Warga Padang Serbu Puskesmas Pauh, Belasan Ribu Orang Cek Kesehatan Gratis demi Cegah Penyakit Mematikan
- Puskesmas Pauh di Kota Padang berhasil melayani lebih dari 13.800 peserta Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga akhir Juni 2026.
- Strategi jemput bola diterapkan secara masif, termasuk melakukan skrining kesehatan massal terhadap 7.000 mahasiswa baru Universitas Andalas.
- Dinas Kesehatan Kota Padang menetapkan target ambisius sebesar 46 persen penduduk kota untuk mengikuti skrining kesehatan sepanjang tahun 2026.
Kesadaran masyarakat Kota Padang akan pentingnya deteksi dini terhadap penyakit kronis mengalami lonjakan signifikan. Puskesmas Pauh di Kota Padang mencatat telah melayani lebih dari 13.800 peserta Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga 30 Juni 2026. Keberhasilan ini tidak terlepas dari langkah progresif pihak puskesmas yang mengombinasikan layanan menetap dengan metode jemput bola ke berbagai sektor strategis.
Langkah jemput bola tersebut menyasar mulai dari lingkungan sekolah, instansi pemerintahan, perusahaan swasta, hingga kelompok masyarakat di tingkat rukun tetangga. Kepala Puskesmas Pauh, Pratiwi, mengungkapkan bahwa program CKG ini menjadi senjata utama pemerintah setempat untuk memetakan potensi penyakit menular maupun tidak menular di wilayah kerja mereka sejak dini. Upaya preventif ini dinilai jauh lebih efektif dibandingkan tindakan pengobatan di masa mendatang.
"Hingga 30 Juni 2026, peserta yang telah mengikuti Cek Kesehatan Gratis di wilayah kerja Puskesmas Pauh mencapai sekitar 13.800 orang. Layanan ini terus berjalan setiap hari dan kami juga melakukan jemput bola ke berbagai lokasi," ujar Pratiwi saat berbicara dalam dialog Indonesia Sehat di RRI Padang pada Jumat, 17 Juli 2026. Pemeriksaan medis ini mencakup berbagai komponen penting seperti pengukuran status gizi untuk balita, pemeriksaan tekanan darah bagi lansia, serta skrining metabolik lainnya sesuai indikasi medis.
Tidak hanya menyasar warga lokal di pemukiman, Puskesmas Pauh kini tengah gencar melakukan ekspansi pelayanan ke sektor pendidikan tinggi. Saat ini, tim medis sedang difokuskan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan massal terhadap sekitar 7.000 mahasiswa baru di Universitas Andalas. Skrining kesehatan berskala besar bagi kelompok usia produktif ini dijadwalkan berlangsung sejak awal Juli hingga awal Agustus 2026 mendatang.
Di sisi lain, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Dessy M. Siddik, menegaskan bahwa perluasan layanan secara agresif adalah kunci sukses program ini. Untuk tahun 2026, Pemerintah Kota Padang menargetkan sedikitnya 46 persen dari total penduduk kota dapat terjaring dalam program skrining kesehatan nasional. Layanan kini sengaja dihadirkan di pusat keramaian seperti hotel, restoran, hingga area Car Free Day agar masyarakat tidak lagi memiliki alasan untuk menunda pemeriksaan kesehatan.
"Kami tidak hanya menunggu masyarakat datang ke puskesmas, tetapi juga menghadirkan layanan di sekolah, perkantoran, hotel, restoran, perusahaan, hingga kegiatan Car Free Day agar semakin banyak masyarakat yang dapat memanfaatkan program ini," tutur dr. Dessy. Dengan pendekatan yang semakin dekat dengan mobilitas harian warga, penanganan medis diharapkan dapat berjalan lebih cepat jika ditemukan indikasi penyakit kronis.