Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, resmi dieksekusi dan diambil alih oleh Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK). Di balik ketegangan di pintu masuk, kondisi interior hotel bintang lima ini terpantau masih mempertahankan kemewahannya.
Hotel Sultan yang terletak di kawasan strategis Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, secara resmi menjalani proses eksekusi pada Kamis pagi. Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) bersama aparat keamanan berhasil masuk ke area hotel untuk mengambil alih aset milik negara tersebut.
Proses pengambilalihan ini diwarnai situasi yang cukup tegang di bagian luar bangunan. Berdasarkan pantauan di lokasi, area pintu masuk hotel tampak dipenuhi oleh tumpukan batu, bambu, serta sisa sampah akibat kerusuhan massa yang sempat terjadi sebelumnya.
Kendati demikian, situasi berbeda terlihat ketika memasuki bagian dalam bangunan utama hotel. Kemewahan khas hotel bintang lima tersebut dilaporkan masih terjaga dengan baik tanpa kerusakan berarti pada bagian dekorasi interior utamanya.
Aparat kepolisian bersama staf PPKGBK terus melanjutkan proses pengamanan ketat di sekitar area hotel yang sebelumnya dikelola oleh PT Indobuildco. Kehadiran petugas difokuskan untuk menjaga keamanan aset serta menangani tamu yang masih berada di dalam hotel.
Penampakan Kemewahan Lobi Hotel Sultan
Begitu melangkah ke area lobi, para pengunjung langsung disambut oleh dekorasi megah berupa lampu gantung kristal yang elegan serta pajangan vas bunga anggrek segar. Nuansa klasik dan mewah langsung terasa mendominasi ruangan penyambutan tamu tersebut.
Di sisi sebelah kanan lobi, area resepsionis berdiri dengan dihiasi tiga buah cermin besar yang masih terpajang rapi pada dinding. Sementara di sisi sebelah kiri, terdapat sudut khusus yang dilengkapi set gamelan lengkap untuk menyambut tamu dengan alunan musik tradisional Jawa.
Material bangunan berkualitas tinggi juga masih mendominasi struktur interior lobi hotel. Lantai berlapis marmer kombinasi krem dan hitam tampak bersih, berpadu serasi dengan pilar beton berbalut lapisan vinyl kayu berwarna cokelat.
Elemen arsitektur pendukung seperti pintu kaca yang kokoh serta dinding berwarna putih tulang masih berdiri kokoh dan terawat. Hal ini menunjukkan bahwa struktur fisik bagian dalam bangunan masih dalam kondisi yang sangat prima.
Read Also
Gempa M 7,4 Guncang Kolombia, 111 Korban Jiwa, Tanggap Darurat Ditetapkan
Gempa bumi bermagnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia dan...
Jerman Hadapi Ancaman Perang Besar dan Serangan Hibrida Rutin
Pemerintah Jerman memperingatkan bahwa negara tersebut kini menghadapi...
Alasan Sultan Brunei Cabut Gelar Kerajaan Menantu Raabidatul Adawiyyah
Sultan Brunei Hassanal Bolkiah secara mendadak mencabut gelar kerajaan...
Kanal Pinglu Hubungkan China dan Asia Tenggara Siap Beroperasi September
Proyek Kanal Pinglu sepanjang 134,2 kilometer yang menghubungkan pedalaman...
Situasi Keamanan dan Keberadaan Tamu di Lokasi
Di tengah proses eksekusi dan pengamanan yang berlangsung ketat, tercatat masih ada beberapa tamu hotel yang terdiri dari keluarga bersama anak-anak berada di dalam kawasan hotel. Mereka tampak terjebak di tengah situasi peralihan pengelolaan aset negara ini.
Pihak PPKGBK bersama jajaran Kepolisian bertindak cepat untuk memastikan keselamatan serta kenyamanan para tamu yang masih tertahan di dalam area hotel. Petugas memberikan pengawalan serta pengamanan intensif guna menghindari potensi gangguan keamanan lanjutan.
Ketegangan yang sempat terjadi di gerbang utama perlahan diredam berkat kesiapsiagaan aparat gabungan. Fokus utama pengamanan saat ini adalah memastikan seluruh aktivitas di dalam kompleks hotel dapat terkendali dengan baik.
Pengambilalihan Hotel Sultan oleh negara ini menandai babak baru dalam pengelolaan aset strategis di kawasan Gelora Bung Karno. Pemerintah berkomitmen untuk menata ulang kawasan tersebut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku demi kepentingan negara.