Thomas Tuchel Bantah Retak dengan Jude Bellingham Usai Laga Piala Dunia
- Manajer timnas Inggris Thomas Tuchel membantah rumor keretakan hubungannya dengan sang bintang Jude Bellingham.
- Tuchel menilai media sengaja memotong pujiannya dan melontarkan pertanyaan tidak adil kepada Bellingham seusai laga melawan Norwegia.
- Perselisihan paham ini dipicu oleh wawancara kilat pascapertandingan melelahkan yang berlangsung selama 120 menit.
Manajer tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, bergerak cepat untuk meredam spekulasi miring mengenai keretakan di dalam skuad The Three Lions. Tuchel menegaskan bahwa tidak ada keretakan sama sekali dalam hubungannya dengan gelandang bintang Real Madrid, Jude Bellingham. Menurut mantan pelatih Chelsea tersebut, hubungan keduanya justru kini terjalin jauh lebih erat dari sebelumnya meskipun sempat ada riak ketegangan di hadapan publik.
Isu disharmoni ini mencuat setelah Bellingham secara terbuka mempertanyakan penilaian taktis Tuchel pascakemenangan dramatis Inggris atas Norwegia di babak perempat final Piala Dunia. Namun, Tuchel langsung menyalahkan metode wawancara media yang dinilai sengaja memotong konteks pernyataannya untuk memicu drama. Ia merasa media hanya mencari sensasi dengan memprovokasi pemain yang baru saja menghabiskan energi besar di lapangan.
'Apa yang Anda harapkan dari seorang pemain yang baru saja bertanding selama 120 menit dan memberikan segalanya jika Anda memotong komentar pelatihnya? Media tidak memberi tahu Bellingham bahwa saya menyebutnya kelas dunia, melainkan langsung memotongnya dan berkata pelatihmu menyebutmu ceroboh,' ujar Tuchel memberikan pembelaan kuat kepada anak asuhnya tersebut.
Lebih lanjut, Tuchel menganggap pertanyaan yang diajukan jurnalis saat sesi wawancara kilat tersebut sangat tidak adil dan cenderung menyudutkan. Ia sangat memaklumi respons emosional dari Bellingham karena sang pemain langsung dihadapkan pada mikrofon dalam kondisi fisik serta mental yang terkuras habis. Tuchel memastikan atmosfer di dalam kamp pelatihan Inggris tetap kondusif dan seluruh tim kini fokus penuh menatap laga krusial berikutnya.
Di samping membahas relasinya dengan Bellingham, pelatih asal Jerman itu juga merefleksikan perjalanan kariernya yang kini berhasil menakhodai tim sebesar Inggris. Sambil berseloroh mengenai latar belakang karier bermainnya yang tidak terlalu mentereng, ia menganalogikan kecerdasan taktik seorang pelatih sepak bola lewat sebuah pepatah unik. 'Saya tidak berpikir bahwa Anda harus bermain terlebih dahulu untuk bisa menjadi pelatih. Sebuah kutipan lucu mengatakan, Anda tidak harus menjadi seekor kuda untuk bisa menjadi joki yang andal,' pungkas Tuchel.