Loading...

135 Dokter di Meksiko Keracunan Massal Usai Makan di Kantin Rumah Sakit

Ilustrasi fasilitas rumah sakit di Mexico City tempat terjadinya keracunan massal dokter

Ilustrasi fasilitas rumah sakit di Mexico City tempat terjadinya keracunan massal dokter

Share:

Sebanyak lebih dari 130 dokter di Rumah Sakit Eduardo Liceaga, Mexico City, mengalami keracunan massal akibat makanan kantin yang diduga terkontaminasi bakteri Salmonella. Peristiwa ini memicu aksi protes para tenaga medis terkait standar kebersihan fasilitas rumah sakit.

“Kami menduga sumbernya adalah sarapan pada 31 Agustus, beberapa telur. Malam harinya, hampir semua dari kami sudah sakit," ujar salah seorang dokter.”

— Rumah Sakit Eduardo Liceaga

Sebanyak lebih dari 130 dokter dilaporkan jatuh sakit setelah diduga mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri Salmonella di kantin sebuah fasilitas kesehatan federal di Mexico City, Meksiko. Insiden keracunan massal ini sontak mengejutkan publik dan memicu perhatian luas dari berbagai kalangan media maupun masyarakat.

Wabah yang mengejutkan tersebut terjadi di Rumah Sakit Eduardo Liceaga, salah satu fasilitas kesehatan terkemuka di wilayah tersebut. Puluhan dokter yang terdampak bahkan langsung menggelar aksi protes di luar rumah sakit untuk mempertanyakan kondisi makanan serta fasilitas kantin yang mereka gunakan sehari-hari.

Salah seorang dokter yang menjadi korban mengungkapkan bahwa gejala keracunan mulai dirasakan hanya berselang beberapa jam setelah menyantap menu sarapan pada tanggal 31 Agustus. "Kami menduga sumbernya adalah sarapan pada 31 Agustus, beberapa telur. Malam harinya, hampir semua dari kami sudah sakit," kata dokter tersebut kepada AFP dengan meminta identitasnya dirahasiakan.

Para tenaga medis yang menjadi korban juga mengeluhkan buruknya kondisi kebersihan makanan yang disediakan di lingkungan rumah sakit. Mereka mengklaim bahwa makanan yang dikonsumsi sudah tidak layak konsumsi, bahkan menemukan adanya cacing serta jamur pada hidangan tersebut.

Kronologi Kejadian dan Respons Pihak Rumah Sakit

Peristiwa bermula ketika puluhan tenaga medis di Rumah Sakit Eduardo Liceaga mengeluhkan gangguan pencernaan secara serentak usai mengonsumsi makanan dari kantin fasilitas kesehatan tersebut. Gejala utama yang dilaporkan oleh para korban meliputi sakit perut yang hebat, diare, hingga muntah-muntah.

Pihak manajemen Rumah Sakit Eduardo Liceaga akhirnya mengakui adanya wabah keracunan setelah terjadi lonjakan pasien secara tiba-tiba yang terdiri dari para tenaga medis yang mengalami keluhan pencernaan serupa. Situasi ini mendorong manajemen untuk segera melakukan penanganan darurat terhadap para korban.

Aksi protes yang digelar oleh para dokter di luar area rumah sakit pada Senin (7/9/2026) menuntut adanya transparansi serta perbaikan fasilitas pendukung bagi para dokter residen. Mereka juga mengeluhkan minimnya pasokan air bersih yang memperparah kondisi operasional di fasilitas kesehatan tersebut.

Pihak berwenang dan pengelola rumah sakit kemudian berupaya meredam ketegangan dengan mendata ulang jumlah korban serta memberikan perawatan medis intensif bagi dokter yang mengalami gejala berat akibat keracunan makanan kantin.

Data Korban Resmi dan Penanganan Pemerintah

Menteri Kesehatan Meksiko, David Kershenobich, memberikan keterangan resmi berdasarkan data pemerintah bahwa wabah keracunan tersebut telah menyerang setidaknya 135 dokter residen. Dari total korban terdampak, sebanyak 41 orang harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Menteri Kesehatan memastikan bahwa seluruh dokter yang saat ini tengah menjalani perawatan berada dalam kondisi yang baik dan terus dipantau perkembangannya oleh tim medis. Pemerintah berkomitmen untuk mengusut tuntas penyebab kontaminasi bakteri di lingkungan fasilitas kesehatan federal.

Namun, angka resmi yang dirilis pemerintah tersebut mendatangkan perbedaan dengan data yang disampaikan oleh para dokter yang mengikuti aksi protes. Dalam pernyataan kepada AFP, para dokter mengklaim jumlah korban sebenarnya mencapai 227 orang, dengan 67 di antaranya harus dirawat di rumah sakit.

Hingga saat ini, investigasi lanjutan masih terus dilakukan untuk menelusuri sumber kontaminasi makanan dan mengevaluasi standar operasional prosedur penyedia layanan konsumsi di lingkungan Rumah Sakit Eduardo Liceaga.

Leave a Comment