Potensi PHK Meningkat, Disnaker Kota Bandung Genjot Pelatihan Berbasis Industri
- Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung memperkuat program pelatihan kerja berbasis kompetensi guna mengantisipasi ancaman gelombang PHK yang kian meningkat.
- Hingga Juni 2026, tercatat sekitar 1.500 pekerja di Kota Bandung telah terdampak PHK akibat gejolak ekonomi global dan kenaikan nilai tukar dolar AS.
- Disnaker Kota Bandung juga memperluas peluang kerja ke luar negeri, khususnya ke Jepang untuk sektor manufaktur hingga pelayanan kesehatan.
Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung mengambil langkah cepat guna merespons ancaman gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terus membayangi iklim industri lokal. Pemerintah kota setempat kini memperkuat program pelatihan kerja berbasis kompetensi yang dirancang secara khusus agar sejalan dengan kebutuhan riil dunia industri saat ini.
Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, menegaskan pentingnya sinkronisasi antara materi pelatihan kerja dengan kriteria yang dicari oleh pihak korporasi. Melalui kurikulum yang tepat sasaran, para pencari kerja maupun eks pekerja yang terkena PHK diharapkan memiliki daya saing tinggi dan langsung terserap kembali ke dunia usaha.
'Pelatihannya harus berbasis kompetensi sesuai kebutuhan industri. Jangan sampai pelatihannya ke mana, sementara kebutuhannya ke mana,' ujar Yayan saat memberikan keterangan resmi pada Rabu, 15 Juli 2026.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Disnaker Kota Bandung hingga Juni 2026, jumlah pekerja yang terdampak badai PHK di wilayah tersebut telah menyentuh angka sekitar 1.500 orang. Kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat serta berbagai dinamika geopolitik global dinilai menjadi faktor utama penentu lesunya aktivitas operasional perusahaan mikro maupun makro di kota tersebut.
Untuk mengatasi persoalan ini secara komprehensif, Disnaker melakukan pembagian porsi kerja dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya di Bandung. Sementara pelatihan praktis skala mikro seperti tata boga atau pangkas rambut diakomodasi oleh dinas lain, Disnaker memilih fokus memfasilitasi pelatihan berstandar kompetensi tinggi untuk kebutuhan manufaktur dan jasa berskala besar.
Selain mendorong optimalisasi pasar domestik, Disnaker Kota Bandung kini juga memfasilitasi jalur kesempatan kerja internasional ke negara-negara potensial seperti Jepang. Dengan menggandeng Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), subsidi pelatihan bahasa asing dan kesiapan mental akan difokuskan bagi calon pekerja yang sudah mengantongi izin resmi untuk bermigrasi.