Misteri Pembunuhan Eks Politisi Inggris Ann Widdecombe, Kini Ditangani Polisi Antiteror
- Kepolisian antiteror Inggris resmi mengambil alih penyelidikan kasus dugaan pembunuhan mantan anggota parlemen senior, Ann Widdecombe.
- Pihak berwenang menemukan bukti dan informasi baru yang mengubah arah investigasi ke arah tindakan atau hasutan terorisme.
- Seorang pria berusia 28 tahun telah ditangkap di South Yorkshire dan status hukumnya ditingkatkan atas dugaan keterlibatan aksi teror.
Kepolisian antiteror Inggris kini resmi memimpin penyelidikan atas dugaan pembunuhan mantan anggota parlemen senior, Ann Widdecombe. Langkah ini diambil menyusul adanya temuan informasi serta bukti baru yang mengarah pada tindakan terorisme. Menteri Dalam Negeri Inggris, Shabana Mahmood, mengonfirmasi pengalihan penanganan kasus ini setelah sebelumnya polisi sempat menyatakan tidak ada indikasi motif politik atau teror dalam kematian politisi perempuan tersebut.
Dalam perkembangan terbaru, kepolisian antiteror menyatakan bahwa proses penyelidikan yang dinamis dan kompleks telah mengungkap fakta-fakta baru di lapangan. Pria berusia 28 tahun yang sebelumnya ditangkap di South Yorkshire kini telah ditahan kembali. Terduga pelaku yang diidentifikasi sebagai warga negara Inggris kulit putih itu ditangkap atas dugaan komisi, persiapan, atau penghasutan untuk melakukan tindakan terorisme.
Mendiang Ann Widdecombe yang berusia 78 tahun ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Haytor, Devon, Inggris barat. Polisi memperkirakan Widdecombe mengembuskan napas terakhirnya sehari sebelum jasadnya ditemukan. Berdasarkan pemeriksaan awal pihak medis dan kepolisian, mantan menteri dari Partai Konservatif tersebut mengalami serangkaian luka yang sangat serius di tubuhnya.
Semasa hidupnya, Widdecombe dikenal sebagai tokoh politik yang vokal dan kerap menghiasi layar kaca televisi Inggris. Pada tahun 2019, ia terpilih sebagai anggota Parlemen Eropa dari Partai Brexit yang dipimpin oleh Nigel Farage. Sebelum insiden tragis ini terjadi, ia sempat tampil dalam wawancara televisi untuk membela keputusan Farage yang mundur dari parlemen demi mencalonkan diri kembali melalui partai Reform UK.
Kasus tragis ini langsung memicu gelombang duka mendalam sekaligus kekhawatiran dari berbagai spektrum politik di Inggris. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyebut kematian Widdecombe sebagai kehilangan besar bagi negara. Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Bayangan dari Partai Konservatif, Chris Philp, mengingatkan kembali bahwa ancaman terhadap para politisi di Inggris sangat nyata, mengingat insiden serupa yang pernah menewaskan Sir David Amess dan Jo Cox beberapa tahun silam.