Loading...

Hasil PISA 2025 Diumumkan, Indonesia Peringkat Berapa?

Ilustrasi siswa sekolah nasional terintegrasi dalam pelaksanaan PISA 2025

Ilustrasi siswa sekolah nasional terintegrasi dalam pelaksanaan PISA 2025

Share:

Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) resmi merilis hasil Program for International Student Assessment (PISA) 2025. Indonesia mencatatkan skor serta peringkat tersendiri pada domain sains, membaca, dan matematika di antara 91 negara peserta.

“"Enggak pernah ada ranking dari nilai total. Selalu per domain. Selalu begitu," ujar Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen Rahmawati.”

— PISA 2025

Hasil Program for International Student Assessment (PISA) Tahun 2025 termasuk untuk Indonesia telah dirilis secara resmi oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD). Penilaian berskala internasional ini diikuti oleh total 91 negara dengan melibatkan lebih dari 760.000 murid dari 33 juta populasi global.

Sementara itu, pelaksanaan PISA 2025 di Indonesia menggunakan sampel representatif di 419 sekolah dan melibatkan 14.168 murid. Para peserta didik tersebut utamanya berusia 15 tahun yang umumnya berada pada jenjang pendidikan SMP atau SMA sederajat.

Kemampuan para siswa diukur secara komprehensif mulai dari bidang literasi membaca, matematika, hingga sains. Penilaian ini memberikan gambaran penting mengenai kualitas sistem pendidikan di berbagai negara peserta termasuk Indonesia.

Menanggapi pertanyaan mengenai posisi Indonesia, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Rahmawati, memberikan penjelasan khusus. "Enggak pernah ada ranking dari nilai total. Selalu per domain. Selalu begitu," kata Rahmawati di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta.

Rincian Skor dan Peringkat Indonesia per Domain

Berdasarkan rincian per domain, skor PISA Indonesia di bidang sains tercatat sebesar 389 yang menempatkan Indonesia pada peringkat ke-73 dari total 91 negara. Capai ini merefleksikan kemampuan siswa dalam memahami fenomena alam.

Selanjutnya, pada domain kemampuan membaca, Indonesia memperoleh skor sebesar 365 yang menempati peringkat ke-74 dari 90 negara. Angka ini menunjukkan dinamika tingkat pemahaman teks dan literasi di kalangan remaja usia 15 tahun.

Sementara itu, untuk bidang matematika, skor yang diraih Indonesia adalah sebesar 364 yang berada di peringkat ke-78 dari 90 negara. Penilaian ini mengukur kemampuan penalaran numerik siswa secara global.

Jika dilihat dari persentase pencapaian kompetensi minimal, bidang sains berhasil dicapai oleh 36,81 persen siswa. Adapun bidang membaca mencapai 27,11 persen dan bidang matematika menyentuh angka 16,93 persen.

Apresiasi OECD dan Strategi Tindak Lanjut Kemendikdasmen

Hasil PISA 2025 juga menunjukkan keberhasilan Indonesia dalam memperluas akses pendidikan secara masif tanpa harus mengorbankan kualitas pembelajaran. Direktur Pendidikan dan Keterampilan OECD, Andreas Schleicher, memberikan apresiasi atas pencapaian tersebut.

Data dari OECD turut memperlihatkan bahwa siswa berusia 15 tahun di Indonesia memiliki tingkat keingintahuan yang termasuk salah satu yang tertinggi. Selain itu, mereka juga dinilai telah mengembangkan kemampuan belajar secara mandiri dengan baik.

Menindaklanjuti hasil evaluasi PISA 2025 ini, Kemendikdasmen secara resmi menetapkan empat pilar strategi utama. Strategi ini dirancang untuk mengakselerasi mutu pembelajaran nasional ke depan secara berkelanjutan.

Pilar pertama difokuskan pada peningkatan kompetensi guru melalui kualifikasi akademik yang lebih baik. Kebijakan tersebut mencakup Pendidikan Profesi Guru (PPG) serta penguatan kompetensi pedagogik dan digital, termasuk integrasi koding dan kecerdasan buatan.

Leave a Comment