Loading...

Ancaman China Membayangi, Sirene Serangan hingga Tank Dikerahkan di Taiwan

2026-08-11 NEWS TAIWAN, CHINA, MILITER
Prajurit mengikuti simulasi pertahanan dalam latihan militer tahunan Han Kuang di Yilan, Taiwan

Prajurit mengikuti simulasi pertahanan dalam latihan militer tahunan Han Kuang di Yilan, Taiwan

Share:

Taiwan menggelar latihan perang tahunan Han Kuang selama 10 hari untuk menghadapi ancaman invasi China. Latihan ini mencakup sirene serangan udara, pengerahan tank, hingga simulasi gangguan internet.

Taiwan secara resmi menggelar rangkaian latihan perang tahunan bernama Han Kuang untuk menghadapi potensi ancaman serangan dari China. Latihan militer skala besar ini melibatkan berbagai skenario darurat, mulai dari sirene serangan udara hingga pengerahan alat utama sistem senjata berat.

Para prajurit militer Taiwan terpantau mengikuti simulasi pertahanan guna mengamankan sejumlah pelabuhan vital di kawasan Yilan, wilayah timur laut Taiwan. Bersamaan dengan itu, latihan serangan udara juga dilaksanakan secara serentak di sebagian besar wilayah bagian tengah pulau tersebut.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah latihan perang tahunan ini, militer turut menyimulasikan gangguan komunikasi global. Langkah tersebut mencakup uji coba memperlambat akses internet seluler sebagai langkah antisipasi menghadapi skenario terburuk serangan siber maupun gangguan nyata.

Pelaksanaan latihan militer ini menegaskan kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat Taiwan dalam membentengi wilayah kedaulatan mereka dari eskalasi ancaman eksternal yang terus membayangi kawasan Selat Taiwan.

Simulasi Serangan Udara dan Pertahanan Sipil

Suara sirene peringatan serangan udara dilaporkan terdengar berkumandang di berbagai wilayah strategis selama pelaksanaan latihan berlangsung. Di sebuah pusat keramaian seperti pusat kuliner Taichung, aktivitas warga langsung dihentikan dan pintu-pintu toko diturunkan.

Selama sirene berbunyi, para warga dengan sigap mengikuti arahan pertahanan sipil untuk berlindung di area parkir dalam ruangan. Mereka diminta berjongkok sambil meletakkan tangan di atas kepala sebagai bagian dari prosedur keselamatan darurat.

Sebagai wilayah dengan sistem pemerintahan demokratis, Taiwan telah lama hidup di bawah bayang-bayang ancaman invasi militer dari Beijing. Warga setempat secara rutin dilatih untuk mengosongkan jalanan umum selama kurun waktu tertentu ketika latihan gabungan digelar.

Keterlibatan aktif masyarakat dalam latihan pertahanan sipil ini menunjukkan tingginya kesadaran kolektif warga dalam menghadapi potensi keadaan darurat yang sewaktu-waktu dapat terjadi di wilayah mereka.

Pengerahan Tank dan Latihan Tempur di Kepulauan Penghu

Selain latihan perlindungan warga sipil, militer Taiwan juga mengintensifkan latihan penembakan langsung di wilayah Kepulauan Penghu. Kawasan yang terletak di jalur Selat Taiwan ini memiliki nilai geostrategis yang sangat krusial bagi pertahanan nasional.

Menjelang fajar, pasukan dari Komando Wilayah Pertahanan Pertama langsung melepaskan tembakan di garis pantai Penghu. Mereka mengerahkan armada tank M60A3, berbagai jenis artileri medan, serta persenjataan antipesawat modern.

Rangkaian latihan tempur tersebut dirancang sedemikian rupa untuk membentuk sistem pertahanan berlapis. Strategi ini disiapkan khusus untuk mematahkan skenario musuh yang mencoba melakukan pendaratan cepat di sepanjang wilayah pesisir pantai.

Latihan Han Kuang yang dijadwalkan berlangsung selama sepuluh hari ini merefleksikan ketegangan historis antara Taiwan dan China yang telah terpisah sejak perang saudara pada tahun 1949 silam.

Leave a Comment