Padang Dikepung Cuaca Ekstrem, BPBD Warning Warga Siaga Banjir Bandang dan Longsor
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang meminta warga meningkatkan kewaspadaan penuh menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi.
- Hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir dilaporkan telah mengguyur merata di seluruh atau 11 kecamatan di Kota Padang.
- Pengendara jalan dan masyarakat yang berada di kawasan rawan longsor serta banjir diminta membatasi aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak.
Masyarakat Kota Padang diimbau untuk segera meningkatkan kewaspadaan penuh terhadap potensi ancaman bencana hidrometeorologi yang mengintai. Hal ini menyusul intensitas hujan yang sangat tinggi disertai angin kencang yang mengguyur seluruh wilayah ibu kota Sumatra Barat tersebut. Kondisi cuaca buruk ini dinilai sangat berpotensi memicu terjadinya genangan air, banjir bandang, tanah longsor, hingga insiden pohon tumbang di sejumlah titik rawan.
Langkah antisipasi dan imbauan tegas ini dikeluarkan langsung oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang. Berdasarkan hasil pemantauan intensif pada Sabtu, 18 Juli 2026, cuaca ekstrem yang membawa angin kencang dan kilat atau petir terdeteksi terjadi secara merata di 11 kecamatan. BPBD meminta dengan sangat agar masyarakat tidak meremehkan atau mengabaikan potensi bahaya yang sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan jiwa.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menegaskan bahwa kesiapsiagaan mandiri dari masyarakat merupakan kunci utama dalam meminimalkan risiko serta dampak buruk bencana. Pihaknya memberikan perhatian khusus kepada warga yang berdomisili atau beraktivitas di kawasan yang memiliki riwayat langganan banjir dan tanah longsor. Wilayah perbukitan dan bantaran sungai menjadi titik fokus yang harus diawasi ketat selama hujan belum mereda.
"Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas. Terutama dalam mengantisipasi potensi dampak bencana hidrometeorologi seperti genangan air, banjir bandang, hingga tanah longsor di wilayah yang rawan," ujar Hendri Zulviton saat memberikan keterangan resmi kepada awak media terkait situasi terkini di Kota Padang.
Selain menjaga kewaspadaan di luar rumah, BPBD juga mengingatkan pentingnya peran aktif setiap keluarga untuk melakukan langkah mitigasi sejak dini dari lingkungan terdekat. Salah satu tindakan preventif yang bisa dilakukan secara mandiri adalah dengan rutin memeriksa kebersihan saluran drainase di sekitar tempat tinggal. Pembersihan gorong-gorong dari sumbatan sampah dinilai sangat efektif untuk mencegah air meluap ke permukiman warga saat volume hujan meningkat drastis.
Bagi warga yang sedang berada di dalam rumah, BPBD sangat menyarankan agar mereka menunda atau mengurangi mobilitas di luar ruangan jika tidak ada keperluan yang bersifat mendesak. Keamanan keluarga harus menjadi prioritas utama di tengah cuaca yang tidak menentu ini. Warga juga diharapkan tidak mudah termakan isu hoaks dan diminta untuk selalu memperbarui informasi mengenai perkembangan cuaca dari sumber resmi pemerintah.
"Warga disarankan untuk tetap tenang, membatasi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak, dan terus mengikuti perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi guna memastikan keamanan bersama selama hujan berlangsung," ucap Hendri menambahkan pesan edukasi kepada masyarakat luas.
Peringatan serius ini rupanya tidak hanya ditujukan bagi warga pemukiman, melainkan juga menyasar para pengguna jalan raya yang melintas di wilayah Kota Padang. Curah hujan yang tinggi secara otomatis akan menurunkan jarak pandang pengemudi dan menyebabkan permukaan aspal menjadi sangat licin. Para pengendara, baik roda dua maupun roda empat, diminta melaju dengan kecepatan rendah dan ekstra waspada terhadap ancaman pohon tumbang serta material longsoran yang terbawa arus air.