Perpustakaan Jakarta Perpustakaan Jakarta
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hukum
  • Entertainment
  • Bisnis
  • Budaya
  • Lingkungan
  • Teknologi
  • Amerika Serikat
  • Donald Trump
  • Kolombia
  • Bali
  • Inggris
  • Iran
  • Surabaya
  • Yogyakarta
  • Spanyol
  • Prancis
Kategori
Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Hukum Entertainment Bisnis Budaya Lingkungan Teknologi
Tag
Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Bali Inggris Iran Surabaya Yogyakarta Spanyol Prancis

Iran Mencekam, Perang Lawan AS-Israel dan Gelombang Panas Picu Pemadaman Massal!

Tim Redaksi • 19 Juli 2026, 18:42 • Internasional
  • Kombinasi serangan militer Amerika Serikat-Israel dan gelombang panas ekstrem memicu krisis listrik serta pemadaman massal di berbagai wilayah Iran.
  • Kerusakan infrastruktur akibat pengeboman menyebabkan jaringan listrik kehilangan kapasitas hingga 4.200 megawatt dan merusak ribuan titik distribusi.
  • Para pengamat menilai perang memperparah krisis energi laten di Iran yang sejak lama dipicu oleh kurangnya investasi dan penuaan fasilitas transmisi.

Krisis energi hebat tengah melanda Iran di tengah situasi konflik bersenjata dan cuaca ekstrem. Kombinasi antara gelombang panas yang membakar wilayah Timur Tengah dan rentetan serangan udara dari militer Amerika Serikat serta Israel telah memicu pemadaman listrik massal di berbagai kota besar, termasuk ibu kota Tehran. Situasi ini melumpuhkan aktivitas harian warga, mulai dari kegagalan sistem ujian di universitas hingga ancaman keselamatan bagi pasien rumah sakit yang bergantung pada alat penunjang hidup.

Pihak berwenang Iran terpaksa menelan kekecewaan warga setelah janji-janji manis sebelum perang pecah terbukti gagal total. Padahal, sebelum meletusnya perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran pada Februari lalu, Presiden Masoud Pezeshkian bersama Menteri Energi Abbas Aliabadi sempat menjamin bahwa musim panas tahun ini akan dilalui tanpa ada gangguan pasokan listrik. Kini, kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik lantaran pemadaman tanpa pemberitahuan telah menjadi konsumsi sehari-hari masyarakat.

Skala kerusakan infrastruktur energi akibat serangan udara ini dikonfirmasi sangat masif oleh petinggi otoritas setempat. Direktur Utama perusahaan listrik nasional Iran, Mohammad Allahdad, menyatakan bahwa grid nasional mengalami penurunan kapasitas drastis hingga 4.200 megawatt akibat kerusakan di lebih dari 2.000 titik jaringan. Serangan bom AS dilaporkan telah menghancurkan pembangkit listrik di Pulau Kish serta melumpuhkan jalur distribusi utama di wilayah strategis seperti Bandar Abbas, Jask, dan Chabahar.

Meskipun sejumlah industri besar seperti pabrik baja Mobarakeh Steel Company dan Khouzestan Steel berhenti beroperasi akibat pemboman dan otomatis mengurangi beban grid, surplus daya tetap tidak terjadi. Profesor ekonomi dari Universitas Tehran, Bahman Arman, menjelaskan bahwa kehancuran kompleks petrokimia Mahshahr yang biasanya menyuplai kelebihan daya justru kini berbalik menyedot energi dari jaringan nasional. Krisis kian pelik karena infrastruktur yang ada dinilai sudah menua dan tidak mendapatkan investasi yang memadai selama bertahun-tahun.

Dampak ekonomi dari pemadaman ini pun diprediksi akan berlangsung jangka panjang bagi sektor non-migas Iran. Mantan Kepala Kamar Dagang, Industri, Tambang, dan Pertanian Iran, Hossein Selahvarzi, memperingatkan bahwa kawasan industri kini menghadapi pemadaman rutin selama empat hingga enam jam per hari. Pembatasan pasokan daya ini secara otomatis memotong volume produksi, melonjakkan biaya operasional, menunda pengiriman pesanan, hingga menghentikan laju ekspor negara yang tengah berjuang di masa perang.

Tags: Iran Amerika Serikat Israel Tehran Al Jazeera
Sumber: Al Jazeera

Artikel Lainnya

Putaran Keenam Rampung, Lebanon dan Israel Sepakati Zona Uji Coba Penarikan Pasukan 16 Jul 2026, 12:10
Gencatan Senjata Hancur, AS Gempur Iran dan Terapkan Blokade Laut di Selat Hormuz 15 Jul 2026, 03:11
AS Mengamuk, Bombardir Iran 8 Malam Berturut-turut Usai Tentara Amerika Tewas 19 Jul 2026, 12:08
Demokrat Senat AS Blokir RUU Pertahanan Terkait Perang Iran dan Integrasi Israel 15 Jul 2026, 05:38

Terbaru

Waspada, BMKG Bima Beri Peringatan Dini Potensi Hujan Ekstrem dan Gelombang Tinggi Laut Selatan NTB 19 Jul 2026, 19:30
Sarang Teroris Diobrak-Abrik, Militer Pakistan Habisi 24 Militan di Perbatasan Afghanistan! 19 Jul 2026, 19:15
Heboh Klaim Dana Rp 900 Miliar dari BID, Bank Dunia Langsung Beri Bantahan Keras! 19 Jul 2026, 19:15
Lonjakan Gila Penumpang Pesawat di Kolombia, Hampir Sejuta Orang Serbu Bandara Libur Pekan Ini! 19 Jul 2026, 19:14
Buku Dianggap Racun, Hong Kong Murka dan Grebek Toko Buku Independen! 19 Jul 2026, 19:14
Mundur dari Jabatan Bos Mercado Libre, Alan Meyer Siapkan Rencana Kejutan Ini 19 Jul 2026, 19:13
Chile Lolos dari Lubang Jarum, Risiko Resesi Ekonomi Menurun Drastis Karena Faktor Ini 19 Jul 2026, 19:13

Kategori

Nasional 151 artikel
Internasional 129 artikel
Ekonomi 120 artikel
Olahraga 119 artikel
Hukum 56 artikel
Entertainment 54 artikel
Bisnis 41 artikel
Budaya 35 artikel
Lingkungan 31 artikel
Teknologi 19 artikel

Tag Populer

Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Bali Inggris Iran Surabaya Yogyakarta Spanyol Prancis
Perpustakaan Jakarta • Pusat Literasi dan Informasi Terpercaya
Privacy Policy • Cookie Policy • Legal Notice • Subscription Terms • Privacy Settings
2018 Perpustakaan Jakarta. All rights reserved.