Perpustakaan Jakarta Perpustakaan Jakarta
  • Internasional
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hukum
  • Entertainment
  • Bisnis
  • Budaya
  • Lingkungan
  • Teknologi
  • Amerika Serikat
  • Donald Trump
  • Kolombia
  • Inggris
  • Bali
  • Iran
  • Yogyakarta
  • Medan
  • Selat Hormuz
  • Surabaya
Kategori
Internasional Nasional Ekonomi Olahraga Hukum Entertainment Bisnis Budaya Lingkungan Teknologi
Tag
Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Inggris Bali Iran Yogyakarta Medan Selat Hormuz Surabaya

Kebijakan Bensin E20 India Picu Kemarahan Pemilik Kendaraan, Dituding Merusak Mesin

Redaksi Internasional • 15 Juli 2026, 15:31 • Internasional
  • Jutaan pemilik kendaraan di India mengeluhkan penurunan efisiensi bahan bakar dan performa mesin setelah wajib menggunakan bensin E20.
  • Pemerintah Narendra Modi memajukan target implementasi campuran etanol 20 persen dari tahun 2030 menjadi tahun 2025.
  • Kebijakan ini memicu polemik politik akibat dugaan konflik kepentingan serta dampak jangka panjang terhadap komponen mesin mobil tua.

Kebijakan Pemerintah India yang mempercepat transisi penggunaan bahan bakar ramah lingkungan kini menuai gelombang protes dari jutaan pemilik kendaraan di negara tersebut. Banyak pengendara di New Delhi terkejut saat mendapati bensin E20, yang mengandung campuran 20 persen etanol, menjadi satu-satunya pilihan di stasiun pengisian bahan bakar umum. Langkah agresif di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Narendra Modi ini memicu keluhan massal terkait penurunan performa mobil secara drastis.

Para pemilik sedan bensin mengeluhkan penurunan efisiensi bahan bakar yang mencapai lebih dari 10 persen setelah beberapa minggu menggunakan bensin E20. Kendaraan dinilai menjadi kurang responsif, akselerasi melambat saat menyalip, dan tenaga mesin melemah secara signifikan ketika menanjak atau saat pendingin udara dinyalakan. Masalah ini memicu kemarahan publik setelah Jaksa Agung India sempat menyebut bahwa implementasi bensin dengan kadar etanol tinggi ini masih bersifat eksperimen.

Menteri Transportasi Jalan dan Komando Federal India, Nitin Gadkari, mengakui adanya penurunan jarak tempuh kendaraan akibat karakteristik energi etanol yang lebih rendah dibandingkan bensin konvensional. Meski demikian, Gadkari membela kebijakan tersebut dengan menyatakan bahwa program pencampuran etanol aman dan mampu mendongkrak pendapatan petani tebu serta jagung lokal. Langkah ini juga diklaim berhasil menekan ketergantungan India terhadap impor minyak mentah global yang sangat tinggi.

Di sisi lain, oposisi politik dan pakar otomotif independen seperti Sajad Ahmad Wani memperingatkan dampak jangka panjang korosi etanol terhadap komponen mobil tua. Sifat anhydrous etanol yang korosif dapat mempercepat keausan pada selang karet, segel, gasket, dan sistem bahan bakar jika kendaraan belum tersertifikasi E20. Kritik tajam juga mengarah pada dugaan konflik kepentingan karena keluarga Menteri Gadkari diketahui memiliki saham di perusahaan produsen etanol.

Kelompok pemantau lingkungan hidup turut menyoroti bahwa ekspansi lahan pertanian untuk mendukung industri biofuel berpotensi menguras pasokan air di wilayah rawan kekeringan. Berbeda dengan Brasil yang sukses menerapkan kebijakan serupa karena didukung adaptasi kendaraan bermesin fleksibel, India dinilai terlalu terburu-buru melakukan transisi massal. Konsumen kini mendesak transparansi informasi yang lebih jelas di setiap SPBU agar pemilik mobil dapat mengantisipasi risiko kerusakan mesin.

Tags: Narendra Modi Nitin Gadkari New Delhi Maruti Suzuki India
Sumber: Al Jazeera

Artikel Lainnya

Australia Perketat Hukum Larangan Media Sosial Bagi Anak di Bawah 16 Tahun 15 Jul 2026, 06:04
Efek Kemenangan Abelardo de la Espriella, Gebrakan Baru Sektor Bahan Bakar Kolombia 15 Jul 2026, 11:06
Festival Latin Terbesar Kanada Mencekam, Penembakan Massal di Toronto Tewaskan 2 Orang 15 Jul 2026, 03:03
Usai Sindikat Scam Digerebek, Ribuan Korban TPPO Kini Telantar di Kamboja 15 Jul 2026, 11:09

Terbaru

Pengusaha SPBU Kolombia Galang Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa Venezuela 15 Jul 2026, 16:10
Dilema Ekonomi Tiongkok, Antara Ambisi Pembangunan Masif dan Krisis Pengangguran Muda 15 Jul 2026, 16:10
Menteri Keuangan Chile Bantah Ada Trik dalam Rencana Pemangkasan Pajak Korporasi 15 Jul 2026, 16:06
Reformasi Dana Bahan Bakar Kolombia, Pengusaha Minta Harga Tetap Stabil dan Transparan 15 Jul 2026, 16:05
Dolar Venezuela Tembus 723 Bolivar, Inflasi dan Kebutuhan Transaksi Picu Lonjakan 15 Jul 2026, 16:05
Ekonomi Cile Terpuruk, Pesimisme Finansial Rumah Tangga Tembus Level Terburuk dalam 12 Tahun 15 Jul 2026, 16:04
Polemik Kontrak Lahan Milik Mafia di Kolombia, Dituding Jadi Kedok Aksi Perampasan Aset 15 Jul 2026, 16:04

Kategori

Internasional 53 artikel
Nasional 50 artikel
Ekonomi 48 artikel
Olahraga 40 artikel
Hukum 21 artikel
Entertainment 17 artikel
Bisnis 15 artikel
Budaya 12 artikel
Lingkungan 9 artikel
Teknologi 6 artikel

Tag Populer

Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Inggris Bali Iran Yogyakarta Medan Selat Hormuz Surabaya
Perpustakaan Jakarta • Pusat Literasi dan Informasi Terpercaya
Privacy Policy • Cookie Policy • Legal Notice • Subscription Terms • Privacy Settings
2018 Perpustakaan Jakarta. All rights reserved.