Donald Trump Bagikan Video Berisi Seruan Deportasi Wali Kota New York Zohran Mamdani
- Presiden AS Donald Trump membagikan video berdurasi 49 menit dari komentator konservatif Michael Savage yang menyerukan deportasi politisi sosialis demokrat.
- Video tersebut secara spesifik menyasar Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, serta Senator Bernie Sanders, dan melabeli mereka sebagai komunis garis keras.
- Sentimen anti-sosialis ini memicu perdebatan sengit di panggung politik AS di tengah naiknya popularitas kandidat sosialis demokrat akibat isu inflasi.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu kontroversi setelah membagikan sebuah video yang menyerukan deportasi terhadap para politisi yang dinilai sebagai kelompok komunis garis keras. Secara mengejutkan, video tersebut secara spesifik menyebut nama Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, yang merupakan seorang politisi dari faksi sosialis demokrat. Unggahan ini langsung memantik perdebatan hangat di tengah tensi politik domestik AS yang kian memanas.
Video berdurasi 49 menit yang dibagikan oleh Trump tersebut awalnya diunggah pada 4 Juli oleh komentator konservatif terkemuka, Michael Savage. Dalam narasinya, Savage mengklaim bahwa para kandidat sosialis demokrat yang maju lewat Partai Demokrat secara perlahan sedang mengubah AS menjadi negara sosialis melalui berbagai program gratis. Savage bahkan secara ekstrem menyamakan arah politik para kandidat tersebut dengan situasi di Kamboja saat berada di bawah rezim diktator Pol Pot.
'Itulah yang akan dilakukan oleh Mamdani dan kelompok Sosialis Demokrat kepada Anda. Lupakan senyuman mereka, lupakan omong kosong bahwa sistem ini seperti di Denmark dan Norwegia. Mereka adalah bajingan komunis garis keras yang harus dihentikan, dikriminalisasi, dan dideportasi,' ujar Savage dalam rekaman video tersebut. Savage juga melontarkan ancaman bahwa negara paman sam tersebut akan runtuh jika tindakan tegas berupa deportasi tidak segera dilakukan terhadap kelompok kiri tersebut.
Langkah Trump membagikan video ini dinilai cukup mengejutkan mengingat dinamika hubungannya dengan Zohran Mamdani. Meski Trump kerap menyerang kubu Demokrat yang dianggapnya bergeser ke arah komunisme, ia beberapa kali sempat memberikan pujian kepada Mamdani. Trump bahkan pernah menggelar pertemuan yang berlangsung cukup hangat dengan Mamdani di Gedung Putih setelah politisi sosialis demokrat tersebut memenangkan pemilu Wali Kota New York tahun lalu.
Savage tidak hanya menyasar Mamdani, melainkan juga menyebut Senator Bernie Sanders sebagai bagian dari kelompok yang harus dikirim ke luar negeri. 'Saya akan mengirim mereka ke Uganda sebelum mereka menyebarkan kanker ini,' cetus Savage yang juga mengecam keras putusan Mahkamah Agung AS terkait hak kewarganegaraan berdasarkan tempat lahir. Di sisi lain, Trump sendiri sebelumnya sempat menyatakan kepada wartawan di Ruang Oval bahwa gerakan sosialis demokrat jauh lebih berbahaya bagi AS dibandingkan dengan Perang Dunia maupun tragedi 11 September.
Isu ini mencuat di tengah strategi Partai Demokrat yang mulai memanfaatkan isu keterjangkauan biaya hidup untuk menarik pemilih saat inflasi terus melonjak di bawah pemerintahan Trump. Sementara itu, jajak pendapat terbaru dari The Economist bersama YouGov menunjukkan polarisasi yang kuat di masyarakat. Sebanyak 32 persen responden memandang sosialisme secara positif, namun 39 persen lainnya memandang ideologi tersebut secara negatif, mencerminkan keraguan publik terhadap janji-janji kampanye kelompok kiri.