Aktivis Cantik Vietnam Diculik Militer Israel, Medsos Gempar hingga Pemerintah Sempat Bungkam
- Aktivis kemanusiaan asal Vietnam, Tieu Nguyen Bao Ngoc, diculik oleh pasukan militer Israel di perairan internasional saat mencoba menembus blokade Gaza.
- Pemerintah dan media arus utama Vietnam sempat bungkam selama dua hari penahanannya, memicu kemarahan publik dan kampanye petisi massal dari netizen.
- Bao Ngoc akhirnya dibebaskan ke Turki setelah kedutaan besar Vietnam di Israel turun tangan akibat desakan ribuan surat elektronik dari masyarakat.
Dunia maya di Vietnam mendadak gempar setelah seorang aktivis kemanusiaan muda asal Ho Chi Minh, Tieu Nguyen Bao Ngoc, dilaporkan diculik oleh pasukan militer Israel. Perempuan berusia 28 tahun yang akrab disapa Ashley ini merupakan satu-satunya warga negara Vietnam yang bergabung dalam misi pelayaran kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF). Misi pelayaran tersebut bertujuan untuk menembus blokade laut Israel demi menyalurkan bantuan kemanusiaan langsung ke Jalur Gaza yang tengah luluh lantak.
Sebelum kapal kemanusiaan tersebut dihadang oleh militer Israel di perairan internasional, Bao Ngoc sempat menyuarakan keprihatinannya yang mendalam terhadap penderitaan warga Palestina. "Sebagai orang Vietnam yang pernah merasakan penderitaan dan kejahatan perang yang sama oleh imperialis Barat, khususnya Amerika Serikat, saya merasakan simpati yang sangat besar untuk rakyat Palestina," ujar Bao Ngoc dalam wawancara eksklusifnya dengan media Indonesia, Republika Online, dari atas kapal bantuan beberapa waktu lalu.
Pernyataan emosional tersebut langsung viral di seantero Vietnam dan memicu gelombang dukungan luar biasa dari generasi muda di negara itu. Namun, situasi berubah mencekam ketika video darurat (SOS) yang telah direkam sebelumnya oleh Bao Ngoc dirilis ke publik, mengonfirmasi bahwa dirinya telah ditangkap dan ditahan oleh otoritas Israel. Dalam rekaman tersebut, ia mendesak masyarakat untuk menekan Pemerintah Vietnam agar segera melakukan intervensi diplomatik guna menyelamatkan dirinya.
Anehnya, di tengah kepanikan publik dan desakan yang meluas di media sosial, pemerintah serta media arus utama yang dikontrol ketat oleh Partai Komunis Vietnam justru memilih bungkam selama dua hari penahanan Bao Ngoc. Sikap pasif ini sangat kontras dengan aksi cepat pemerintah tetangga seperti Indonesia dan Malaysia yang langsung mengutuk keras tindakan sepihak Israel terhadap warga negaranya yang ikut dalam rombongan kapal tersebut. Hal ini memicu kemarahan netizen Vietnam yang kemudian meluncurkan kampanye pengiriman lebih dari 2.000 petisi elektronik ke Kedutaan Besar Vietnam di Israel.
Setelah mendapat tekanan hebat dari publik dan badai teori konspirasi di media sosial, misi diplomatik Vietnam akhirnya memecahkan kesunyian mereka. Pihak kementerian luar negeri mengonfirmasi bahwa mereka telah bekerja di balik layar untuk memastikan keselamatan Bao Ngoc hingga akhirnya ia berhasil dibebaskan dan dideportasi ke Istanbul, Turki. Sejumlah pengamat menilai keterlibatan aktif generasi muda Vietnam dalam isu kemanusiaan global ini merupakan fenomena baru yang sangat langka di bawah pengawasan ketat rezim satu partai.