Dilema Trump Accounts, Alternatif Baru Investasi Masa Depan Anak AS
- Trump Accounts resmi diperdagangkan di pasar saham AS sebagai wadah investasi digital baru bagi warga negara Amerika Serikat di bawah usia 18 tahun.
- Pemerintah federal memberikan stimulus awal sebesar 1.000 dolar AS bagi anak yang lahir pada periode 2025 hingga akhir 2028.
- Sejumlah yayasan filantropi seperti Dell Foundation dan korporasi raksasa ikut menyumbang dana stimulus untuk anak-anak dari keluarga kelas menengah ke bawah.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi membuka hari pertama perdagangan instrumen investasi baru bernama 'Trump Accounts' langsung dari Gedung Putih. Rekening investasi khusus ini ditujukan bagi seluruh warga negara AS yang berusia di bawah 18 tahun untuk mempersiapkan dana pendidikan atau pembelian rumah di masa depan. Dana yang disetorkan ke dalam rekening digital ini nantinya akan dikelola melalui indeks reksa dana yang melacak pergerakan pasar saham secara luas.
Rekening baru ini dirancang menyerupai wadah donasi digital terintegrasi yang memungkinkan banyak pihak untuk ikut berkontribusi menyetor dana. Pihak yang dapat menyetor dana tidak terbatas pada orang tua saja, melainkan juga perusahaan tempat orang tua bekerja, lembaga filantropi, hingga pemerintah federal. Kontribusi dari keluarga akan dikenakan pajak di awal, sementara kontribusi dari pihak eksternal bersifat sebelum pajak, di mana anak hanya akan membayar pajak atas pertumbuhan investasi saat mencairkannya kelak.
Bagi anak-anak yang lahir di antara tahun 2025 hingga akhir 2028, instrumen ini menawarkan keuntungan instan berupa dana bantuan cuma-cuma dari pemerintah federal sebesar 1.000 dolar AS. Perencana keuangan dari Elevation Financial, Michael Reynolds, memproyeksikan dana tersebut dapat tumbuh signifikan. 'Jika diasumsikan tingkat pengembalian mencapai 8 persen per tahun, uang bantuan awal sebesar 1.000 dolar AS itu akan berkembang menjadi hampir 4.000 dolar AS saat anak tersebut menginjak usia 18 tahun,' ujar Reynolds.
Anak-anak yang lahir di luar jendela tahun tersebut juga tetap berpotensi mendapatkan stimulus dana segar berkat aksi filantropi sektor swasta. Michael dan Susan Dell dari Dell Technologies telah berkomitmen menyumbangkan dana sebesar 6,25 miliar dolar AS untuk membagikan stimulus sebesar 250 dolar AS per anak di bawah usia 11 tahun. Stimulus swasta ini diprioritaskan bagi keluarga yang tinggal di wilayah dengan pendapatan rata-rata di bawah 150.000 dolar AS per tahun.
Selain sektor filantropi, sejumlah korporasi besar seperti Mastercard, Visa, Uber, hingga produsen semikonduktor Micron turut menawarkan program dana pendamping bagi para karyawannya. Meski program ini sangat menggiurkan, para penasihat keuangan mengingatkan para orang tua untuk tetap rasional. 'Para orang tua harus tetap memprioritaskan pendanaan masa pensiun mereka sendiri terlebih dahulu sebelum memutuskan menyisihkan uang dalam jumlah besar untuk masa depan anak-anak mereka,' tegas Carrie Joy Grimes, CEO WorkMoney.