Perbasi Jabar Sapu Bersih Emas Kejurnas Antarklub KU-18, Bukti Pembinaan Sukses
- Klub bola basket asal Jawa Barat berhasil menyapu bersih dua medali emas dalam Kejurnas Bola Basket Antarklub Kelompok Umur (KU) 18 di Semarang.
- Tim putri Club Satria Karadenan dari Kabupaten Bogor dan tim putra Club Cendrawasih dari Kota Bandung sukses mengawinkan gelar juara nasional.
- Prestasi gemilang ini diraih secara mandiri oleh klub-klub di tengah belum adanya kepastian pencairan anggaran pembinaan olahraga dari KONI Jawa Barat.
Kabar membanggakan datang dari dunia bola basket Jawa Barat yang sukses menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Perwakilan Jawa Barat berhasil menyapu bersih dua medali emas pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Basket Antarklub Kelompok Umur (KU) 18 yang digelar di Semarang. Keberhasilan ini menjadi angin segar sekaligus pembuktian bahwa roda pembinaan usia muda di wilayah tersebut tetap berjalan optimal.
Dalam kompetisi sengit tersebut, dominasi Jawa Barat tak terbendung setelah sukses mengawinkan dua gelar juara nasional sekaligus. Tim putri Club Satria Karadenan yang berasal dari Kabupaten Bogor dan tim putra Club Cendrawasih dari Kota Bandung tampil perkasa di partai puncak. Keduanya sukses menumbangkan lawan-lawannya demi membawa pulang podium tertinggi ke tanah Pasundan.
Ketua DPD PERBASI Jawa Barat, Epriyanto Kasmuri, menegaskan bahwa pencapaian luar biasa ini bukanlah sebuah kebetulan semata. Menurutnya, hasil ini merupakan buah manis dari komitmen jangka panjang dalam menyelenggarakan proses pembibitan, pembinaan, serta kompetisi yang konsisten. Keberhasilan ini juga melibatkan sinergi kuat antara pengurus cabang dan klub-klub bola basket yang tersebar di berbagai daerah.
'Prestasi ini menjadi sinyal positif bagi masa depan bola basket Jawa Barat. Keberhasilan meraih dua medali emas di kategori putra dan putri menunjukkan bahwa pembinaan atlet usia muda berjalan di jalur yang benar. Ini adalah buah dari kerja keras seluruh elemen basket, mulai dari klub, pelatih, orang tua, hingga pengurus di daerah,' ujar Epriyanto saat memberikan keterangan pada Rabu (15/7/2026).
Menariknya, prestasi prestisius ini justru lahir di tengah keterbatasan karena belum adanya kepastian pencairan anggaran pembinaan olahraga dari KONI Jawa Barat hingga pertengahan Juli 2026. Epriyanto pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada manajemen klub yang tetap totalitas mengirimkan atletnya secara mandiri. Keterbatasan dana dinilai terbukti tidak mampu menyurutkan semangat juang para insan basket Jawa Barat untuk terus menjaga tradisi juara di level nasional.