Loading...

Tekan Emisi Bangunan, Industri Konstruksi Didorong Gunakan Material Hijau

Ilustrasi bangunan hijau dan material konstruksi ramah lingkungan di Indonesia

Ilustrasi bangunan hijau dan material konstruksi ramah lingkungan di Indonesia

Share:

Industri konstruksi di Indonesia didorong untuk menggunakan material hijau demi menekan emisi bangunan yang terus meningkat. Pembahasan penting ini mengemuka dalam ajang Indonesia Green Building Festival 2026 di Bandung.

“Upaya ini perlu didorong secara menyeluruh, mulai dari desain, pemilihan material, proses konstruksi, hingga operasional bangunan. Dengan demikian, kebutuhan pembangunan dapat terus terpenuhi dengan jejak karbon yang semakin rendah," ujar Rizki.”

— Industri Konstruksi dan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

Penggunaan material rendah karbon dinilai sangat penting guna mengurangi dampak lingkungan dari pembangunan gedung serta infrastruktur yang terus mengalami peningkatan. Kesadaran ini mendorong berbagai pihak untuk segera mengalihkan fokus pada praktik pembangunan yang lebih ramah lingkungan demi masa depan.

Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Rizki Kresno Edhie Hambali menyatakan bahwa pengurangan emisi perlu dilakukan secara menyeluruh pada setiap tahapan pembangunan. "Upaya ini perlu didorong secara menyeluruh, mulai dari desain, pemilihan material, proses konstruksi, hingga operasional bangunan. Dengan demikian, kebutuhan pembangunan dapat terus terpenuhi dengan jejak karbon yang semakin rendah," ujar Rizki, Jumat (11/9/2026).

Persoalan mendesak tersebut dibahas secara mendalam dalam forum Indonesia Green Building Festival 2026-Bangun Indonesia: Bandung Chapter yang diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung (ITB). Forum strategis ini berhasil mempertemukan para praktisi konstruksi, arsitek, regulator, serta akademisi untuk merumuskan penerapan bangunan hijau di tanah air.

Transformasi dalam sektor konstruksi ini diharapkan mampu menjadi solusi nyata dalam menekan laju perubahan iklim global. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama agar target penurunan emisi dapat segera terealisasi dengan baik.

Peran Strategis Industri Bahan Bangunan

Ketua Green Building Council Indonesia Ignesjz Kemalawarta menegaskan bahwa keterlibatan aktif dari industri bahan bangunan sangat diperlukan untuk memperluas cakupan pembangunan rendah karbon. Tanpa dukungan industri ini, transisi menuju konstruksi hijau akan berjalan lambat.

"Penggunaan material konstruksi seperti beton memiliki skala sangat besar. Karena itu, inovasi untuk menurunkan emisi karbon dari material bangunan akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan rendah karbon di Indonesia," kata Ignesjz. Inovasi material menjadi titik tumpu dalam menekan angka emisi secara masif.

Sebagai langkah nyata, Solusi Bangun Indonesia yang merupakan anak perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG terus mengembangkan proses produksi rendah emisi. Perusahaan menerapkan penggunaan bahan baku serta bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Selain itu, peningkatan efisiensi energi serta pemanfaatan energi terbarukan juga menjadi fokus utama dalam operasional mereka sehari-hari. Langkah ini membuktikan komitmen dunia usaha dalam mendukung target pembangunan berkelanjutan.

Inovasi Produk dan Keberlanjutan Jangka Panjang

Berbagai produk inovatif telah dikembangkan untuk menjawab tantangan industri konstruksi modern saat ini. Perusahaan mengembangkan semen untuk kebutuhan khusus, material stabilisasi tanah, serta beragam produk beton berkualitas tinggi.

Contoh nyata inovasi tersebut meliputi beton berpori yang memungkinkan air meresap langsung ke dalam tanah serta beton cepat kering guna mempercepat proses perbaikan jalan. Inovasi ini memberikan solusi teknis yang efektif bagi kebutuhan infrastruktur publik.

Menurut Rizki, material berkelanjutan tetap harus memiliki kualitas dan daya tahan yang memadai agar aman digunakan dalam jangka panjang. Standar mutu yang tinggi tidak boleh dikorbankan demi tercapainya efisiensi lingkungan.

Berdasarkan data dari laporan terkini, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk mencatatkan pencapaian positif di tengah ketatnya tekanan industri. Perusahaan berhasil meraup laba sebesar Rp 278 miliar seiring dengan dihidupkannya kembali Semen Kujang.

Leave a Comment