Kisah Memilukan Dr Hassan Almukayed, Dokter Gaza yang Ditahan Israel Tanpa Tuduhan
- Dr Hassan Almukayed telah ditahan oleh otoritas Israel selama hampir 21 bulan tanpa adanya dakwaan atau peradilan yang jelas.
- Keluarga Dr Hassan terpaksa mengungsi di tenda-tenda darurat al-Mawasi dan merahasiakan kematian sang ayah agar tidak memperburuk kondisi psikologisnya di penjara.
- Lembaga HAM melaporkan bahwa para dokter Palestina di tahanan Israel mengalami penyiksaan berat, kelaparan sistematis, dan pembatasan akses medis.
Dunia medis di Jalur Gaza terus menghadapi tekanan hebat di tengah konflik bersenjata yang berkepanjangan dengan Israel. Salah satu kisah memilukan datang dari Dr Hassan Khalil Almukayed, seorang dokter bedah senior yang ditangkap oleh militer Israel dari Rumah Sakit Kamal Adwan pada Oktober 2024 lalu. Hingga kini, Hassan dilaporkan telah mendekam di dalam tahanan Israel selama hampir 21 bulan tanpa adanya tuntutan hukum atau pengadilan resmi.
Sebelum penangkapannya, Hassan menolak untuk dievakuasi dan memilih tetap tinggal demi merawat bayi-bayi prematur serta puluhan pasien luka akibat perang. Sang istri, Nadia Almukayed, mengenang dedikasi suaminya yang luar biasa selama masa-masa sulit tersebut. 'Dari awal perang hingga Hassan dibawa pergi, dia tidak pernah berhenti melayani para pasien dan korban luka,' ujar Nadia saat ditemui di tenda pengungsian al-Mawasi, dekat Khan Younis.
Penahanan Hassan didasarkan pada Undang-Undang Kombatan Tidak Sah (Unlawful Combatants Law) milik Israel. Regulasi sepihak ini memungkinkan penahanan tanpa batas waktu terhadap warga Palestina tanpa melalui proses peradilan formal. Pengacara dari lembaga kemanusiaan Physicians for Human Rights Israel (PHRI), Adi Abbas, menyatakan bahwa kategori hukum tersebut sebenarnya tidak diakui dalam hukum internasional. 'Kita dihadapkan pada situasi di mana para profesional medis sengaja dihilangkan dari sistem kesehatan Gaza,' kata Abbas.
Kondisi fisik Hassan dikabarkan menurun drastis selama berada di balik jeruji besi. Mantan tahanan yang sempat dibebaskan mengungkapkan kepada pihak keluarga bahwa sang dokter telah kehilangan berat badan hingga 40 kilogram. Tak hanya itu, Hassan yang mengidap diabetes dan tekanan darah tinggi dilaporkan kerap tidak mendapatkan obat-obatan yang dibutuhkannya, bahkan sempat mengalami kudis parah yang tidak diobati selama berminggu-minggu di sel penjara.
Duka mendalam juga menyelimuti keluarga ini tanpa sepengetahuan Hassan di dalam penjara. Sang ayah, Khalil Almukayed, dilaporkan meninggal dunia beberapa bulan setelah dibebaskan dari tahanan Israel karena depresi berat atas penahanan anak-anaknya. Nadia sengaja menyembunyikan kabar duka ini setiap kali mengirimkan pesan melalui pengacara. 'Saya belum memberitahunya tentang kematian ayahnya, karena saya sangat mengkhawatirkan kondisi kesehatannya,' ucap Nadia dengan nada lirih.