Perpustakaan Jakarta Perpustakaan Jakarta
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hukum
  • Entertainment
  • Bisnis
  • Budaya
  • Lingkungan
  • Teknologi
  • Amerika Serikat
  • Donald Trump
  • Kolombia
  • Bali
  • Inggris
  • Iran
  • Surabaya
  • Yogyakarta
  • Spanyol
  • Prancis
Kategori
Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Hukum Entertainment Bisnis Budaya Lingkungan Teknologi
Tag
Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Bali Inggris Iran Surabaya Yogyakarta Spanyol Prancis

Gawat, Pendukung Militan Donald Trump Anjlok ke Rekor Terendah Sepanjang Sejarah

Yahoo News • 19 Juli 2026, 12:15 • Internasional
  • Survei terbaru dari Washington Post-Ipsos mencatat hanya 15 persen warga Amerika Serikat yang menyatakan sangat mendukung kepemimpinan Donald Trump.
  • Tren penurunan ini dikonfirmasi oleh berbagai lembaga survei kredibel lainnya seperti Fox News dan Reuters-Ipsos yang menempatkan loyalitas loyalis Trump di bawah 20 persen.
  • Kemerosotan dukungan ini juga melanda basis pemilih krusial Trump, termasuk kelompok warga kulit putih tanpa gelar sarjana dan pemilih dari Partai Republik.

Kekuatan politik Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang selama ini bertumpu pada loyalitas buta para pendukung militannya dilaporkan mulai rapuh. Asumsi konvensional yang menyebut Trump memiliki basis massa yang sangat fanatik kini tidak lagi relevan melihat tren penurunan popularitasnya yang sangat drastis. Hasil jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa kelompok pendukung setia yang menjadi pilar utama kekuatan politiknya kini telah menyusut ke titik terendah dalam sejarah.

Berdasarkan survei terbaru yang dirilis oleh Washington Post-Ipsos, hanya ada sekitar 15 persen warga Amerika Serikat yang menyatakan sangat menyetujui kinerja Trump saat ini. Angka tersebut setara dengan kurang dari satu dari setiap enam orang di negara tersebut, yang sekaligus menandai rekor terendah sepanjang sejarah jajak pendapat itu dilakukan. Padahal, sebagai perbandingan, tingkat dukungan kuat terhadap Trump langsung pascapelantikan dan pada Februari 2025 sempat mencapai angka 27 persen.

Penurunan tajam ini ternyata tidak hanya terekam oleh satu lembaga survei saja melainkan terkonfirmasi melalui serangkaian riset opini publik berstandar tinggi lainnya. Data dari Reuters-Ipsos mencatat dukungan kuat sebesar 14 persen, diikuti oleh Marquette Law School sebesar 16 persen, AP-NORC dengan 19 persen, dan Fox News di angka 20 persen. Rentetan data makro ini membuktikan bahwa persentase warga yang benar-benar membela kebijakan Trump kini secara konsisten berada di rentang bawah.

Fenomena mengkhawatirkan bagi kubu Gedung Putih ini juga merambah ke demografi pemilih yang selama ini dianggap sebagai benteng pertahanan politik Trump. Di kalangan internal Partai Republik, tercatat hanya 41 persen yang menyatakan sangat mendukung, sementara di kalangan pemilih independen angka tersebut anjlok hingga tersisa 6 persen saja. Bahkan pada kelompok masyarakat kulit putih yang tidak menempuh pendidikan tinggi, yang secara tradisional merupakan pendukung paling fanatik, tingkat dukungan kuatnya kini merosot hingga 24 persen.

Realitas ini memperlihatkan bahwa cengkeraman besi Trump atas gerakan politik skala besar di Amerika Serikat perlahan mulai terlepas akibat akumulasi kekecewaan publik. Sejumlah jajak pendapat dalam beberapa bulan terakhir juga mengindikasikan banyak pemilih yang mulai mempertanyakan kembali keputusan politik mereka pada pemilu 2024 lalu. Jika tren pengikisan basis massa ini terus berlanjut tanpa ada perubahan strategi yang signifikan, posisi politik Trump diprediksi akan semakin tersudut menjelang pemilihan paruh waktu.

Tags: Donald Trump Washington Post Ipsos Amerika Serikat
Sumber: Yahoo News

Artikel Lainnya

Nyawa Terancam Terus, Donald Trump Malah Sering Jadikan Rencana Pembunuhan Dirinya Bahan Candaan 17 Jul 2026, 07:43
Donald Trump Bagikan Video Berisi Seruan Deportasi Wali Kota New York Zohran Mamdani 15 Jul 2026, 15:23
Donald Trump Kecam Henry Cuellar, Anggota Kongres yang Pernah Ia Ampuni 15 Jul 2026, 03:15
Bongkar Skandal Gedung Putih, Donald Trump Diduga Keruk Cuan Lewat Saham dan Isu Monopoli Informasi 19 Jul 2026, 18:29

Terbaru

Waspada, BMKG Bima Beri Peringatan Dini Potensi Hujan Ekstrem dan Gelombang Tinggi Laut Selatan NTB 19 Jul 2026, 19:30
Sarang Teroris Diobrak-Abrik, Militer Pakistan Habisi 24 Militan di Perbatasan Afghanistan! 19 Jul 2026, 19:15
Heboh Klaim Dana Rp 900 Miliar dari BID, Bank Dunia Langsung Beri Bantahan Keras! 19 Jul 2026, 19:15
Lonjakan Gila Penumpang Pesawat di Kolombia, Hampir Sejuta Orang Serbu Bandara Libur Pekan Ini! 19 Jul 2026, 19:14
Buku Dianggap Racun, Hong Kong Murka dan Grebek Toko Buku Independen! 19 Jul 2026, 19:14
Mundur dari Jabatan Bos Mercado Libre, Alan Meyer Siapkan Rencana Kejutan Ini 19 Jul 2026, 19:13
Chile Lolos dari Lubang Jarum, Risiko Resesi Ekonomi Menurun Drastis Karena Faktor Ini 19 Jul 2026, 19:13

Kategori

Nasional 151 artikel
Internasional 129 artikel
Ekonomi 120 artikel
Olahraga 119 artikel
Hukum 56 artikel
Entertainment 54 artikel
Bisnis 41 artikel
Budaya 35 artikel
Lingkungan 31 artikel
Teknologi 19 artikel

Tag Populer

Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Bali Inggris Iran Surabaya Yogyakarta Spanyol Prancis
Perpustakaan Jakarta • Pusat Literasi dan Informasi Terpercaya
Privacy Policy • Cookie Policy • Legal Notice • Subscription Terms • Privacy Settings
2018 Perpustakaan Jakarta. All rights reserved.