UTBK Mandiri Unimed 2026 Diikuti 3.950 Peserta, Kedokteran dan PGSD Jadi Prodi Paling Ketat
- Universitas Negeri Medan menyelenggarakan ujian tulis berbasis komputer mandiri tahun 2026 yang diikuti oleh ribuan calon mahasiswa baru.
- Persaingan masuk Unimed jalur mandiri ini tergolong sengit, khususnya pada program studi favorit seperti Fakultas Kedokteran dan PGSD.
- Pihak kampus menyiapkan puluhan ruang ujian dan ratusan petugas pengawas guna memastikan seleksi berjalan transparan tanpa kecurangan.
Universitas Negeri Medan (Unimed) secara resmi menggelar pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Mandiri (UTBK-Mandiri) tahun akademik 2026 yang dimulai sejak Selasa, 14 Juli 2026. Sebanyak 3.950 peserta terdaftar untuk memperebutkan kursi perguruan tinggi negeri ini. Seleksi tersebut berlangsung secara intensif selama dua hari dan dijadwalkan selesai pada Rabu, 15 Juli 2026.
Guna memastikan kenyamanan para peserta, panitia seleksi Unimed telah menyiapkan sepuluh lokasi ujian strategis yang tersebar di lingkungan kampus. Secara keseluruhan, terdapat 36 ruang ujian yang disiapkan dengan kapasitas tampung mencapai 685 peserta untuk setiap sesi ujiannya. Adapun rangkaian ujian ini dibagi ke dalam tiga sesi, di mana sesi pertama dan kedua digelar pada hari pertama, sedangkan sesi ketiga diselesaikan pada hari kedua.
Rektor Unimed, Prof. Dr. Baharuddin, S.T., M.Pd., menjelaskan bahwa proses seleksi jalur mandiri kali ini diwarnai kompetisi yang cukup sengit pada sejumlah program studi unggulan. Beberapa di antaranya yang paling diminati dan memiliki tingkat keketatan tinggi adalah Fakultas Kedokteran, Manajemen, Akuntansi, PGSD, Gizi, Ilmu Komputer, Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi, serta Teknik Sipil.
'Pertama saya jawab kuota kita itu sebenarnya kita siapkan 3.000. Tapi dilihat kondisinya, yang eligible sampai saat ini 1.968. Yang menjadi permasalahan, di setiap prodi ada yang sangat ketat, terutama Fakultas Kedokteran, Manajemen, Akuntansi, PGSD, Gizi, Ilmu Komputer, Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi, serta Teknik Sipil. Jadi oleh karena itu evaluasi bagi kita,' tutur Baharuddin saat memantau pelaksanaan ujian.
Demi menjaga integritas dan kelancaran ujian, Unimed juga mengerahkan sebanyak 222 petugas yang mengawal ketat jalannya ujian di setiap sudut ruang. Selain itu, pihak rektorat telah berkoordinasi dengan PLN guna mengantisipasi kendala kelistrikan. Mereka juga menggandeng aparat kepolisian, personel TNI, serta menyiapkan armada ambulans dari Palang Merah Indonesia (PMI) untuk mengantisipasi kondisi darurat medis selama ujian berlangsung.
Baharuddin pun mengimbau kepada seluruh peserta dan orang tua agar tidak mempercayai oknum-oknum yang menjanjikan kelulusan instan dengan imbalan tertentu. Ia menegaskan bahwa Unimed menjunjung tinggi kejujuran dalam setiap seleksi akademis yang dijalankannya. 'Unimed berkomitmen menyelenggarakan UTBK-Mandiri secara profesional, objektif, transparan, dan akuntabel. Hasil seleksi sepenuhnya ditentukan berdasarkan kemampuan peserta dan ketentuan yang berlaku,' pungkasnya.