Seorang pekerja rumah tangga (PRT) asal Indonesia menerima warisan bernilai fantastis sebesar 1 juta dollar Singapura atau setara dengan lebih dari Rp 8 miliar dari majikannya yang merupakan seorang lansia di Singapura.
“Hubungan yang terjalin selama belasan tahun membuktikan bahwa ketulusan dalam bekerja membuahkan hasil yang tak terduga.”
— PRT Asal Indonesia
Seorang pekerja rumah tangga (PRT) asal Indonesia mencuri perhatian publik setelah dilaporkan menerima warisan senilai 1 juta dollar Singapura dari majikannya yang telah meninggal dunia. Kisah yang bersumber dari media Singapura, Mothership.SG, ini menyoroti kedekatan emosional antara pekerja dan majikan yang telah terjalin selama bertahun-tahun di "Negeri Singa".
PRT tersebut diketahui telah mengabdikan diri dan bekerja selama 13 tahun untuk majikannya, Khoo Guat Neo, yang merupakan seorang mantan kepala sekolah dasar di Singapura. Khoo meninggal dunia pada usia 92 tahun sebagai seorang lajang yang tinggal di kawasan Upper Thomson Road.
Dalam surat wasiat yang ditinggalkannya, Khoo memutuskan untuk memberikan sekitar 1 juta dollar Singapura kepada PRT setianya tersebut. Nilai ini setara dengan sepertiga dari total keseluruhan harta peninggalan almarhumah Khoo Guat Neo.
Saat pemberitaan ini pertama kali mencuat, nilai 1 juta dollar Singapura tersebut setara dengan kisaran Rp 8 miliar. Sementara itu, jika dikonversikan dengan kurs saat ini, nominalnya bahkan dapat mencapai angka yang jauh lebih tinggi.
Latar Belakang Hubungan dan Perjalanan Kerja
Hubungan kerja antara Khoo Guat Neo dan PRT asal Indonesia tersebut terbukti jauh melampaui hubungan profesional biasa. Dedikasi dan pelayanan yang baik selama 13 tahun membangun tingkat kepercayaan yang sangat tinggi di antara keduanya.
Meskipun identitas lengkap sang PRT sengaja tidak diungkap ke publik demi privasi, berbagai laporan menunjukkan betapa dihargainya kehadiran pekerja tersebut. Seorang tetangga melaporkan bahwa almarhumah pernah memberikan pujian khusus atas etos kerja dan kebaikan sang PRT.
Setelah wafatnya Khoo, sang PRT sempat kembali ke kampung halamannya di Indonesia sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali lagi ke Singapura demi mengurus proses penerimaan hak waris tersebut.
Banyak pihak menilai bahwa ketulusan dan loyalitas dalam bekerja merupakan kunci utama di balik kisah luar biasa ini, yang jarang ditemukan dalam hubungan kerja modern dewasa ini.
Read Also
Petaka El Nino Menggila, Pembatasan Kapal Terusan Panama Diberlakukan
Fenomena El Nino yang semakin parah memaksa Otoritas Terusan Panama untuk...
Wakapolda Metro Resmi Jabat Irjen Beserta Sejumlah Pejabat Utama Naik Pangkat
Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono resmi menyandang pangkat...
Media Asing Soroti Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa yang Tewaskan Korban
Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa menarik perhatian luas dari...
Baku Tembak di Yahukimo Papua, Empat Anggota KKB Pimpinan Eden Sawi Tewas
Satgas Operasi Damai Cartenz menembak mati empat anggota Kelompok Kriminal...
Distribusi Warisan dan Kepedulian Sosial
Selain mewariskan sebagian besar hartanya kepada PRT asal Indonesia, Khoo Guat Neo juga menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi melalui pembagian harta warisannya kepada lembaga amal.
Sekitar 760.000 dollar Singapura dari total harta peninggalannya disumbangkan secara khusus kepada Kwong Wai Shiu Hospital untuk mendukung layanan kesehatan masyarakat.
Proses penyerahan sumbangan amal tersebut diwakilkan oleh seorang tetangga terdekat almarhumah demi memastikan seluruh wasiat dijalankan dengan baik dan tepat sasaran.
Warisan yang ditinggalkan oleh Khoo mencerminkan apresiasi mendalam terhadap orang-orang yang telah mendampingi masa tuanya serta kontribusi nyata bagi sektor sosial di Singapura.