Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa bercak kekuningan di sekitar mata atau xanthelasma berkaitan dengan peningkatan risiko serangan jantung dan stroke. Temuan ini didasarkan pada studi yang melibatkan ribuan partisipan dari jaringan kesehatan global.
“Penelitian terbaru menemukan, salah satu tanda yang terlihat pada wajah, tepatnya berupa bercak kekuningan di sekitar mata, berkaitan dengan peningkatan risiko serangan jantung dan stroke.”
— Xanthelasma dan Risiko Kardiovaskular
Tanda-tanda penyakit jantung dan stroke ternyata tidak selalu muncul dari gejala yang dirasakan di dalam tubuh secara langsung. Penelitian terbaru menemukan bahwa salah satu tanda yang terlihat pada wajah, tepatnya berupa bercak kekuningan di sekitar mata, berkaitan dengan peningkatan risiko kondisi tersebut.
Bercak tersebut dikenal sebagai xanthelasma, yaitu benjolan atau plak berwarna kuning yang biasanya muncul di sekitar kelopak mata. "Kondisi ini menjadi perhatian karena xanthelasma diketahui berkaitan dengan penumpukan kolesterol dan lemak pada sel-sel tertentu di kulit," ujar para peneliti dalam laporan medis.
Kondisi tersebut diduga memiliki kaitan dengan proses yang juga terjadi dalam aterosklerosis, yakni penumpukan plak di dinding pembuluh darah. Aterosklerosis dapat mempersempit atau menyumbat pembuluh darah sehingga memicu risiko terjadinya serangan jantung dan stroke.
Karena itu, para peneliti berupaya mengetahui apakah xanthelasma yang dapat dilihat secara langsung pada wajah juga dapat menjadi penanda dini risiko masalah kardiovaskular pada seseorang.
Metodologi Penelitian dan Hasil Studi
Studi yang diterbitkan dalam jurnal Atherosclerosis pada 2026 tersebut dilakukan oleh peneliti dari Stanford University dan sejumlah institusi lainnya. Peneliti, termasuk Negin Yavari dan rekan-rekannya, menggunakan data kesehatan dari jaringan TriNetX untuk menganalisis keterkaitan kondisi ini.
Mereka membandingkan orang yang memiliki xanthelasma dengan kelompok kontrol yang tidak memiliki kondisi tersebut. Setelah pencocokan berdasarkan berbagai karakteristik, terdapat 17.925 orang dengan xanthelasma dan 17.925 orang dalam kelompok kontrol.
Kelompok kontrol terdiri atas orang yang mengalami presbiopia atau gangguan penglihatan jarak dekat. Orang yang sebelumnya sudah pernah mengalami serangan jantung, stroke, atau transient ischemic attack dikeluarkan dari kriteria penelitian.
Hasilnya menunjukkan bahwa orang dengan xanthelasma memiliki kejadian serangan jantung, stroke, dan gangguan pembuluh darah otak yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol yang tidak memilikinya.
Read Also
BPJS Kesehatan dan Asuransi Swasta Resmi Terhubung dengan Skema KAPJ
Pemerintah resmi menghubungkan BPJS Kesehatan dan asuransi swasta melalui...
2 Kebiasaan di Kamar Mandi yang Bisa Picu Stroke, Terlihat Sepele tapi Berbahaya
Aktivitas sederhana di kamar mandi seperti perubahan suhu tubuh secara...
Terpapar Abu Vulkanik Lakukan 5 Hal Ini untuk Mencegah Gangguan Kesehatan
Paparan abu vulkanik tidak boleh dianggap sepele karena dapat memicu...
Badan Riset dan Inovasi Nasional Kembangkan Terapi Kanker Paru Berbasis Nanopartikel
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan metode...
Temuan Klinis dan Angka Kejadian
Analisis lanjutan memperlihatkan data statistik yang cukup signifikan mengenai ancaman penyakit kardiovaskular pada kelompok yang memiliki tanda fisik tersebut di wajah mereka.
Pada tahun pertama setelah masuk dalam pengamatan penelitian, tercatat sekitar 1 persen atau 178 orang dari kelompok xanthelasma mengalami serangan jantung.
Angka tersebut memberikan gambaran nyata bahwa manifestasi klinis di luar organ internal dapat mencerminkan kondisi kesehatan pembuluh darah secara keseluruhan.
Para ahli menyarankan agar temuan ini dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala guna mencegah risiko komplikasi yang lebih berat.