Guru Besar ITS Gagas SYMBA-AI, Solusi Cerdas Pantau Cuaca Laut hingga Ekspresi Mahasiswa
- Guru Besar ITS Prof Syamsul Arifin memperkenalkan paradigma SYMBA-AI untuk menjawab tantangan perkembangan kecerdasan buatan di berbagai sektor.
- Salah satu inovasi konkret yang dihasilkan adalah Buoy Weather Tipe II berbasis IoT dengan akurasi prediksi cuaca laut mencapai 86 persen.
- Teknologi SYMBA-AI juga diterapkan pada sektor pendidikan melalui sistem pemantau atensi mahasiswa secara daring berbasis ekspresi wajah.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terus melesat dan merambah ke berbagai lini kehidupan manusia. Menjawab tantangan tersebut, Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Prof Syamsul Arifin memperkenalkan sebuah paradigma pemodelan sistem mutakhir berbasis AI. Konsep baru yang dinamakan System Modeling Based on Artificial Intelligence (SYMBA-AI) ini digagas untuk mengintegrasikan data dan pengetahuan menjadi solusi yang adaptif bagi masyarakat luas.
Dalam orasi ilmiah pengukuhannya sebagai Guru Besar ITS, Syamsul menjelaskan bahwa SYMBA-AI dirancang untuk menjembatani kompleksitas teknologi digital dengan kebutuhan riil di lapangan. Tidak hanya menyasar industri besar, pendekatan inovatif ini juga diklaim sangat aplikatif untuk memperkuat kurikulum pendidikan tinggi yang berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Menurutnya, pemodelan sistem yang tepat akan melahirkan hilirisasi riset yang dampaknya langsung dirasakan oleh publik.
Salah satu implementasi nyata dari paradigma SYMBA-AI ini adalah pengembangan alat pendeteksi cuaca laut pintar yang dinamakan Buoy Weather Tipe II. Mengusung teknologi Internet of Things (IoT), perangkat ini mampu memantau dinamika laut mulai dari pergerakan gelombang, arah angin, arus, suhu, hingga tingkat kelembapan udara secara real-time. Melalui integrasi Fuzzy Logic System dan Artificial Neural Network, alat inovatif ini terbukti memberikan performa yang sangat andal dalam menganalisis data laut.
Inovasi pelayaran ini bahkan telah diuji coba dan mencatatkan tingkat akurasi prediksi yang mengesankan. 'Prediktor kami mencatatkan akurasi hingga 86 persen,' ujar Syamsul saat memaparkan keunggulan teknologi rancangannya tersebut. Informasi keselamatan pelayaran hasil olahan AI tersebut nantinya dapat diakses secara instan oleh para nelayan tradisional melalui ponsel pintar, lengkap dengan indikator status keamanan mulai dari aman, waspada, hingga tidak layak berlayar.
Selain sektor maritim, kepakaran Syamsul dalam dunia AI juga dituangkan ke dalam sektor pendidikan lewat platform Intelligent Learning Ecosystem berbasis mobile learning. Platform digital ini dilengkapi fitur canggih yang mampu menganalisis ekspresi wajah mahasiswa secara langsung saat mengikuti perkuliahan daring guna memantau tingkat atensi dan fokus mereka. Langkah revolusioner ini diharapkan dapat memperluas implementasi AI ke berbagai sektor strategis lainnya demi mendukung visi besar Indonesia Emas 2045.