Satgas Operasi Damai Cartenz menembak mati empat anggota Kelompok Kriminal Bersenjata pimpinan Eden Sawi di Dekai, Yahukimo. Enam orang terduga lainnya turut diamankan beserta sejumlah barang bukti senjata api.
“Personel sudah memberikan tembakan peringatan, namun penembakan masih berlangsung. Sehingga kemudian dilakukan tindakan tegas dan terukur," ujar Irjen Faizal Ramadhani.”
— Satgas Operasi Damai Cartenz
Satgas Operasi Damai Cartenz menembak mati empat orang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata pimpinan Eden Sawi di Dekai, Yahukimo, Papua, pada Selasa (1/9). Penindakan ini dilakukan setelah aparat mendapati rencana konsolidasi kelompok tersebut di sebuah rumah singgah.
Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz, Irjen Faizal Ramadhani, menjelaskan bahwa personel gabungan tiba di lokasi di kawasan Kantor KPU Lama sekitar pukul 16.35 WIT dan langsung diserang oleh anggota KKB yang berjaga. "Personel sudah memberikan tembakan peringatan, namun penembakan masih berlangsung. Sehingga kemudian dilakukan tindakan tegas dan terukur," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9).
Dalam insiden baku tembak tersebut, empat pasukan Batalyon Eden Sawi meninggal dunia di tempat dan jenazahnya langsung dievakuasi ke RSUD Dekai. Identitas awal tiga dari empat jenazah tersebut diketahui berinisial EH alias E, YK alias LY, dan M.
Selain menewaskan empat anggota KKB, petugas juga mengamankan enam orang terduga anggota kelompok yang sama berinisial BK, PM, DH, NJK, PA, dan AS. Seluruhnya kini dibawa ke Polres Yahukimo untuk menjalani pemeriksaan mendalam.
Kronologi Penyergapan dan Barang Bukti
Operasi penindakan bermula dari informasi intelijen mengenai adanya rencana konsolidasi kelompok Batalyon Eden Sawi di Jalan Miyaro, Dekai, Yahukimo. Aparat gabungan bergerak cepat menuju rumah singgah yang menjadi lokasi berkumpulnya kelompok bersenjata tersebut.
Saat petugas mendekati sasaran, sejumlah anggota KKB yang berjaga langsung melepaskan tembakan ke arah aparat. Beberapa di antaranya bahkan melarikan diri ke arah hutan sambil terus menembaki personel yang bertugas di lapangan.
Dari hasil penggeledahan di lokasi kejadian, petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti penting. Barang bukti tersebut meliputi satu pucuk senjata api rakitan laras panjang, 11 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, serta tiga unit telepon seluler.
Keenam orang yang turut diamankan bersama barang bukti kini masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Yahukimo guna mengungkap peran serta jaringan kelompok bersenjata tersebut secara menyeluruh.
Read Also
Nama N dan B Tercatat di Dukcapil, Apakah Nama Satu Huruf Masih Boleh
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri mengungkapkan bahwa nama...
Biksu Senior di Thailand Ditangkap Polisi Terkait Skandal Seks dan Penggelapan Uang Kuil Rp53 Miliar
Kepolisian Thailand menangkap seorang biksu senior bernama Phra Vajirayan...
Pemandu Wisata Paksa Turis Belanja Suvenir, Dua Agen Travel di Hong Kong Diskors
Otoritas Pariwisata Hong Kong (TIA) menangguhkan izin operasional dua agen...
Alasan Amerika Serikat Jadi Satu-satunya Negara Tolak Resolusi Peta Dunia di PBB
Amerika Serikat menjadi satu-satunya negara yang menolak resolusi peta dunia...
Upaya Penegakan Hukum dan Catatan Kriminal
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, menegaskan bahwa penindakan ini merupakan bagian dari upaya penegakan hukum terhadap pihak yang mengancam keamanan masyarakat. Kelompok ini tercatat terlibat dalam sejumlah tindak pidana berat di wilayah Yahukimo.
Salah satu kasus yang menjerat kelompok tersebut adalah Daftar Pencarian Orang terkait pembunuhan terhadap almarhum Yonathan Arruan dan almarhum Asri Obet pada April 2023 di Jalan Statistik, Distrik Dekai. Selain itu, mereka juga diduga terlibat dalam penyerangan tenaga kesehatan dan guru.
Penyerangan terhadap tenaga kesehatan dan guru di Distrik Anggruk terjadi pada Maret 2025 lalu. Aparat keamanan terus memperkuat pengamanan di wilayah sekitar sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan lanjutan.
Seluruh rangkaian penindakan hukum di lapangan dilaksanakan dengan tetap memprioritaskan keselamatan warga sipil serta personel gabungan yang bertugas di wilayah Papua.