Bandar Udara Soekarno-Hatta memperpanjang penghentian operasional hingga pukul 21.30 WIB akibat dampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Sejumlah bandara lain di wilayah sekitar juga turut terdampak dan menghentikan layanan penerbangannya.
“Bandar Udara Soekarno-Hatta mengalami penghentian operasional hingga Pukul 21.30 WIB," ujar pihak Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I.”
— Bandar Udara Soekarno-Hatta
Bandar Udara Soekarno-Hatta di Cengkareng, Tangerang, kembali memperpanjang masa penghentian operasional penerbangannya pada hari Minggu hingga pukul 21.30 WIB. Kebijakan darurat ini terpaksa diambil sebagai langkah mitigasi keselamatan akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Pengumuman resmi terkait perpanjangan penutupan tersebut disampaikan langsung oleh Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I melalui akun Instagram resmi mereka, Otbansatu. Pihak otoritas menegaskan bahwa keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama di tengah kondisi alam yang tidak kondusif ini.
Dalam keterangan resminya, pihak pengelola menyatakan, "Bandar Udara Soekarno-Hatta mengalami penghentian operasional hingga Pukul 21.30 WIB." Penutupan ini berdampak langsung pada ratusan jadwal penerbangan domestik maupun internasional yang harus tertunda atau dibatalkan.
Selain Bandara Soetta, gangguan operasional juga merembet ke sejumlah bandar udara lain di wilayah Jawa dan Sumatera. Para calon penumpang diimbau untuk selalu memantau perkembangan jadwal terkini langsung dari maskapai masing-masing.
Dampak Penutupan pada Bandara Lain dan Imbauan Resmi
Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau tidak hanya dirasakan oleh Bandara Soekarno-Hatta saja, melainkan juga beberapa bandara penting di sekitarnya. Bandar Udara Husein Sastranegara di Bandung turut mengalami penghentian operasional hingga hari Senin pukul 06.00 WIB.
Sementara itu, penghentian operasional yang lebih panjang juga diberlakukan pada Bandar Udara Pondok Cabe serta Bandar Udara M. Taufik Kiemas Krui. Kedua bandara tersebut ditutup hingga Senin pukul 09.00 WIB sesuai dengan instruksi NOTAM terbaru.
Otoritas bandara secara tegas meminta seluruh pengguna jasa penerbangan agar proaktif memeriksa status serta jadwal penerbangan terbaru. Pengecekan disarankan melalui kanal informasi resmi maskapai penerbangan sebelum mendatangi area bandara.
Langkah antisipasi ini diambil untuk menghindari penumpukan calon penumpang di area terminal serta meminimalisir kerugian akibat ketidakpastian jadwal keberangkatan pesawat.
Read Also
Penembak ASN di Papua Ambil HP Korban Tewas dan Lakukan Video Call dengan Keluarga
Pelaku penembakan tiga Aparatur Sipil Negara Dinas Pertanian Kabupaten...
Gunung Anak Krakatau Siaga: Kapal Dilarang Mendekat 3 Kilometer dari Kawah Aktif
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melarang...
Kisah Tamang Selamat dari Banjir Nepal, Berpegangan Pipa dan Trauma Bekerja di Terowongan
Dhan Bahadur Tamang, seorang pekerja proyek PLTA berusia 32 tahun, berhasil...
Purbaya Pastikan Belum Ada Rencana Insentif Ekonomi Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau
Pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan belum...
Aktivitas Vulkanik Gunung Anak Krakatau dan Sebaran Abu
Gunung Anak Krakatau terpantau mengalami rangkaian erupsi yang cukup besar sejak hari Jumat malam hingga Minggu. Aktivitas vulkanik intensif ini memuntahkan material vulkanik berupa abu tebal yang mencemari udara di berbagai wilayah.
Wilayah-wilayah yang terdampak langsung oleh sebaran abu vulkanik ini meliputi sebagian besar daerah di Lampung, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, hingga DKI Jakarta. Ketebalan debu vulkanik sangat membahayakan mesin pesawat terbang jika dipaksakan melintas.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika merilis data analisis berdasarkan citra satelit Himawari-9 serta laporan PVMBG dan VAAC Darwin. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebaran abu vulkanik terbagi menjadi dua arah utama yang cukup luas.
Sebaran pertama bergerak ke arah timur laut hingga selatan mencakup wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, sedangkan sebaran kedua mengarah ke barat daya hingga barat laut mencakup Lampung, Bengkulu, dan Selat Sunda.