Gabriel Martinelli resmi meninggalkan Arsenal dan bergabung dengan klub Arab Saudi, Al Hilal, dengan nilai transfer rekor 60 juta poundsterling. Kepergian penyerang asal Brasil ini mengakhiri masa bakti tujuh tahunnya di London Utara.
“It has been a long journey, too much history and now it has come to an end. I’m writing this with tears in my eyes, so hard to put 7 years into words," tulis Gabriel Martinelli di akun Instagram.”
— Gabriel Martinelli
Gabriel Martinelli resmi menuntaskan kepindahannya dari Arsenal menuju klub Liga Profesional Saudi, Al Hilal, dengan nilai transfer sebesar 60 juta poundsterling. Transfer permanen ini sekaligus mengakhiri perjalanan karier penyerang asal Brasil tersebut selama tujuh tahun bersama klub asal London Utara tersebut.
Nilai transfer tersebut menjadikan Martinelli sebagai rekor penjualan termahal dalam sejarah Arsenal. Rekor sebelumnya dipegang oleh Alex Oxlade-Chamberlain saat hengkang ke Liverpool dengan nilai 35 juta poundsterling pada tahun 2017 silam.
Sejumlah rekan setim di Arsenal, termasuk Riccardo Calafiori dan Viktor Gyokeres, langsung memberikan respons serta pesan perpisahan di media sosial menyusul pengumuman resmi klub. Kepindahan ini juga didorong oleh kebutuhan klub juara Liga Inggris tersebut untuk mematuhi regulasi Financial Fair Play UEFA.
Meskipun sempat mencetak 11 gol dan memberikan tujuh assist dari 53 penampilan di semua kompetisi pada musim lalu, kontribusi Martinelli di Liga Inggris dinilai mulai menurun sehingga pihak klub memutuskan untuk melepasnya.
Perjalanan Karier dan Kenangan di Arsenal
Martinelli pertama kali tiba di London Utara pada tahun 2019 sebagai pemain muda berusia 18 tahun yang didatangkan dari klub divisi tiga Brasil, Ituano, dengan harga 6 juta poundsterling. Ia langsung mencuri perhatian publik lewat penampilan impresif pada musim debutnya di bawah arahan staf kepelatihan saat itu.
Di bawah asuhan manajer Mikel Arteta, performa Martinelli semakin berkembang pesat hingga berhasil menyamai rekor gol terbanyak oleh pemain Brasil dalam satu musim Liga Inggris pada kampanye 2022-2023. Kontribusinya turut membantu Arsenal mengakhiri puasa gelar liga setelah bersaing ketat dengan Manchester City.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, performa penyerang sayap ini sempat mengalami stagnasi dan kesulitan menemukan ketajamannya di lini depan. Kendati demikian, ia tetap dikenang sebagai salah satu pemain paling dicintai oleh para pendukung setia The Gunners.
Kepergian pemain berusia 25 tahun ini menandai lembaran baru bagi lini serang Arsenal yang harus mencari alternatif pengganti setelah melepas beberapa pemain depannya pada bursa transfer musim panas ini.
Read Also
Juventus Berharap Weston McKennie Segera Kembali Berlatih Jelang Laga Berikutnya
Juventus menantikan kembalinya Weston McKennie yang absen dalam dua...
Inter Milan Resmi Perpanjang Kontrak Francesco Pio Esposito hingga Juni 2032
Inter Milan resmi mengikat striker muda andalan mereka, Francesco Pio...
Head to Head Timnas Indonesia U-20 vs Laos Jelang Kualifikasi Piala Asia U-20 2027
Timnas Indonesia U-20 akan menghadapi Laos dalam lanjutan Grup H Kualifikasi...
Berita Nottingham Forest dan Crystal Palace Ajukan Tawaran untuk Gelandang AC Milan Youssouf Fofana
Nottingham Forest dan Crystal Palace dikabarkan telah mengajukan tawaran...
Respons Rekan Setim dan Status Legenda
Unggahan perpisahan Martinelli di media sosial langsung dibanjiri komentar dukungan dari rekan-rekan setimnya seperti Mikel Merino dan Myles Lewis-Skelly. Dukungan emotikon hati juga diberikan oleh para pemain kunci yang turut mengantar klub meraih kesuksesan domestik.
Perdebatan mengenai status Martinelli sebagai legenda klub memicu beragam pandangan di kalangan pengamat sepak bola Inggris. Sebagian suporter menilai dedikasi serta kontribusi krusialnya di lapangan sudah lebih dari cukup untuk menempatkannya dalam jajaran legenda modern klub.
Perannya dalam krusialnya perebutan gelar juara liga musim lalu, termasuk andilnya saat menahan imbang Manchester City di Emirates Stadium, akan selalu dikenang oleh publik Emirates. Klub memastikan bahwa pintu markas Arsenal akan selalu terbuka bagi pemain asal Brasil tersebut.
Pihak manajemen Arsenal kini dihadapkan pada tantangan besar untuk memperkuat sektor penyerangan pasca-kebijakan restrukturisasi skuad yang dilakukan demi menjaga kestabilan finansial klub di kompetisi Eropa.