Bebas Perundungan, MPLS SMPN 1 Serangpanjang Subang Fokus Bentuk Karakter Siswa Baru
- SMPN 1 Serangpanjang di Kabupaten Subang menyelenggarakan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 yang dirancang ramah anak selama lima hari berturut-turut.
- Pihak sekolah menerapkan aturan ketat larangan penggunaan atribut berlebihan dan menjamin kegiatan bebas dari praktik perundungan.
- Materi MPLS difokuskan pada penguatan wawasan kebangsaan, kedisiplinan, dan pembentukan karakter adaptif bagi para peserta didik baru.
SMPN 1 Serangpanjang, Kabupaten Subang, resmi menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk Tahun Ajaran 2026/2027 selama lima hari. Kegiatan tahunan ini wajib diikuti oleh seluruh peserta didik baru guna mengenal ekosistem sekolah secara menyeluruh sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) efektif dimulai. Pihak sekolah mengedepankan pendekatan humanis agar para siswa dapat bertransisi dengan baik dari jenjang sekolah dasar.
'MPLS yang kami selenggarakan harus selamat. Artinya bebas dari perundungan dan bebas dari tekanan, agar peserta didik baru dapat menikmati lingkungan barunya,' kata Kepala SMPN 1 Serangpanjang, Tatang Rohana, saat memberikan keterangan di Subang.
Tatang menjelaskan bahwa tujuan utama dari pelaksanaan MPLS tahun ini adalah agar para siswa baru benar-benar familier dengan lingkungan fisik sekolah, teman sebaya, jajaran guru, ruang kelas, hingga struktur mata pelajaran. Melalui pengenalan yang komprehensif tersebut, peserta didik diharapkan dapat beradaptasi dengan cepat selama menempuh pendidikan tiga tahun ke depan. Kesiapan psikologis anak menjadi prioritas agar kenyamanan belajar langsung terbangun sejak hari pertama sekolah.
'Kami ingin anak-anak mengenal sekolahnya dengan baik, agar proses belajar ke depan berjalan lancar,' ujar Tatang menambahkan. Berbeda dengan tren MPLS tahun-tahun terdahulu yang kerap diwarnai atribut aneh, peserta didik baru tahun ini cukup mengenakan seragam putih merah asal sekolah mereka. Atribut tambahan yang diperbolehkan hanyalah tanda pengenal berupa kartu nama (name tag) sederhana yang berisi informasi nama lengkap serta asal sekolah dasar.
'Tidak ada atribut berlebihan. Cukup name tag, nama peserta didik, dan asal sekolahnya,' jelas Tatang Rohana secara tegas mengenai aturan seragam tersebut. Dia menambahkan bahwa materi MPLS kali ini dirancang khusus untuk membentuk fondasi karakter, kedisiplinan yang kuat, serta wawasan kebangsaan yang nasionalis demi menyiapkan mental siswa menghadapi dinamika usia remaja.
Melalui program adaptasi yang terukur ini, SMPN 1 Serangpanjang berkomitmen mewujudkan lembaga pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah terhadap tumbuh kembang anak. Pihak manajemen sekolah optimis bahwa lingkungan yang kondusif akan memicu lahirnya berbagai prestasi akademik maupun nonakademik di masa depan. 'SMPN 1 Serangpanjang kami jadikan sarana untuk mencetak peserta didik yang berprestasi, dan siap menghadapi masa remaja,' pungkas Tatang.