Perpustakaan Jakarta Perpustakaan Jakarta
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hukum
  • Entertainment
  • Bisnis
  • Budaya
  • Lingkungan
  • Teknologi
  • Amerika Serikat
  • Donald Trump
  • Kolombia
  • Bali
  • Inggris
  • Iran
  • Surabaya
  • Yogyakarta
  • Spanyol
  • Prancis
Kategori
Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Hukum Entertainment Bisnis Budaya Lingkungan Teknologi
Tag
Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Bali Inggris Iran Surabaya Yogyakarta Spanyol Prancis

Bongkar Skandal Gedung Putih, Donald Trump Diduga Keruk Cuan Lewat Saham dan Isu Monopoli Informasi

Raden Aditya • 19 Juli 2026, 18:29 • Internasional
  • Presiden AS Donald Trump dan timnya menghadapi gelombang tuduhan konflik kepentingan serius terkait dugaan mencari keuntungan finansial pribadi selama masa jabatannya.
  • Investigasi menemukan indikasi penggunaan akun Truth Social untuk memengaruhi pasar saham, bersamaan dengan skandal insider trading yang menjerat operator teleprompter Gedung Putih.
  • Perusahaan milik Trump berencana menjual akses data feed (API) eksklusif kepada firma Wall Street agar mereka bisa mengeksekusi perdagangan kilat berbasis unggahan sang presiden.

Sorotan tajam kembali mengarah pada integritas pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyusul serangkaian laporan dugaan konflik kepentingan yang kian vulgar. Banyak pihak menilai sang presiden beserta lingkaran dalamnya memanfaatkan jabatan di periode kedua ini demi memperkaya diri sendiri secara tidak wajar. Berbagai temuan investigasi yang mencuat dalam waktu berdekatan memperlihatkan betapa tipisnya batas antara kebijakan negara dan bisnis pribadi di bawah kepemimpinan Trump saat ini.

Salah satu temuan paling mengejutkan datang dari investigasi media CNN yang membeberkan bahwa Trump kerap mempromosikan lebih dari 20 perusahaan melalui akun Truth Social miliknya hanya berselang beberapa hari setelah membeli saham di perusahaan-perusahaan tersebut. Tidak jarang pengumuman atau tindakan resmi pemerintah yang menguntungkan korporasi itu dirilis secara simultan dengan aktivitas investasinya. Langkah ini dinilai banyak analis pasar sebagai bentuk intervensi informasi yang sangat menguntungkan portofolio pribadi sang presiden.

Ironisnya, dugaan praktik curang ini tidak hanya berhenti di level tertinggi, melainkan juga merembet ke jajaran staf kepresidenan. Operator teleprompter Gedung Putih bernama Gabriel Perez kini tengah diselidiki oleh Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi (CFTC) atas dugaan melakukan insider trading bernilai lebih dari 90.000 dolar AS. Perez diduga memanfaatkan akses awal terhadap naskah pidato rahasia Trump untuk bertaruh di pasar prediksi. Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengonfirmasi bahwa Trump telah mengetahui laporan tersebut dan mengutuk keras tindakan itu sembari menonaktifkan Perez tanpa gaji.

Puncak dari rentetan skandal ini adalah rencana Trump Media & Technology Group untuk menjual akses data feed khusus (API) berbayar kepada firma-firma raksasa di Wall Street mulai bulan depan. Fasilitas API ini nantinya memungkinkan para investor kakap menerima unggahan dari akun-akun populer di Truth Social, terutama akun Trump sendiri, secara real-time demi melakukan transaksi kilat sebelum pasar merespons secara umum. Langkah komersialisasi ini dinilai sangat rawan karena Trump selama ini terbukti sering mengunggah pesan krusial, seperti isu ketegangan geopolitik dengan Iran, tepat pada saat pembukaan atau penutupan bursa saham.

Meski juru bicara Gedung Putih Anna Kelly bersikeras menyatakan bahwa investasi Trump dikelola oleh pihak ketiga dan mengklaim tidak ada konflik kepentingan, publik telanjur skeptis. Terlebih lagi, Trump dalam wawancara terdahulu secara blak-blakan mengaku tidak peduli dengan persepsi publik dan merasa berhak menjalankan bisnisnya karena merasa kurang mendapat apresiasi pada periode pertamanya. Dengan akumulasi kekayaan dari sektor mata uang kripto yang menembus angka 1 miliar dolar AS serta tumpang tindih urusan bisnis keluarganya dengan kebijakan luar negeri, riak politik di Washington diprediksi akan semakin memanas dalam beberapa bulan ke depan.

Tags: Donald Trump Gedung Putih Wall Street Cnn Amerika Serikat
Sumber: Yahoo News

Artikel Lainnya

Donald Trump Kecam Henry Cuellar, Anggota Kongres yang Pernah Ia Ampuni 15 Jul 2026, 03:15
Donald Trump Bakal Pidato Nasional, Soroti Celah Keamanan Mesin Pemungutan Suara AS 15 Jul 2026, 03:15
Nyawa Terancam Terus, Donald Trump Malah Sering Jadikan Rencana Pembunuhan Dirinya Bahan Candaan 17 Jul 2026, 07:43
Donald Trump Temui PM Irak di Gedung Putih, Sepakati Kerja Sama Ekonomi dan Targetkan Produksi Minyak 15 Jul 2026, 03:28

Terbaru

Waspada, BMKG Bima Beri Peringatan Dini Potensi Hujan Ekstrem dan Gelombang Tinggi Laut Selatan NTB 19 Jul 2026, 19:30
Sarang Teroris Diobrak-Abrik, Militer Pakistan Habisi 24 Militan di Perbatasan Afghanistan! 19 Jul 2026, 19:15
Heboh Klaim Dana Rp 900 Miliar dari BID, Bank Dunia Langsung Beri Bantahan Keras! 19 Jul 2026, 19:15
Lonjakan Gila Penumpang Pesawat di Kolombia, Hampir Sejuta Orang Serbu Bandara Libur Pekan Ini! 19 Jul 2026, 19:14
Buku Dianggap Racun, Hong Kong Murka dan Grebek Toko Buku Independen! 19 Jul 2026, 19:14
Mundur dari Jabatan Bos Mercado Libre, Alan Meyer Siapkan Rencana Kejutan Ini 19 Jul 2026, 19:13
Chile Lolos dari Lubang Jarum, Risiko Resesi Ekonomi Menurun Drastis Karena Faktor Ini 19 Jul 2026, 19:13

Kategori

Nasional 151 artikel
Internasional 129 artikel
Ekonomi 120 artikel
Olahraga 119 artikel
Hukum 56 artikel
Entertainment 54 artikel
Bisnis 41 artikel
Budaya 35 artikel
Lingkungan 31 artikel
Teknologi 19 artikel

Tag Populer

Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Bali Inggris Iran Surabaya Yogyakarta Spanyol Prancis
Perpustakaan Jakarta • Pusat Literasi dan Informasi Terpercaya
Privacy Policy • Cookie Policy • Legal Notice • Subscription Terms • Privacy Settings
2018 Perpustakaan Jakarta. All rights reserved.