Andy Burnham Resmi Jadi PM Baru Inggris, Keir Starmer Pilih Mungut Koper Usai Digoyang Skandal
- Andy Burnham ditunjuk sebagai Perdana Menteri Inggris ke-7 sejak era paska-Brexit untuk menggantikan Keir Starmer.
- Keir Starmer mengundurkan diri setelah reputasinya anjlok akibat blunder kebijakan hingga skandal penunjukan kedutaannya.
- Burnham mencetak sejarah sebagai Perdana Menteri Inggris pertama yang beragama Katolik.
Dinamika politik Inggris kembali memanas setelah Andy Burnham dipastikan bakal dilantik menjadi Perdana Menteri Inggris yang baru. Langkah ini menjadikannya pemijat kursi kepemimpinan ketujuh di negara tersebut sejak Inggris resmi hengkang dari Uni Eropa pada tahun 2016 lalu. Prosesi pergantian kepemimpinan ini berlangsung di Istana Buckingham setelah Keir Starmer mengajukan pengunduran dirinya secara resmi kepada Raja Charles III.
Keir Starmer menyerahkan jabatannya usai mencatatkan rekor sebagai Perdana Menteri dari Partai Buruh dengan masa jabatan tersingkat dalam sejarah. Pengunduran diri Starmer dipicu oleh merosotnya tingkat kepuasan publik serta tekanan internal partai yang kian masif. Kehadiran Burnham yang kembali ke parlemen lewat pemilu sela bulan lalu menjadi amunisi utama penentu arah baru Partai Buruh.
Langkah Starmer harus terhenti akibat akumulasi blunder kebijakan dan skandal personal yang memicu kemarahan publik. Kebijakan pemotongan insentif energi bagi pensiunan, pengurangan tunjangan disabilitas, hingga penunjukan diplomat bermasalah yang terseret kasus Peter Mandelson dan Jeffrey Epstein menjadi pemicu utama kehancuran reputasi politiknya di mata warga Inggris.
Penunjukan Andy Burnham sebagai kepala pemerintahan baru juga mencatatkan sejarah manis tersendiri di ranah religi dan politik Britania Raya. Mantan Wali Kota Greater Manchester tersebut resmi menjadi Perdana Menteri Inggris pertama yang beragama Katolik. Hal ini menembus batasan hukum dan konvensi ketat berusia ratusan tahun sejak era Reformasi Gereja abad ke-16 yang sempat melarang figur Katolik menduduki tampuk tertinggi pemerintahan.
Sebagai sosok politik yang karismatik dan mendapat dukungan luas, Burnham dinilai menjadi satu-satunya figur yang sanggup membendung gelombang popularitas partai oposisi. Burnham yang memiliki latar belakang kuat dalam ajaran sosial Katolik diproyeksikan mampu membawa arah baru bagi pemulihan ekonomi serta kestabilan politik di Inggris.