20 Idola dan Eksekutif JYP Masuk Recording Academy, Fans HYBE Soroti Standar Ganda
- Sebanyak 20 artis dan eksekutif senior JYP Entertainment, termasuk seluruh anggota TWICE dan Stray Kids, resmi terpilih menjadi anggota Recording Academy.
- Pengumuman ini memicu perdebatan panas di media sosial terkait tuduhan standar ganda yang dilakukan oleh komunitas penggemar K-Pop.
- Sejumlah netizen membandingkan reaksi senyap ini dengan kehebohan tahun lalu saat enam idola asal agensi HYBE bergabung dengan organisasi Grammy tersebut.
Dunia hiburan K-Pop kembali dihebohkan oleh pengumuman terbaru dari Recording Academy, lembaga penyelenggara ajang penghargaan bergengsi Grammy Awards. Sebanyak 20 artis dan jajaran eksekutif dari agensi raksasa JYP Entertainment dilaporkan telah resmi terpilih menjadi anggota baru organisasi tersebut. Di antara nama-nama yang diumumkan, terdapat pendiri agensi J.Y. Park serta seluruh personel dari grup papan atas TWICE dan Stray Kids.
Pengumuman yang dirilis pada Selasa, 14 Juli 2026 ini langsung menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial, khususnya X. Bukannya mendapat apresiasi penuh, kabar gembira ini justru memicu gelombang kritik dari kalangan netizen. Banyak dari mereka yang menyoroti reaksi komunitas penggemar K-Pop yang dinilai memiliki standar ganda dan bersikap munafik jika dibandingkan dengan peristiwa serupa tahun lalu.
Pada tahun 2025, gelombang protes besar sempat melanda agensi HYBE ketika enam idola mereka dari grup SEVENTEEN, LE SSERAFIM, dan TXT diumumkan bergabung dengan Recording Academy. Kala itu, netizen beramai-ramai melontarkan tudingan miring seperti 'payola' atau suap demi memasukkan artis mereka ke dalam komite Grammy. Namun, situasi kali ini berbanding terbalik ketika puluhan artis non-HYBE yang didaftarkan secara massal justru disambut dengan ketenangan.
Para penggemar artis HYBE pun langsung menyuarakan kekecewaan mereka atas ketidakadilan respons tersebut di internet. 'Saya ingat betul bagaimana kalian semua berkumpul dan menghujat enam idola HYBE yang bergabung sebagai anggota Grammy, tetapi sekarang kalian diam saja saat 20 idola baru non-HYBE ditambahkan,' tulis salah satu akun netizen yang viral. Kritik ini menunjukkan adanya sentimen negatif yang cenderung bias dan hanya menyasar agensi tertentu saja.
Perdebatan ini semakin memanas karena netizen menilai publik hanya akan peduli dan memicu kontroversi jika isu tersebut melibatkan nama besar HYBE. Beberapa pengguna media sosial bahkan secara terang-terangan menyindir pendiri JYP Entertainment agar mendapatkan perlakuan yang sama dengan apa yang dialami manajemen HYBE sebelumnya. Fenomena ini memperlihatkan dinamika persaingan antar-fandom di industri K-Pop yang kerap kali mengesampingkan pencapaian prestasi objektif para artisnya.