Perpustakaan Jakarta Perpustakaan Jakarta
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Entertainment
  • Bisnis
  • Budaya
  • Lingkungan
  • Teknologi
  • Amerika Serikat
  • Donald Trump
  • Kolombia
  • Bali
  • Inggris
  • Iran
  • Yogyakarta
  • Spanyol
  • Argentina
  • Surabaya
Kategori
Nasional Internasional Olahraga Ekonomi Hukum Entertainment Bisnis Budaya Lingkungan Teknologi
Tag
Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Bali Inggris Iran Yogyakarta Spanyol Argentina Surabaya

Krisis Regenerasi Mengancam, Maestro Wayang Bantul Rela Rogoh Kocek Pribadi Demi Gaji Bocah Belajar Tatah

Tim Redaksi • 19 Juli 2026, 12:37 • Budaya
  • Jumlah perajin tatah sungging wayang kulit di Padukuhan Gendeng, Bantul, menyusut drastis dari ratusan menjadi hanya tersisa puluhan akibat rentetan krisis.
  • Perajin senior Subandi Giyanto konsisten menggelar pelatihan gratis bagi anak-anak setiap hari Sabtu demi menyelamatkan seni tradisi yang hampir punah.
  • Untuk memotivasi generasi muda, Subandi rela memberikan uang saku dan makan siang dari kantong pribadinya agar anak-anak bersemangat belajar menatah.

Padukuhan Gendeng di Kalurahan Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, yang sempat berjaya sebagai sentra kerajinan tatah sungging wayang kulit, kini tengah menghadapi ancaman kepunahan nyata. Rentetan krisis ekonomi masa lalu hingga hantaman pandemi Covid-19 telah memaksa ratusan perajin gulung tikar. Saat ini, jumlah perajin yang bertahan menyusut drastis dan hanya menyisakan sekitar 30 orang yang masih aktif memproduksi seni tradisi tersebut.

Kondisi memprihatinkan ini memicu kekhawatiran mendalam bagi Subandi Giyanto, seorang perajin wayang kulit senior berusia 68 tahun yang telah mendedikasikan hidupnya di dunia ini sejak tahun 1965. Demi memutus rantai kepunahan, Subandi secara sukarela membuka kelas pelatihan menatah dan menyungging bagi anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya setiap hari Sabtu. Ia menyadari tanpa adanya langkah konkret yang agresif, keahlian bernilai tinggi ini akan lenyap ditelan zaman.

Langkah unik pun ditempuh oleh pria yang juga berprofesi sebagai pelukis ini untuk menarik minat generasi muda yang mulai acuh pada kebudayaan lokal. Subandi rela merogoh kocek pribadinya untuk memberikan insentif berupa uang saku sebesar Rp20 ribu dan fasilitas makan siang gratis bagi setiap anak yang bersedia datang belajar ke rumahnya. "Biar mereka semangat saya kasih uang saku, dari uang pribadi. Jadi saya kasih Rp20 ribu dan siangnya saya beri makan siang juga," tutur Subandi saat ditemui di kediamannya.

Ketekunan Subandi dinilai wajar mengingat nilai ekonomi dan tingkat kesulitan dari pembuatan karya seni ini sangat tinggi, di mana satu buah wayang kulit kerbau berkualitas premium seperti tokoh Arjuna dapat dihargai hingga Rp1,5 juta. Proses pembuatannya pun memakan waktu hingga satu pekan penuh dengan ketelitian ekstra tinggi. Bahkan untuk pasar internasional, Subandi harus memutar otak menggunakan media kulit kambing agar tatahannya tidak mudah patah saat digunakan dalam kegiatan lokakarya luar negeri.

Upaya heroik sang maestro ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Pemerintah Kalurahan Bangunjiwo yang mengakui daerahnya sedang mengalami krisis regenerasi akut. Lurah Bangunjiwo, Parja, memaparkan bahwa data riil di lapangan menunjukkan sisa perajin murni yang benar-benar menekuni tatah sungging kini bahkan menyusut hingga kisaran 10 orang saja. Pihak kelurahan berharap gerakan yang diinisiasi oleh Subandi tidak hanya berdampak di Bangunjiwo, melainkan mampu meluas ke seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) demi mencetak generasi penerus yang andal.

Tags: Subandi Giyanto Bantul Bangunjiwo Yogyakarta
Sumber: RRI.co.id

Artikel Lainnya

Dorong Kerajinan Lokal, TP PKK Sulut Studi Banding ke Yogyakarta 15 Jul 2026, 05:48
Solidaritas Tanpa Batas, Komunitas Ojol Solusi Yogyakarta Patungan Bantu Driver Sakit 16 Jul 2026, 15:03
Bikin Geleng Kepala, Cara Unik Pak Pono Raup Cuan Melimpah di Pantai Cangkring 19 Jul 2026, 12:45
Bantul Siapkan Raperda Ketenagakerjaan Baru, Buruh Rentan Siap-siap Dapat Durian Runtuh? 17 Jul 2026, 08:10

Terbaru

Bikin Terharu, Pastor Johanis Mangkey Luncurkan Buku Refleksi dan Ziarah Makam Rayakan 45 Tahun Imamat 20 Jul 2026, 16:12
Dorong Perlindungan Karya Kampus, Universitas Bima Internasional MFH Resmi Luncurkan Sentra KI 20 Jul 2026, 16:11
Heboh Sekolah Sepi Peminat di Bantul, Efek Tren Anak Muda Tunda Nikah dan Punya Anak? 20 Jul 2026, 16:11
Terobosan Inklusif, RRI Padang Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026 Ramah Tunanetra 20 Jul 2026, 16:10
Dua Daerah Mundur Efek Anggaran, Cabor Cricket Porprov XII NTB Resmi Dimulai Pertandingkan 4 Emas 20 Jul 2026, 16:10
Heboh Rencana SPP SMA-SMK Ditolak Dedi Mulyadi, DPRD Jabar Tetap Lanjut Bahas! 20 Jul 2026, 16:09
Heboh Program 3 Juta Rumah Subsidi, REI Sidoarjo Bongkar Tantangan Besar Pengembang! 20 Jul 2026, 16:09

Kategori

Nasional 162 artikel
Internasional 138 artikel
Olahraga 133 artikel
Ekonomi 128 artikel
Hukum 65 artikel
Entertainment 59 artikel
Bisnis 41 artikel
Budaya 38 artikel
Lingkungan 35 artikel
Teknologi 21 artikel

Tag Populer

Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Bali Inggris Iran Yogyakarta Spanyol Argentina Surabaya
Perpustakaan Jakarta • Pusat Literasi dan Informasi Terpercaya
Privacy Policy • Cookie Policy • Legal Notice • Subscription Terms • Privacy Settings
2018 Perpustakaan Jakarta. All rights reserved.