Bikin Geleng Kepala, Cara Unik Pak Pono Raup Cuan Melimpah di Pantai Cangkring
- Pak Pono sukses menjalankan usaha lapak mewarnai gambar untuk anak-anak di Pantai Cangkring sejak tahun 2021.
- Omzet usaha ini melesat tajam pada akhir pekan dan musim liburan sekolah, bahkan mampu menghabiskan hingga 300 lembar gambar saat libur Lebaran.
- Keberadaan lapak mewarnai ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan keluarga karena dinilai edukatif sekaligus melatih kreativitas anak.
Kreativitas di tengah ramainya sektor pariwisata terbukti mampu membuka peluang ekonomi yang sangat menjanjikan. Hal inilah yang dibuktikan oleh Pak Pono, seorang pria kreatif yang sukses merintis usaha penyediaan media mewarnai bagi anak-anak di kawasan wisata Pantai Cangkring, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Usaha yang dirintisnya sejak tahun 2021 ini kini menjelma menjadi ladang nafkah utama sekaligus daya tarik unik bagi wisatawan keluarga.
Setiap akhir pekan, tepatnya pada hari Sabtu dan Minggu, lapak sederhana milik Pak Pono tidak pernah sepi dari serbuan anak-anak yang ingin menyalurkan bakat seni mereka. Pak Pono membuka lapaknya dari pagi hari hingga pukul 13.00 WIB dengan mematok tarif Rp15.000 untuk satu lembar gambar yang nantinya bisa dibawa pulang. Strategi ini terbukti sangat efektif memikat perhatian orang tua yang ingin memberikan hiburan bermanfaat bagi buah hati mereka di sela-sela liburan.
Keuntungan yang didapatkan dari bisnis sederhana ini pun terbilang cukup menggiurkan untuk skala usaha mikro. Pak Pono mengaku mampu mengantongi omzet hingga Rp500.000 hanya dalam kurun waktu satu minggu, terutama saat kunjungan wisatawan melonjak tajam pada akhir pekan. Pendapatan ini berpotensi berlipat ganda ketika memasuki musim libur anak sekolah maupun hari besar keagamaan.
Momen liburan panjang selalu menjadi berkah musiman yang paling dinanti oleh Pak Pono karena daya beli masyarakat meningkat drastis. Menurut pengakuannya, puncak keramaian tertinggi terjadi pada saat libur Lebaran, di mana ratusan wisatawan memadati pesisir pantai. "Kalau libur Lebaran, dalam satu minggu bisa habis sampai 300 lembar gambar mewarnai," ujar Pak Pono dengan nada penuh rasa syukur.
Kehadiran lapak mewarnai ini juga mendapat respons yang sangat positif dari para pelancong yang berkunjung ke Bantul. Anik, seorang warga lokal asal Bantul, mengaku rutin memboyong keluarganya berlibur ke Pantai Cangkring hingga dua kali dalam sebulan demi menikmati udara pantai. Anik menuturkan bahwa putranya yang masih TK sangat menggemari aktivitas ini karena dinilai mendidik. "Hasil gambar yang diwarnai nanti akan dipajang di kamar sebagai kenang-kenangan," pungkas Anik.