KRL Jabodetabek tetap beroperasi hampir sepanjang hari untuk melayani masyarakat di tengah kebutuhan mobilitas yang tinggi. Untuk menjaga keandalannya, perawatan jaringan Listrik Aliran Atas (LAA) dilakukan secara rutin pada siang dan malam hari tanpa mengganggu perjalanan kereta.
“Operasional kereta api didukung oleh berbagai infrastruktur yang harus dijaga kondisinya secara berkelanjutan," ujar Bram.”
— KAI Properti
KRL Jabodetabek beroperasi hampir sepanjang hari guna melayani mobilitas masyarakat yang padat di wilayah perkotaan. Di tengah jadwal perjalanan yang begitu padat tersebut, infrastruktur penunjang seperti jaringan Listrik Aliran Atas (LAA) tetap harus diperiksa secara rutin. Pemeriksaan dan perawatan ini menjadi kunci utama agar sistem elektrifikasi kereta tetap berjalan lancar dan aman.
Manager Corporate Communication KAI Properti, Bramantya Candrika, menjelaskan bahwa waktu pemeriksaan kondisi jaringan LAA dilakukan pada siang hari. Sementara itu, untuk pekerjaan perbaikan yang membutuhkan penanganan khusus dilaksanakan pada malam hari setelah perjalanan KRL selesai beroperasi sepenuhnya.
Kegiatan pemeliharaan ini dijalankan secara rutin setiap hari sepanjang tahun dengan menyesuaikan pola operasional perjalanan kereta api. Dengan pengaturan waktu yang matang tersebut, seluruh pekerjaan pemeliharaan dapat diselesaikan tanpa mengganggu jadwal perjalanan KRL bagi para penumpang.
Pemeliharaan rutin ini sangat esensial guna memastikan kondisi jaringan senantiasa siap mendukung operasional kereta api setiap hari. KAI Properti berkomitmen untuk terus menjaga keandalan sistem elektrifikasi demi keselamatan dan kenyamanan publik.
Cakupan Wilayah dan Progres Perawatan Jaringan LAA
KAI Properti saat ini aktif melakukan pemeliharaan jaringan LAA sepanjang 513,926 kilometer yang tersebar luas di wilayah Daerah Operasi 1 Jakarta. Pekerjaan skala besar ini mencakup total 15 resor yang beroperasi di berbagai titik wilayah Jabodetabek. Seluruh kegiatan pemeliharaan ini melibatkan setidaknya 78 pekerja profesional di lapangan.
Ke-15 resor tersebut meliputi sejumlah wilayah strategis seperti Rangkasbitung, Parung Panjang, Serpong, Tanah Abang, hingga Duri dan Jakarta Kota. Wilayah operasional lainnya juga mencakup Pasar Senen, Bandara Soekarno-Hatta, Manggarai, Jatinegara, Cikarang, Pasar Minggu, Depok, Bogor, hingga Nambo.
Bentuk pekerjaan yang dilakukan oleh tim di lapangan tidak hanya terbatas pada pemeriksaan kondisi jaringan secara berkala saja. Tim juga melaksanakan perbaikan komponen vital serta pengadaan material pendukung apabila ditemukan kerusakan atau kebutuhan mendesak di lapangan.
Selain pemeliharaan rutin harian, KAI Properti juga tengah fokus menjalankan penggantian 180 isolator EPC pada sejumlah petak jalur KRL Jabodetabek. Hingga saat ini, progres dari pelaksanaan penggantian komponen penting tersebut telah berhasil mencapai sekitar 70 persen.
Read Also
Fungsi Komponen Isolator dan Komitmen Keamanan Operasional
Isolator memegang peranan yang sangat vital sebagai salah satu komponen utama pada sistem jaringan Listrik Aliran Atas. Komponen ini berfungsi secara spesifik sebagai penyekat yang memisahkan antara penghantar arus listrik dengan struktur penopang atau pendukung di sekitarnya.
Keberadaan komponen isolator ini sangat diperlukan guna menjaga faktor keamanan sekaligus memastikan keandalan sistem elektrifikasi secara keseluruhan. Tanpa komponen penyekat yang prima, risiko gangguan pada aliran listrik tentu akan meningkat dan mengancam kelancaran perjalanan.
Pihak manajemen terus mengoptimalkan berbagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan teknis pada jaringan penunjang operasional kereta. Evaluasi serta perbaikan berkala dijalankan secara konsisten oleh tim teknis demi mempertahankan standar pelayanan transportasi publik yang optimal.
Pekerjaan LAA dilakukan secara rutin sebagai bagian dari upaya memastikan sistem elektrifikasi tetap berfungsi dengan baik dan dapat mendukung kebutuhan perjalanan kereta api setiap harinya.