jadi 42 Jam Seminggu Tanpa Potong Gaji 15 Jul 2026, 19:38

Kategori

Nasional 61 artikel
Internasional 60 artikel
Ekonomi 59 artikel
Olahraga 53 artikel
Hukum 26 artikel
Entertainment 21 artikel
Bisnis 21 artikel
Budaya 17 artikel
Lingkungan 14 artikel
Teknologi 6 artikel

Tag Populer

Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Inggris Iran Bali Prancis Surabaya Yogyakarta Spanyol
Perpustakaan Jakarta • Pusat Literasi dan Informasi Terpercaya
Privacy Policy • Cookie Policy • Legal Notice • Subscription Terms • Privacy Settings
2018 Perpustakaan Jakarta. All rights reserved.