Keir Starmer Sampaikan Salam Perpisahan di Parlemen Inggris, Siap Dukung PM Baru
- Keir Starmer resmi berpamitan dari kursi Perdana Menteri Inggris dalam sesi Prime Minister’s Questions (PMQs) terakhirnya di hadapan parlemen.
- Andy Burnham diproyeksikan akan resmi diumumkan sebagai pemimpin baru Partai Buruh dan dijadwalkan menemui Raja Charles III pada Senin mendatang.
- Meskipun diwarnai suasana penuh haru dan doa untuk kesuksesan timnas Inggris di semifinal Piala Dunia, pemimpin oposisi Kemi Badenoch tetap melontarkan kritik tajam.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer resmi menyampaikan salam perpisahan di hadapan para anggota parlemen dalam sesi Prime Minister’s Questions (PMQs) terakhirnya pada Rabu waktu setempat. Dalam pidato perpisahannya, Starmer menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh penerus kepemimpinannya di pemerintahan maupun di internal Partai Buruh. Langkah ini menandai berakhirnya masa jabatan Starmer yang telah memimpin pemerintahan Inggris selama dua tahun terakhir di tengah berbagai dinamika politik domestik yang dinamis.
Starmer menyatakan bahwa dirinya sangat menginginkan pemerintahan Partai Buruh berikutnya dan juga negara Inggris secara keseluruhan dapat terus meraih kesuksesan di masa depan. Ia berjanji akan memberikan masukan dan bantuan secara tertutup demi menjaga stabilitas pemerintahan baru yang akan segera terbentuk. "Saya ingin pemerintahan Partai Buruh ini sukses. Saya ingin negara kita sukses. Saya akan memberikan dukungan saya secara privat jika diminta, bukan secara publik ketika tidak diminta," ujar Starmer di hadapan para anggota parlemen yang memadati ruang sidang.
Posisi Starmer sebagai pemimpin Partai Buruh dipastikan akan segera digantikan oleh Andy Burnham yang dijadwalkan resmi diumumkan pada hari Jumat ini. Burnham, yang sebelumnya menjabat sebagai Wali Kota Greater Manchester selama sembilan tahun, dipastikan melenggang mulus setelah mengantongi dukungan mayoritas mutlak dari 403 anggota parlemen Partai Buruh serta serikat pekerja utama. Dengan dominasi kursi Partai Buruh di House of Commons yang berjumlah 650 kursi, Burnham akan otomatis melenggang menjadi Perdana Menteri Inggris ketujuh dalam dekade ini dan dijadwalkan bertemu Raja Charles III pada Senin mendatang.
Suasana PMQs yang biasanya berlangsung riuh dan penuh ketegangan kali ini terasa jauh lebih hangat dan dipenuhi rasa hormat dari berbagai lintas fraksi partai. Para anggota parlemen dari kubu oposisi maupun koalisi bergantian menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian Starmer kepada publik selama menjabat. Uniknya, di sela-sela ucapan perpisahan, para anggota dewan juga menitipkan harapan agar Starmer memastikan tim nasional sepak bola Inggris bisa memenangi laga semifinal Piala Dunia melawan Argentina malam itu, untuk kemudian melaju mengalahkan Spanyol di laga final hari Minggu nanti.
Meski berlangsung dalam suasana kekeluargaan, dinamika politik tidak sepenuhnya hilang setelah pemimpin oposisi dari Partai Konservatif, Kemi Badenoch, melayangkan sindiran tajam kepada Starmer terkait konflik internal faksi Partai Buruh. Badenoch memperingatkan bahwa pergantian kepemimpinan ini bukanlah solusi ajaib yang bisa menyelesaikan seluruh benang kusut permasalahan di Inggris dalam sekejap mata. Menanggapi situasi tersebut, Starmer memilih bersikap tenang sembari menegaskan rasa bangganya terhadap warisan kebijakan yang ia tinggalkan. "Ini adalah akhir dari perjalanan politik saya. Dalam dua tahun di pemerintahan, saya meninggalkan negara ini dalam kondisi yang lebih baik daripada saat saya menemukannya. Saya bangga dengan semua yang telah kami capai," pungkas Starmer.