Loading...

FFPM 2026 Konsolidasikan Strategi Penguatan Fasilitas Produksi Migas

2026-09-04 NEWS FFPM 2026, MIGAS, ENERGI
Suasana penyelenggaraan Forum Fasilitas Produksi Migas FFPM 2026 di Jakarta

Suasana penyelenggaraan Forum Fasilitas Produksi Migas FFPM 2026 di Jakarta

Share:

Penyelenggaraan Forum Fasilitas Produksi Migas (FFPM) 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama tiga hari di Jakarta. Forum ini menjadi wadah penting dalam mengonsolidasikan strategi penguatan fasilitas produksi, inovasi teknologi, serta ekosistem industri migas demi memperkuat ketahanan energi nasional.

“Dinamika industri minyak dan gas bumi saat ini menuntut kita untuk memecah sekat-sekat operasional. FFPM 2026 secara khusus dirancang untuk menjembatani sinergi hulu dan hilir guna memastikan ketahanan energi nasional," ujar Ketua FFPM 2026, Irfan Eka Wardhana.”

— Forum Fasilitas Produksi Migas (FFPM) 2026

Penyelenggaraan Forum Fasilitas Produksi Migas (FFPM) 2026 sukses digelar selama tiga hari penuh mulai tanggal 1 hingga 3 September 2026 di Jakarta. Mengusung tema Securing Energy Supply Across Production Facilities and Infrastructure, ajang ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan utama di sektor minyak dan gas bumi.

Melalui forum tersebut, para pembicara terkemuka membahas upaya strategis penguatan ketahanan energi melalui optimalisasi fasilitas produksi serta infrastruktur pendukungnya. Agenda hari terakhir difokuskan pada tahap konsolidasi, menyusul rangkaian acara sebelumnya yang mencakup ajang penghargaan inovasi, forum bisnis, hingga seremoni penutupan resmi.

Ketua FFPM 2026, Irfan Eka Wardhana, menyatakan bahwa penyelenggaraan forum ini berakar dari kebutuhan mendesak untuk mempererat keterhubungan lintas sektor di industri migas. "Dinamika industri minyak dan gas bumi saat ini menuntut kita untuk memecah sekat-sekat operasional. FFPM 2026 secara khusus dirancang untuk menjembatani sinergi hulu dan hilir guna memastikan ketahanan energi nasional," ujar Irfan dalam keterangannya.

Rangkaian kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah diskusi tingkat tinggi, tetapi juga melahirkan berbagai solusi teknis nyata bagi para operator dan regulator. Diharapkan hasil konsolidasi ini dapat segera diimplementasikan guna menjaga keandalan operasional fasilitas migas di seluruh tanah air.

Ajang IAFMI Innovation Award dan Penganugerahan Karya Terbaik

Agenda hari ketiga pembukaan diawali dengan pelaksanaan IAFMI Innovation Award yang menghadirkan sejumlah juri kompeten dari berbagai instansi terkemuka. Juri tersebut meliputi Harmadi dari PT Pertamina EP Cepu, Pri Januar Gusnawan dari Departemen Teknik Kimia ITB, serta Rokhmatulloh dari JOB Pertamina Medco E&P Sulawesi.

Kompetisi inovasi ini telah menjadi agenda rutin sejak tahun 2023 guna mendorong lahirnya gagasan teknis baru serta berbagi pengetahuan di bidang teknologi migas. Dari puluhan karya ilmiah yang masuk, proses seleksi ketat berhasil menyaring lima finalis terbaik untuk mempresentasikan inovasi mereka.

Dewan juri akhirnya menetapkan tiga pemenang utama yang dinilai menghadirkan dampak signifikan bagi efisiensi dan keandalan industri. Inovasi dari Refinery Unit V Balikpapan sukses menyabet juara pertama, disusul inovasi metode dari Pertamina Balongan di posisi kedua, serta strategi kompresor offshore sebagai juara favorit.

Kehadiran berbagai karya inovatif ini membuktikan bahwa kapasitas teknis anak bangsa terus berkembang dalam menjawab tantangan operasional lapangan migas yang semakin kompleks. Ajang ini sekaligus memperkuat ekosistem riset terapan di lingkungan industri energi nasional.

Business Forum dan Pandangan Penguatan Industri Energi

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan Business Forum bertajuk Strengthening the Oil and Gas Production Facilities Operations Goods Industry Ecosystem to Support National Energy Security. Forum ini berfokus pada penguatan ekosistem industri barang guna menunjang operasional fasilitas produksi migas secara keseluruhan.

Diskusi panel tersebut menghadirkan sejumlah pejabat penting dan praktisi senior, termasuk perwakilan dari Kementerian ESDM, Direktorat Jenderal ILMATE, SKK Migas, hingga asosiasi industri terkait. Kehadiran para pemangku kepentingan ini memperkuat sinergi antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan riil para pelaku usaha di lapangan.

Ketua IAFMI, Luky A. Yusgiantoro, menegaskan bahwa tantangan utama sektor migas saat ini adalah merawat fasilitas yang telah menua agar tetap beroperasi aman dan efisien. "FFPM 2026 menyediakan wadah untuk menyusun strategi yang komprehensif dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut. Industri migas menghadapi kebutuhan untuk menjaga fasilitas yang telah menua agar tetap beroperasi secara aman dan efisien," kata Luky.

Seluruh rangkaian FFPM 2026 ditutup dengan harapan besar agar kolaborasi lintas sektor yang telah terbangun dapat berlanjut secara konsisten. Integrasi rantai pasok dan optimalisasi infrastruktur penyimpanan yang dirumuskan dalam forum ini diyakini mampu menjaga kesinambungan pasokan energi Indonesia di masa depan.

Leave a Comment