Stasiun Karet resmi ditutup dan seluruh pelayanan penumpang KRL dialihkan ke Stasiun BNI City. Pengguna kini dapat mengakses stasiun pengganti melalui selasar pedestrian sepanjang 150 meter di sisi sungai.
“Penutupan Stasiun Karet merupakan bagian dari proses integrasi dengan Stasiun Sudirman Baru atau BNI City," ujar pihak pengelola.”
— Stasiun Karet
Penutupan Stasiun Karet mulai dirasakan oleh para penumpang yang selama ini menjadikan stasiun tersebut sebagai titik naik dan turun perjalanan harian. Mulai Selasa (1/9/2026), seluruh pengguna KRL Commuter Line dialihkan pemindahannya ke Stasiun Sudirman Baru atau yang lebih dikenal sebagai BNI City.
Berdasarkan pantauan di lapangan saat jam pulang kerja, pengguna dari kawasan Stasiun Karet kini harus berjalan menuju BNI City melalui selasar pedestrian di sisi sungai. Akses penghubung tersebut memiliki jarak sekitar 150 meter dari pintu masuk Stasiun Karet sebelumnya.
Kebijakan penutupan ini merupakan bagian dari proses integrasi fasilitas transportasi massal dengan Stasiun Sudirman Baru atau BNI City. KAI Commuter secara resmi mengalihkan seluruh pelayanan penumpang KRL dari Stasiun Karet ke lokasi baru terhitung mulai 1 September 2026.
"Penutupan Stasiun Karet merupakan bagian dari proses integrasi dengan Stasiun Sudirman Baru atau BNI City," ujar pihak terkait guna meningkatkan efisiensi layanan bagi para pengguna setia kereta rel listrik di wilayah perkotaan Jakarta.
Integrasi Layanan dan Pengalihan Rute Penumpang
Langkah pengalihan ini diambil untuk mengoptimalkan pelayanan jaringan kereta api perkotaan yang semakin padat setiap harinya. Penataan ulang infrastruktur stasiun dilakukan demi kenyamanan mobilitas masyarakat urban yang bergantung pada transportasi publik.
Sebelum penutupan resmi diberlakukan, tercatat sebanyak 264 perjalanan Commuter Line dari dan menuju lintas Kampung Bandan serta Cikarang melintasi kawasan Stasiun Karet dan BNI City setiap harinya. Volume penumpang yang tinggi ini menuntut adanya sistem integrasi yang lebih tertata dan terpusat.
Selasar pedestrian sepanjang 150 meter yang dibangun di sisi sungai menjadi jalur utama perpindahan bagi para pelaju. Jalur khusus pejalan kaki ini dirancang untuk memberikan kemudahan akses secara aman dan nyaman bagi masyarakat yang berpindah stasiun.
KAI Commuter terus berupaya melakukan sosialisasi secara masif agar para pengguna KRL dapat beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan rute dan titik transit yang baru ini tanpa mengalami kendala berarti.
Read Also
Media Asing Soroti Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa yang Tewaskan Korban
Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa menarik perhatian luas dari...
Gempa M 7,4 Guncang Kolombia, 111 Korban Jiwa, Tanggap Darurat Ditetapkan
Gempa bumi bermagnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia dan...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengintensifkan...
China Disebut Batasi Informasi dan Kesaksian Penyintas Banjir Tibet
Pemerintah China dikabarkan memperketat sensor dan membatasi informasi serta...
Penataan Kawasan dan Prospek Transportasi Publik
Ke depannya, akses antara Stasiun Karet dan BNI City direncanakan akan semakin terintegrasi secara menyeluruh melalui penataan kawasan sekitar yang lebih modern. Fasilitas penunjang bagi pejalan kaki juga akan terus dievaluasi demi meningkatkan standar pelayanan.
Berbagai pihak menyambut baik langkah penataan transportasi ini sebagai upaya menciptakan sistem multimoda yang terpadu di DKI Jakarta. Penyatuan titik layanan diharapkan mampu mengurangi kemacetan dan mempercepat waktu tempuh perjalanan.
Pemerintah bersama operator transportasi berkomitmen untuk terus memantau arus perpindahan penumpang di lapangan selama masa transisi penutupan ini. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan kelancaran operasional harian.
Jumlah perjalanan harian Commuter Line yang melewati kawasan tersebut tetap dijaga kestabilannya guna menampung mobilitas tinggi para pekerja yang beraktivitas di pusat kota Jakarta.